
Danil benar - benar tidak melepaskan istrinya malam itu, bahkan dengan gairahnya yang membuncah Danil terus dan terus mencari kenikmatan bersama istri tercinta.
Novi juga sangat menikmati hasrat dan cinta yang di berikan suaminya, walau kadang Novi sering menegur suaminya saat hasratnya tak terkendali.
" Ough kamu nikmat by" Lenguh Danil saat pelepasan dan menyemburkan benih ke dalam rahim istrinya. Novi hanya tersenyum sambil memejamkan matanya.
Danil menarik selimut menutupi tubuh polosnya dan tubuh polos Novi yang sudah terlihat tak punya tenaga lagi untuk bergerak.
" Terima kasih by, I love you " Danil mengecup kening Novi lama, sedangkan Novi hanya tersenyum sambil mengangguk dan memejamkan mata karna sangat lelah. Danil juga memejamkan matanya memeluk Novi posesif.
Ddrreet Ddrreet
HP Danil berbunyi membangunkan Danil yang tengah berpelukan dengan istrinya di dalam selimut.
" Ck" Danil meraba nakas dan menemukan hpnya, tanpa melihat siapa yang memanggilnya dengan malas Danil memencet tombol hijau di layar hpnya.
" Halo Jon ada apa? kamu mengganggu saja, ini masih pagi aku masih ingin tidur sama istriku"
" Eh menantu... Ini sudah siang, sudah pukul sebelas siang cepat antar anak papah ke hotel mamah sudah mengomel dari tadi, katanya mau di pingit tapi masih belum di antar juga, di telpon dari pagi juga gak di angkat - angkat" omel papah Rafa panjang.
" Hah... Iya pah ini kami udah ada di hotel kok " ucap Danil melihat jam di dinding.
" Ya sudah papah tunggu, jangan lama - lama"
" Iya pah... " Danil melihat Novi yang masih terlelap di sampingnya.
" By... Bangun by" Danil membangunkan Novi dengan cara mengusap - usap kepalanya pelan tapi tidak bangun juga.
" By.. "
" Hmmm"
" Ayo bangun by papah udah nungguin kita" ucap Danil sambil mengecup kening Novi.
" Aw mas" Novi mengalungkan tangannya ke leher Danil karna suami tampannya menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi.
" Papah dan mamah sudah menunggu kita by, mas janji antar kamu pagi ke hotel tapi kita kesiangan by, ayo kita cepat mandi" Danil meletakkan tubuh polos Novi didalam air yang hangat.
__ADS_1
Dengan cepat mereka membersihkan diri karna papah dan mamah Novi sudah menunggu.
" Mas akan merindukanmu by" Danil memeluk istrinya dari belakang setelah selesai membersihkan diri dan hendak mengantar Novi ke kamar mertuanya.
" Besok kita udah ketemu lagi lo mas" Novi tersenyum dan mengusap pipi Danil.
" Huff mas akan merindukanmu karna mas udah terbiasa tidur bersama kamu by" ucap Danil seperti anak kecil.
" Udah mas ayo ke kamar papah" Dengan berat hati Danil melangkah keluar kamar menuju kamar mertuanya dengan terus menggandeng tangan istrinya.
" Pah " Novi mengulurkan tangannya mengecup punggung tangan papahnya bergantian dengan Danil suaminya.
" Ayo masuk mamah sudah nunggu kalian, sudah di bilang di pingit dari pagi malah enak - enak duluan" ucap papah Rafa menatap sekilas menantunya.
" Iya pah maaf, habisnya anak papah bikin nagih" Danil mengedipkan matanya saat melihat Novi menatapnya tajam.
" Dasar penganten baru maunya yang enak - enak terus, ingat harus di pingit jadi habis makan kamu harus di pisahkan dulu sama Novi , besok saat resepsi baru bisa bertemu lagi" ucap papah Rafa menahan tawa melihat wajah menantunya yang Memanyunkan bibirnya.
" Kenapa harus ada pingit - pingitan sih pah, Danil kan udah sah jadi suami Novi, lagian kami kan udah merasakan yang enak - enak, gak perlu harus di pingit lagi kan pah" Danil menatap papah Rafa, dia berpura-pura sedih agar papah Rafa merubah pikiran nya untuk tidak ada pingit - pingitan.
