
" Inikan vidio di cafe waktu aku lihat mas Da dan Mona di sana? apa maksud orang itu mengirim vidio ini padaku? " Gumam Novi melihat vidio yang masih berputar di layar hpnya.
Menampilkan Danil, Jonathan dan Mona masuk ke dalam cafe dan duduk di bangku privasi tak lama datang seorang pria menyodorkan map yang dia pegang di hadapan Jonathan, pria itu duduk sebentar menunggu berkasnya yang sedang di tanda tangani Danil setelahnya pria itu keluar dari cafe.
Makanan sudah tersaji di atas meja, Danil, Jonathan dan Mona makan bersama tanpa ada yang bercerita, wajah Danil dan Jonathan hanya menampilkan wajah dinginnya, sedangkan Mona menampilkan wajah senyum ceria nya.
Tak lama Jonathan pergi keluar dari ruangan menuju toilet, tinggal Danil dan Mona berdua di ruangan, terlihat Mona berdiri mendekati Danil dan mendekatkan beberapa lauk ke hadapan Danil, tapi Danil hanya diam dengan wajah dinginnya. Dan terlihat Novi di dekat pintu ruangan yang sedikit terbuka.
Hanya 5 menit Danil dan Mona berdua setelah itu terlihat Jonathan kembali dan Danil berdiri duluan pergi keluar dari ruangan di ikuti Jonathan dibelakangnya. Sedangkan Mona hanya menatap dua pria dingin itu pergi.
" Apa aku cuma salah faham aja ya, kenapa mereka seperti orang asing? " Ucap Novi lirih.
Lalu Novi membuka vidio yang ke dua.
Terlihat Mona duluan masuk ke dalam restoran dan masuk ke dalam ruang VIP, tak lama Danil datang dan seperti sedang menelpon seseorang, Danil langsung masuk ke ruang VIP, tanpa menyapa Mona yang selalu menampakkan senyuman manisnya, Danil langsung duduk dan langsung menyantap makanan yang sudah di pesan Jonathan, di sini Novi melihat dirinya berada di depan pintu masuk saat Novi ingin pergi ke toilet waktu itu.
Novi keluar dari restoran dan bertemu dengan Jonathan di parkiran, setelah itu Jonathan masuk kedalam restoran langsung menuju ruang VIP, tak lama 2 wanita cantik masuk kedalam ruangan dan hanya berjabat tangan dengan Jonathan sedangkan Danil hanya memberikan anggukan sekali dengan wajah dinginnya. Di ruangan mereka hanya berdiskusi dan akhirnya Danil dan Jonathan pergi keluar ruangan menuju parkiran.
" Aku lihat mas Da dan Mona hanya diam seperti bukan pasangan" Gumam Novi masih menatap hpnya.
" Siapa yang seperti bukan pasangan Nov? " Ucap Sasa yang baru saja masuk ke ruangan bersama dengan Dila dan mas Dedi.
" Sasa... Dila.... Kangen... " Ucap Novi manja merentangkan tangannya. Sasa dan Dila memeluk Novi bersamaan.
" Ayo bilang siapa yang seperti bukan pasangan" Ucap Sasa menyelidik.
" Enggak ada Sa, tadi aku nonton TV ada film adegannya kayak bukan dia yang bukan pasangannya" Ucap Novi bohong.
" Sejak kapan kamu nonton film Nov" Sasa tak percaya.
" Nov gimana sih kejadiannya kok bisa sih... Aku lihat kejadiannya di TV aja ngeri banget Nov, apa lagi kamu sendiri yang ngalami, untung ada orang baik yang mau mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan kamu Nov" Ucap Dila antusias.
" Iya Dil aku juga gak tau gimana, kejadiannya cepat banget, waktu ada mobil yang menyalip mobilku, aku langsung mengarahkan mobilku ke jurang, aku udah pasrah saat itu tapi tiba - tiba ada mobil yang berusaha menahan mobilku, aku sadar dan menginjak rem, eh ternyata mobilnya tepat di tepi jurang untung pria itu cepat keluar dari mobil itu, kalau gak aku gak tau Sa Dil" Novi nampak sangat sedih mengingat kejadian yang tengah di alaminya.
__ADS_1
" Sudah Nov, yang pasti tidak ada korban di sini, semuanya sehat termasuk pria itu, aku kagum tau sama orang yang bantu kamu Nov, keren banget tau gak" Sasa membayangkan wajah Alex.
" Cieee... Ada yang lagi jatuh cinta ini" Ucap Dila mengedipkan matanya ke Novi.
" Iya ni cieee" Timpal Novi.
" Apaan sih" Ucap Sasa malu.
Sedang kan Dedi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah geng best friend.
