
"Dia paman dan bibi mu mas, mereka yang sudah mengasuh mas setelah ke dua orang tua mas meninggal" Ucap Novi lembut.
"Iya by.. Mereka hanya paman dan bibi mas yang tidak pernah tulus menyayangi mas"
"Tapi mereka keluarga mas... " Protes Novi.
"Mereka memang keluarga mas by... Tapi mereka juga yang menghancurkan keluarga kami, yang mereka pikirkan hanya harta saja" Ucap Danil lirih.
"Mas yang sabar, mudah - mudahan mereka mau berubah" Ucap Novi berusaha menenangkan hati Danil.
"Sudah sangat lama mas bersabar menghadapi paman dan bibi, tapi mereka sudah tidak punya rasa sayang terhadap keluarga lagi, yang ada di pikiran mereka hanya harta by, dulu mas membiarkan semua yang mereka lakukan meskipun sangat merugikan mas, tapi perlakuan mereka terhadap kamu sudah sangat keterlaluan by" Ucap Danil geram.
Novi tidak dapat berkata - kata lagi, suaminya sudah memutuskan untuk memberi pelajaran ke pada paman dan bibinya, memang kalau di ingat - ingat mereka sangat keterlaluan.
Novi selalu menanti kehadiran buah hatinya dengan Danil, selama tiga tahun berumah tangga Novi selalu menelan kekecewaan setiap bulannya, karna tes peak yang di harapkan menghasilkan garis dua tetap selalu menunjukkan garis satu yang artinya Novi harus sabar dalam menanti seorang anak yang lahir dari dalam rahimnya, tapi dengan teganya Mona juga kedua orang tuanya memberinya obat pencegah kehamilan agar Novi dan Danil berpisah.
Dan apa yang mereka inginkan terwujud, Danil dan Novi berpisah, bahkan orang yang di anggap Novi baik di dalam rumahnya sebagai asisten rumah tangga, justru dialah yang telah membuat dirinya dan suaminya salah faham dan berpisah untuk sementara.
Saat ini Novi ingin menenangkan jiwanya yang masih di liput rasa kecewanya terhadap suami yang tidak mempercayainya, akibat obat pencegah kehamilan yang bukan miliknya juga kamera pengintai yang di pasang di kemeja sang suami dengan tujuan melindungi suami dari pelakor.
Novi ingin membuat hati dan jiwanya tenang, tidak merasa trauma akan masa lalu yang membuat pikirannya selalu negatif terhadap suaminya yang sekarang.
Selama hampir sebulan Novi berada di desa air terjun, pikiran Novi menjadi lebih tenang dan nyaman, apa pun yang Danil lakukan di depan juga di belakangnya, Novi selalu menanamkan pikiran yang positif, tak lupa Novi selalu berdoa agar dirinya bisa menjalani biduk rumah tangga yang nyaman dan bahagia bersama dengan keluarga kecilnya, tanpa ada pikiran negatif terhadap suaminya.
Danil merasa ada sedikit perubahan terhadap istri tercintanya, sikap posesif yang selalu di tunjukkan sang istri padanya sedikit berkurang, membuatnya merasa kehilangan sosok yang membuatnya merasa terus hanyut dalam penyesalan.
Danil sangat menyesal dengan kata juga perbuatannya yang telah membuat istri tercintanya berubah menjadi wanita yang seperti menjaga setiap apa yang akan di lakukan kepadanya.
"Maafkan mas by, mas harus ke kota untuk meeting dengan klien yang tidak mau di gantikan oleh Jonathan" Ucap Danil dengan wajah sedih karna harus meninggalkan istri yang sedang mengandung buah hatinya ke kota untuk bekerja.
Selama hampir sebulan Danil menemani Novi di desa air terjun, Jonathan asisten sekaligus sahabatnya yang selalu membantunya meng handle pekerjaannya, tapi sesekali Danil juga harus turun tangan sendiri karna kliennya yang ingin langsung berhubungan dengan Danil.
__ADS_1
"Iya gak apa - apa mas" Ucap Novi tersenyum sangat tulus.
Biasanya Novi selalu memasang kan dasi dengan gaya manja dan lama, untuk memastikan kamera yang di pasangnya, tapi kini hanya memasang sebentar dengan gaya yang biasa, dengan wajah yang tersenyum sangat manis. Membuat hati Danil seperti teriris.