" Enggak pokoknya kalian harus di pingit, biar anak papah Novi bisa istirahat dengan tenang tanpa ada gangguan dari kamu, jadi wajahnya fresh tidak mengantuk" Kekeh papah Rafa.
" Ayo cepat selesaikan makannya habis itu di mulai pingitannya yang sudah tertunda setengah hari" ucap papah Rafa yang ingin tertawa tapi masih di tahannya.
" Kamu harus merasakan apa yang papah rasakan dulu, masih untung kamu udah merasakan yang enak - enak lah papah dulu harus menahan rindu sama mamah kamu sampai ijab kabul dan itu selama satu minggu penuh" Papah Rafa mengenang saat dia di pingit menahan rindu dengan mamah Rani selama satu minggu.
" Haaa satu minggu pah" Danil terkejut dengan cerita papah Rafa.
" Iya kamu mah enak Nil cuma satu hari dan... Hp Novi akan papah sita jadi kalian tidak ada ketemuan juga gak ada komunikasi " Papah Rafa mengulirkan tangannya meminta hp pada Novi.
" Tapi pah" protes Novi melihat suaminya cemberut.
" Tidak ada tapi - tapian ayo kasih ke papah hp nya" papah Rafa menggoyangkan jarinya agar Novi memberikan hp miliknya. Dengan berat hati Novi menyerahkan hpnya kepada sang papah.
" By... Mas akan sangat merindukanmu" Danil berucap sambil mencium kening istrinya. Mereka berada di depan pintu kamar hotel papah Rafa setelah menyelesaikan makan siangnya.
" Udah... Jangan lebai besok juga ketemu lagi" ucap papah Rafa mengusir menantunya sedangkan sang mama hanya tersenyum melihat tingkah konyol suaminya.
__ADS_1
" Ck kalau begini Danil yang gak fresh besok pah, karna pasti Danil gak bisa tidur pah" Danil masih merengek.
" Ya kalau gitu kamu akan di bilang gak serasi sama istri kamu, istri kamu cantik dan kamu kusut"
" Hufff" Danil menghela nafas kasar.
" By... Mas pergi dulu ya besok kita jumpa lagi" Novi mengangguk sambil tersenyum.
Danil keluar setelah memeluk dan mencium kening istrinya, juga mendengar gelak tawa sang papah mertua.
" Dasar papah awas aja mulai besok gak akan pernah aku lepaskan istriku" Gumam Danil.
" Ada apa bos? kok muka cemberut gitu" Jonathan tiba - tiba berjalan di sampingnya.
" Kenapa harus ada yang namanya di pingit sih Jon" kesal Danil.
" Ya supaya lebih berkesan bos, bos akan menahan rindu dan setelah bertemu bos akan melihatnya seperti bidadari, malamnya bos akan bergairah dengan rasa rindu yang menggebu" ucap Jonathan sambil menahan senyum.
" Ck kamu sama aja sama papah Rafa" Danil merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamar hotelnya, merindukan sosok wanita yang sudah halal baginya.
" Bos nanti malam akan di adakan pesta lajang jadi istirahatlah" Jonathan membuka pintu kamar melihat Danil berbaring di atas ranjangnya.
" Hmmm tapi tidak ada acara minum - minum Jon" Danil tidak mau kalau mereka mabuk akan merusak semuanya.
" Baik bos"
Malam Pun tiba di mana Danil, Jonathan, Dedi, Alex dan beberapa rekan bisnis Danil yang sempat meluangkan waktu untuk menghadiri resepsinya juga ikut pesta lajang.
" Hei pengantin baru kenapa lesu? " ucap Dedi melihat Danil tak bersemangat.
" Hahaha gimana gak cemberut kalau acara pingitannya gak boleh bertemu juga gak boleh menelpon" Danil langsung melayangkan tatapan tajamnya.
" Nil gak seru ni masak pesta lajang gak ada minumannya juga gak ada wanitanya" ucap rekan bisnisnya.
" Kamu bisa minum dan cari wanita setelah keluar dari sini" ucap Jonathan yang melihat Danil enggan untuk menjawab.
" Huh ya sudahlah "
__ADS_1
" Aku sangat merindukanmu by"