...****************...
" Jon apa sudah ketemu siapa yang melakukan semuanya? " Danil menatap tajam Jonathan.
" Maaf Nil semua informasi yang aku dapat saat ini masih belum pasti, tapi aku sudah memiliki targetnya" Ucap Jonathan serius.
" Siapa? "
" Bukannya Sinta ada di penjara Jon? "
" Maaf Nil aku kecolongan, aku tidak berpikir kalau akan ada orang berkuasa yang akan menolongnya keluar dari penjara" ucap Jonathan lemah.
" Siapa dia Jon, bukannya keluarga wanita itu tinggal abangnya? "
" Iya Nil, laki - laki yang membantunya adalah pria yang pernah menjadi kekasihnya dulu, kekasih gelapnya karna Sinta adalah wanita simpanannya, dan sekarang pria itu berhasil menguasai harta dari istri sahnya itu dan juga menyingkirkannya dari dunia ini dengan cara merekayasa kematiannya karna kecelakaan" Jonathan berucap sambil menunduk karna perintah Danil belum dapat di selesaikan.
" Bagaimana dengan Mona dan Beni? " Tanya Danil dengan raut wajah yang dingin.
" Untuk Beni aku rasa dia tidak akan melakukan hal yang akan membahayakan Novi Nil"
" Kenapa begitu? bukannya Beni punya dendam karna dia sudah di tolak oleh Novi? " Ucap Danil.
" Beni juga menyukai Novi Nil, Beni tidak mau Novi dalam bahaya, aku tau itu karna aku sudah menyelidiki nya, jadi Beni selalu menghindari Novi karna Mona secara diam - diam menggali informasi tentang Novi" Jonathan melihat Danil menarik nafas panjang.
__ADS_1
" Kalau Mona belum ada gerakan yang mencurigakan, tapi kami tetap selalu mengawasinya Nil"
" Apa Alex terluka Jon? "
" Tidak Nil dia sangat sehat, setelah memberikan penjelasan pada polisi, aku memaksa Alex ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya walau aku harus menyeretnya paksa seperti anak kecil" ucap Jonathan tersenyum tipis mengingat dirinya menyeret Alex yang memiliki badan besar.
" Iya Jon aku mau ucapkan Terima kasih pada Alex karna sudah melindungi gadis kecilku meski harus mempertaruhkan nyawanya sendiri" Lirih Danil.
" Itu semua sudah menjadi tugas kami Nil, kamu jangan khawatir" Ucap Jonathan.
" Iya Nil jangan khawatir aku sangat sehat kok" Alex tiba - tiba masuk kedalam ruangan Danil.
" Hei Lex apa yang kamu lakukan di sini? Dasar pahlawan kesiangan" Ucap Jonathan mencibir.
" Apa yang mau kamu laporkan? " Ucap Danil to the point.
" Aku mendapatkan bukti tentang siapa yang sedang berusaha mencelakai Novi Nil"
" Bukti itu aku dapat waktu aku gak sengaja mendengar percakapan seorang pria yang sedang telponan dengan seseorang, dia menyebut target yang sedang di intainya adalah Novi, jadi aku menyelidiki orang yang mencurigakan itu dan meminta bawahan ku menjaga Novi, dan maaf Nil seharusnya aku yang selalu menjaga gadis kecilmu, karna kecerobohan ku membuat gadis kecilmu harus mengalami kejadian itu" sesal Alex.
" Sudah lah Lex semua itu sudah berlalu, Novi ku pun tidak terluka, karna kamu juga yang sudah menyelamatkan nya, aku ucapkan banyak Terima kasih karna kamu mempertaruhkan nyawamu untuk Novi Lex" Danil menepuk bahu Alex pelan.
" Itu sudah menjadi tugas ku Nil, aku akan mempertaruhkan apa pun untukmu Nil walau nyawaku juga yang akan jadi taruhannya, aku akan lakukan" Ucap Alex serius.
" Jangan lakukan itu Lex, kamu juga harus menjaga nyawamu dengan baik, aku gak mau kehilangan orang - orang yang penting dalam hidupku lagi" Danil menundukkan kepalanya mengingat ke dua orang tuanya yang sudah meninggal dalam kecelakaan.
" Sudah jangan mewek kayak anak cewek aja... Mana buktinya Lex aku mau lihat" Ucap Jonathan mengulurkan tangannya ke hadapan Alex meminta bukti yang di dapatnya. Alex memberikan hpnya ke Jonathan.
Danil dan Jonathan melihat bukti yang ada di HP Alex.
Brak
" Dasar Brengsek" Danil mengepalkan tangannya erat setelah memukul meja di hadapannya.
__ADS_1