Di peluknya tubuh Novi yang sudah terlihat membuncit di bagian perutnya. Terasa setetes air bening jatuh membasahi pipinya, tapi di usap cepat karna tidak ingin Novi melihatnya menangis.
"I love you by"
"I love you"
"I love you" Bisik Danil berulang kali di telinga istri nya, juga menahan sesak di dada yang menghimpit di relung hatinya, terasa sangat sakit melihat perubahan sang istri.
Di urai pelukan suami yang selama tiga tahun lebih menemaninya dalam membina rumah tangga. Di tatap nya mata sendu yang membuat Novi selalu rindu, kata cinta yang selalu di lontarkan dengan bibir tebalnya membuat hati Novi selalu berdesir, entah kenapa bibir nya seakan kelu untuk menjawab kata cinta itu.
"Sudah siang mas nanti terlambat, Jonathan sudah lama menunggu mas" Ucap Novi sambil memasang jas hitam di tubuh kekar Danil.
"Iya by" Ucap Danil sambil menatap Novi sendu.
Danil mencium kening Novi lama sambil memejamkan matanya, di usap nya perut Novi yang buncit, lalu Danil membungkukkan badannya agar bisa mencium perut Novi yang ada anak - anak mereka dalam rahim istrinya.
"Mas pergi dulu by" Ucap Danil melihat Novi yang sedang tersenyum sangat manis.
"Iya mas" Novi mengangguk sambil tersenyum manis.
"I love you by" Ucap Danil melihat Novi tersenyum sambil mengangguk tanpa membalas kata cinta darinya.
Novi melihat Danil masuk ke dalam mobil yang sudah ada Jonathan di sana, Novi juga tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Danil yang juga tengah melambaikan tangan untuknya, melihat mobil suaminya sampai tak terlihat dari pandangan matanya.
"Maaf mas" Gumam Novi yang hanya dia dengar sendiri.
Danil membalikkan badannya menghadap ke depan setelah pandangan matanya tidak melihat istrinya lagi.
__ADS_1
"Apa kameranya sudah terpasang rapi Jon? " Ucap Danil melihat Jonathan yang sedang duduk di samping supir mobil atasannya.
"Sudah bos" Ucap singkat Jonathan.
"Aku ingin di lindungi oleh istriku dan juga melindungi istriku" Lirihnya.
"Kamu bisa melihat langsung aktifitas istrimu di dalam HP, juga bisa melihat di monitor ini" Ucap Jonathan sambil menunjuk kursi di belakangnya, tepatnya di hadapan Danil yang ada layar kecil di sana.
"Aku juga menghubungkan langsung dengan komputer yang ada di ruangan mu agar kamu bisa melihat Novi dua puluh empat jam" Ucap Jonathan lagi.
Danil langsung menghidupkan layar seperti TV berukuran kecil yang ada di hadapannya, dan langsung di suguhkan pemandangan sang istri yang sedang duduk di ruang tamu sambil mengusap perutnya.
Danil tersenyum sambil meraba kamera yang di pasangnya sendiri di kemeja bagian atas, seperti yang Novi lakukan dulu.
Danil melihat Novi berjalan masuk ke dalam kamarnya, merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan meraba tempat tidur yang di tiduri Danil juga menciumi bantal yang di pakai Danil.
Jantung Danil berdebar hebat melihatnya, Danil sangat senang melihat tingkah Novi yang seperti sangat merindukannya.
"Huek Berhenti sebentar" Ucap Danil sambil menutup mulutnya karna ingin mengeluarkan sesuatu.
Danil keluar dari dalam mobil dan mengeluarkan semua isi di dalam perut yang baru saja di masukkan.
"Minum Nil" Jonathan menyodorkan air mineral di dalam botol yang sudah di bukanya.
"Makasih Jon" Ucap Danil sambil tersenyum.
Dret Dret
HP Danil bergetar tanda panggilan, di lihat layar hpnya terdapat nama my baby di sana.
"Assalamu'alaikum by... "
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam mas, mas gak apa - apa? maaf mas Novi gak tau kenapa kamera itu terpasang lagi di kemeja mas" Ucap Novi seperti orang yang ketakutan.
"Mas gak apa - apa by... Mas yang memasang kamera ini agar selalu terhubung dengan kamu dan bisa di lindungi oleh mu by"