Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 91 Kepergian Toni


__ADS_3

Novi menatap nanar gundukan tanah yang masih basah, juga bertabur bunga warna warni dengan patokan kayu atas nama laki - laki yang pernah mengisi hatinya, seorang pria yang pernah sangat mencintainya sampai hembusan nafas terakhirnya pun perasaan pria itu masih tetap sama, bahkan dia melakukan hal di luar pemikiran orang lain untuk bisa mengikat nya dengan menghadirkan seorang putri.


"Ternyata cintamu sebesar itu untukku bang, impian abang untuk mencintai aku sampai ajal menjemput pun terlaksana, kenapa kamu tidak mau membuka lembaran baru bersama wanita yang bisa membahagiakanmu bang" Ucap Novi dalam hati.


Jujur hatinya juga sangat sakit melihat penyesalan yang begitu dalam di mata mantan suaminya, Novi sudah mengingatkan Toni bahwa dia tidak bisa memaafkan pengkhianatan, Toni dengan sadar walaupun terpaksa melakukannya karna ancaman, dan Toni tetap melakukan pengkhianatan itu.


Novi beralih ke gundukan tanah yang masih di penuhi bunga warna warni dengan patokan kayu atas nama Noni Handoko binti Toni Handoko. Gundukan lebih kecil yang ada di samping gundukan tempat peristirahatan terakhir sang ayah, Novi berjongkok dan mengusap pelan patokan nisan anak yang belum pernah dia tau.


"Ini mamah nak... Maafkan mamah yang baru mengetahui tentangmu, mamah bahkan tidak sempat untuk menggendong mu, mencium mu" Sekuat tenaga Novi menahan tangis di depan gundukan putri nya.


"Kamu putri mamah, mamah sangat menyayangi kamu nak, kamu hadirlah di mimpi mamah, mamah ingin sekali memelukmu sayang" Luruh sudah air mata yang di tahan Novi.


"By... " Danil mengusap bahu Novi penuh sayang.


"Sayang ayo kita ke rumah bunda Sarah, kita akan bermalam di sana untuk tahlilan Toni" Ucap mamah Rani, Novi mengangguk sambil menghapus air matanya.


Sesampainya di rumah bunda Sarah, Novi langsung berjalan mendekati foto sang anak yang sangat mirip dengannya.


"Nak... Semua tentang Noni ada di abadikan dalam foto dan vidio, Toni melakukan itu agar semua yang Noni lakukan bisa kamu lihat jika suatu saat kamu dan Noni bertemu, semuanya di simpan rapi di dalam kamar Toni dan Noni, selama ini Noni selalu tidur dengan Toni, dari Noni hadir di dunia ini Toni lah yang selalu ada dan merawatnya, dia ayah juga sebagai ibu Noni, bahkan bunda cuma membantu sekedarnya itupun kalau Toni sedang bekerja, Toni sudah mempersiapkan segala kebutuhan Noni, dari mulai pakaian, susu bahkan takaran susunya Toni yang tau" Bunda Sarah tersenyum dengan mata yang sembab.


Novi melihat Danil untuk meminta ijinnya masuk ke dalam kamar Toni, Danil yang mengerti pun menganggukkan kepalanya.


"Boleh Novi lihat bun? " Pinta Novi penuh harap.

__ADS_1


"Iya sayang tentu, ayo bunda antar ke kamar Toni" Ucap bunda Sarah.


"Ayo mas" Danil mengangguk senang, Novi sangat mengerti dengan perasaannya.


Danil dan Novi melihat kamar yang penuh dengan berbagai macam mainan, terdapat banyak pajangan foto Noni di setiap sudut dindingnya, bunda Sarah membuka lemari pakaian dan mengambil beberapa album juga sebuah HP.


"Ini album, semuanya tentang Noni juga Toni, dan ini HP milik Toni, di sini ada tersimpan vidio dari Noni di dilahirkan ke dunia sampai di makamkan" Bunda Sarah memberikan album juga HP ke tangan Novi.


