Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 77 Pesan Kamar Hotel


__ADS_3

Pasangan suami istri yang sangat serasi berjalan bergandengan tangan di lorong rumah sakit dengan kecantikan dan ketampanannya, membuat mata yang memandangnya tak berhenti mengeluarkan kata pujian dari bibirnya, bahkan seorang wanita yang sedang hamil ingin sekali perutnya yang sedang buncit untuk di usap agar kecantikannya menular ke anaknya.


" Mbak tolong usap perut saya mbak saya lagi ngidam ni mbak" ucap wanita hamil penuh harap melihat Novi. Novi melirik Danil untuk meminta ijinnya.


" Ayo di usap by" Novi tersenyum mendapatkan ijin dari Danil, lalu dia mengusap perut wanita itu dengan lembut.


" Makasih mbak apa suaminya boleh juga mengusap perut saya? " ucap wanita hamil itu lagi.


" Maaf saya hanya akan menyentuh istri saya saja" ucap Danil tegas, Novi hanya tersenyum mendengar ucapan tegas suaminya.


" Wahh aku jadi iri mbak, kalau ada lagi laki - laki kayak gini aku mau mbak" ucap wanita itu sambil tertawa.


" Hahaha semoga lahirannya lancar ya mbak" ucap Novi sambil tertawa.


" Iya mbak Terima kasih" Novi hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya ke ruangan dokter yang sebelumnya sudah ada janji untuk bertemu.


" Ayo duduk Nil" ucap pria memakai jas putih seumuran dengan Danil.


" Apa ini kakak ipar ku Nil? kamu memang pandai memilih wanita Nil, gak sia - sia kamu menunggunya dari kecil hingga sebesar sekarang hahaha" Danil hanya menatap datar dokter sekaligus sahabatnya itu.


" Ayo katakan apa yang bisa aku bantu? Apa ini tentang keperkasaan mu itu Nil? " Novi tercengang dengan ucapan dokter yang ada di hadapannya.


" Ar jangan buat istriku salah paham" ucap Danil datar.


" Baik lah kakak ipar aku akan mulai memeriksa suami dingin mu dulu ya" Novi hanya tersenyum menanggapi ucapan dokter sekaligus sahabat suaminya.


" Apa aku boleh periksa kakak ipar? "


" Jangan harap" Ucap Danil cepat.


" Hahaha dasar bucin, benar kata Jonathan hati kamu sudah melunak, yang dulu sekeras baja sekarang selembut kapas hahaha" Novi hanya menggelengkan kepalanya.


" Apa kerjaan mu hanya tertawa? tapi kenapa banyak sekali pasienmu, jangan - jangan kamu berubah profesi jadi badut ya Ar? " Tawa renyah dokter Ardi menghilang entah kemana.


" Dasar kamu Nil, aku bukan kamu yang selalu memasang wajah dingin" Danil hanya acuh dan melihat Novi.


" Emm begini kakak ipar, sebelumnya aku minta maaf ya cara bicaraku memang ceplas-ceplos seperti ini, jadi jangan kaget ya kakak ipar" Ardi menampakkan deretan gigi putihnya di hadapan Novi.


" Iya gak apa - apa dok saya maklum karna saya juga punya sahabat sama seperti dokter dan suami saya, apa lagi kalau sudah kumpul bareng pasti bicara kami dari A sampai z, kami keluaran semuanya" ucap Novi.


" Waahh boleh ya saya kenalan dengan teman anda kakak ipar? "

__ADS_1


" Ehem ehem" Danil ber deham karna Ardi dan Novi mengabaikan nya.


" Dasar bucin akut" ucap Ardi pada Danil.


" Maaf dokter ini minumannya" ucap wanita yang baru datang membawakan pesanan Ardi. Tapi tanpa sengaja air jus yang di tangannya tumpah sedikit mengenai tas Novi.


" Maaf mbak" ucapnya takut karna Danil menatapnya tajam.


" Iya gak apa - apa mbak, Mas Novi ke toilet sebentar ya" ucap Novi mengusap bahu Danil. Dan pergi keluar ruangan mencari toilet untuk membersihkan tasnya.


" Ar aku gak bisa mengendalikan hasratku, bahkan aku sudah menyakiti gadis kecilku" ucap Danil sedih.


" Apa istrimu sudah mengetahuinya? " Danil hanya mengangguk.


" Apa dia menjauhi mu? " Danil menggeleng.