Novi menerima album dan HP dengan tangan yang bergetar, kalau Danil tidak membantunya memegang, album dan HP yang di pegang Novi akan terjatuh ke lantai.


"Ayo duduk by" Novi mengangguk mengikuti Danil duduk di atas ambal berbulu putih.


Novi melihat beberapa album yang sudah di beri nomor urut di bagian depan album. Novi mengambil album dengan urutan nomor satu.


Novi membuka album dan langsung di suguhkan dengan foto bayi merah yang ada di dalam box bayi, dengan mata tertutup dan bibir yang mungil, hidungnya yang mancung mirip seperti hidungnya.


"Anak ku... " Gumam Novi memegang dadanya.


"Mas Da... Ini anak Novi mas hiks hiks hiks"


"Iya by, dia sangat mirip dengan mu by" Danil mengusap bahu Novi dan mencium keningnya.


Novi dengan pelan membuka setiap halaman album, melihat serta terus mengingat setiap pose di sana.

__ADS_1


Dari mulai foto bayi yang hanya bisa menutup dan membuka mata serta bibir mungil yang hanya bisa menguap dan membuka meminta susu, Toni juga selalu menulis setiap momen anaknya, dari tulisan setiap malam Noni selalu bergadang tapi tidak menangis, hanya mendengarkan cerita sang ayah yang menceritakan tentang ibu kandungnya.


Senyuman pertama Noni, tengkurap pertama Noni, pertama kali Noni merangkak juga berjalan semua Toni tulis tanpa ada yang tertinggal sedikitpun di bawah setiap foto.


Tampak senyum kebahagiaan terpancar dari wajah ayah dan anak di dalam setiap momen itu. Novi hanya bisa mengusap dan tersenyum melihat foto anaknya yang semakin beranjak tumbuh besar semakin terlihat mirip dirinya.


Novi beralih melihat HP Toni.


"Mas... Tolong bukakan vidio dalam HP ini" Danil mengangguk dan mengikuti apa yang di minta sang istri.


Di dalam galeri vidio juga sudah terlihat dengan nama Noni 1,Noni 2 dan seterusnya itu mempermudah Novi untuk melihat anaknya.


Dalam vidio Noni 1 terdapat rekaman di mana bayi merah yang baru melihat dunia menangis sangat keras di pegang oleh doker dan di berikan ke Toni untuk di letakkan ke dadanya, sedangkan wajah Toni tersenyum sambil mengusap punggung bayi mungil yang ada di dadanya. Novi juga melihat Noni yang sedang mengedipkan matanya mendengar suara azan yang di lantunkan oleh Toni di telinga kanannya.


Novi melihat beberapa vidio yang merekam tentang tumbuh kembang anaknya Noni dari mulai tengkurap, merangkak, berjalan sampai bisa berlari, bahkan ucapan pertama yang di ajarkan Toni pada Noni adalah kata "Mamah"


Novi tersenyum mana kala melihat Noni yang sedang bermain dan berbicara meskipun masih belum jelas apa yang di ucapkannya.


Sampai pada vidio di mana Toni menangis tersedu - sedu sambil memeluk tubuh mungil Noni masih dengan perban dan infus yang menancap di tangannya. Terdengar ucapan Toni.


"Anak ayah... Sayang... Buah hati ayah... Bangun nak... Jangan tinggalkan ayah nak... "


"Bangun Noni... Ini ayah nak... Jangan tinggalkan ayah seperti mamah mu nak... Ayah gak bisa hidup tanpa kalian sayang... "

__ADS_1


"Hiks hiks hiks Noni... Anak mamah" Novi juga menangis tersedu melihat tubuh mungil yang sudah tidak bernyawa berada dalam pelukan mantan suaminya.


Danil juga tak kuasa menahan sesak di dadanya, dia juga sampai menitik kan air matanya, melihat sang istri terlihat sangat kehilangan anaknya.


__ADS_2