" Itu artinya dia sangat mencintaimu Nil, kamu tau Nil banyak laki - laki yang memiliki hasrat yang tinggi sepertimu tapi dia mengambil jalan pintas untuk menyalurkan nya pada semua wanita yang dia temui, dan akhirnya dia kena penyakit kelamin, tapi kamu sangat menjaga junior mu demi gadis kecilmu, aku salut Nil" Ardi mengacungkan dua jempol nya untuk Danil.


" Tapi aku takut menyakitinya Ar"


" kamu tenang aja Nil, aku lihat kakak ipar cukup kuat, dia bisa mengimbangi mu di atas ranjang, kalau gak dia gak akan bisa berdiri di sini, saat ini " ucap Ardi serius.


Pintu terbuka, terlihat Novi berjalan mendekati Danil.


" Udah selesai mas?"


" Udah by" Novi mengangguk dan tersenyum melihat Ardi.


" Kalau gitu kami pamit Ar, Terima kasih sudah membantuku"


" Gak usah sungkan Nil, kayak sama siapa aja kamu" Ardi menepuk bahu Danil sambil tertawa.


" By... Kenapa gak bilang kalau kamu udah bicara sama Ardi? " Danil bertanya karna Ardi mengatakan kalau Novi sudah di berikan vitamin agar staminanya tetap terjaga kalau hasrat suaminya tak terkendali.


" Maaf mas semalam saat mas mandi dokter Ardi nelpon mas, karna di hp mas tertulis nama dokter, Novi khawatir mas, jadi tanpa ijin mas Novi angkat panggilan itu"


" karna Novi sangat mengkhawatirkan mas Novi jadi mendesak Ardi untuk cerita dan minta solusinya mas"


" Kamu gak takut sama mas by? " Danil bertanya dengan cemas.


" Novi gak takut karna Novi yakin mas gak akan menyakiti Novi" ucap Novi yakin.

__ADS_1


" Makasih ya by, jujur selain mas takut menyakitimu mas juga takut kamu pergi menjauhi mas by" Danil memegang erat tangan Novi menyalurkan cintanya yang tulus untuk istrinya.


" Novi gak akan pergi kalau mas masih menginginkan Novi"


" Mas akan selalu menginginkanmu istriku, dari dulu, sekarang dan nanti baby" Danil mengecup kening Novi lembut.


" Novi percaya itu mas Da" Novi memberanikan diri mengecup singkat bibir tebal Danil.


" Dasar istri mas udah mulai nakal ya" Danil menyentil kening Novi pelan.


" Itu ajaran mas lo..." Novi tertawa melihat Danil menggelengkan kepalanya dan melajukan mobilnya ke arah hotel ternama.


" Kenapa kita kesini mas? "


" Kamu lupa by lusa kita resepsi di sini? " ucap Danil santai.


" Iya mas Novi ingat kok, tapi kan resepsinya lusa, besok aja kita ke sini mas, lagian ngapain juga kita di sini" protes Novi.


" Kita akan menginap di sini by, mas ingin bersama kamu di hotel ini sebelum kita di pingit" ucap Danil serius.


" Di pingit mas? siapa yang bilang? " tanya Novi dengan wajah heran.


" Papah yang bilang sama mas kalau seharian besok sampai hari H kita gak boleh ketemuan by"


" Padahal kami udah ngelakuin itu kok pakai acara pingitan segala sih" gumam Novi yang masih di dengar Danil.


" Mas juga mau bilang itu sama papah tapi pasti papah banyak cara untuk menggoda mas by" ucap Danil kesal.


" Hahaha habisnya mas juga suka godain papah sih... " Novi tertawa senang menggoda suaminya.


" Awas ya by mas gak akan lepaskan kamu malam ini" Danil menyusul langkah Novi masuk ke dalam hotel.


" Awas by" teriak Danil melihat Novi menabrak seseorang dan hampir terjatuh kalau Danil tidak menahan pinggangnya dengan tangan kekarnya agar tidak jatuh.


" Hati - hati by jangan lari lihat kan kamu hampir jatuh" omel Danil seperti emak yang tengah memarahi anaknya. Sedang yang di marah hanya tersenyum manis.


" Maaf saya tidak sengaja menabrak anda nona" ucap pria yang di tabrak oleh Novi.


" Iya saya yang seharusnya minta maaf, saya tidak lihat jalan tadi pak" ucap Novi.


" Pak Danil selamat atas pernikahannya maaf saya tidak bisa hadir karna ada perjalanan bisnis ke Paris"

__ADS_1


" Iya tidak apa - apa pak, kami permisi mau pesan kamar"


" Iya silahkan pak Danil" pria itu menatap punggung sepasang suami istri dengan tatapan penuh arti.


__ADS_2