Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 28 Desa Air Terjun 4


__ADS_3

" Gak...Wulan gak Terima kak" Ucap Wulan protes dengan hasil penilaian juri dan aku lah yang jadi pemenangnya.


" Maksud kamu apa Wulan, kami semua yang ada di sini sudah merasakan masakan kamu dan Novi dan kami sepakat kalau masakan Novi lah yang berhak menjadi pemenang, dari warna yang menggugah selera dan rasanya yang pas" Ucap Sasa menjelaskan.


" Tapi opor ayam punya Wulan yang paling enak di desa Air Terjun ini kak, semua orang di desa mengakuinya" Ucap bangga Wulan pada masakan opor ayamnya.


" Iya aku akui opor ayam punya kamu enak tapi penilaian kami yang berkurang ada di sambal terasinya" Ucap Sasa menjelaskan kekurangan dari masakan Wulan.


" Coba kamu rasa masakan kamu, terus kamu rasa masakan Novi semuanya ya bukan hanya sotonya aja" Ucap Sasa lagi.


Wulan merasakan masakannya sendiri lalu beralih ke masakanku.


" Bagaimana? " Tanya Sasa pada Wulan yang diam setelah merasakan masakan kami.


" Ini hanya kebetulan kak" Jawab Wulan dengan ekspresi wajah tidak suka.


" Ya udah itu artinya kamu mengakui kalau Novi pemenangnya" Ucap Sasa.


Dengan wajah yang kesal Wulan pergi meninggalkan kami ke air terjun.


" Udah gak usah perduli kan Wulan dia memang kayak gitu, dia selalu berbuat yang mengharuskan kita perhatian dengannya" Ucap mas Rangga tiba - tiba.


" Maksud kamu gimana mas? Apa Wulan sering cari perhatian seperti itu? " Tanyaku pada mas Rangga.


" Iya Nov dan itu juga karna Wulan sedang mengincar orang yang dia suka" Ucapan mas Rangga mengagetkan ku.


" Dia suka sama siapa? " Tanya Sasa dengan reflek aku melihat mas Danil yang sedang memainkan HPnya.


" Apa Wulan menyukai kamu mas? " Tanya Sasa pada mas Rangga.


" Gak mungkin aku sering ketemu dengannya " Ucap mas Rangga melihatku


" Itu artinya antara mas Dedi mas Danil dan Jonathan" Ucap Sasa memandang mas Dedi mas Danil dan Jonathan bergantian


" Tapi kalau aku nggak salah tebak Jonathan bukan kandidatnya karna dia baru datang"


" Itu berarti antara mas Dedi dan mas Danil" Ucap Sasa menebak membuat Dila terkejut dan wajahnya berubah masam.


" Dila ternyata udah jatuh cinta sama mas Dedi, baguslah" Ucapku dalam hati melihat wajah masam Dila.


" Aku akan bicara sama Wulan" Ucapku dalam hati melihat Wulan dan mas Danil yang sedang menatapku.

__ADS_1


" Ya sudah kita istirahat yuk" Ucap Dila.


" Kalian duluan aja nanti aku nyusul" Ucapku sama Sasa dan Dila.


Aku lihat mas Danil dan Jonathan sedang bicara mungkin tentang kerjaan, Aku melangkah mendekati Wulan yang sedang duduk di atas baru besar dekat air.


" Untuk apa kak Novi ke sini mau mengejek Wulan karna Wulan kalah gitu" Ucap Wulan menahan emosinya.


" Aku rasa kamu salah faham dengan hubunganku dan mas Danil" Ucapku terhenti melihat Wulan menatapku tajam.


" Aku dan mas Danil tidak ada hubungan apa - apa, seperti yang kamu tahu Aku masih bersuami dan mas Danil tau itu"


" Jadi kalau kamu mau berusaha memikat hatinya ya sudah, kamu tidak perlu mengganggu ku" Ucapku tersenyum melihatnya.


" Tapi saya yang tidak mau" Ucap mas Danil tiba - tiba di belakang ku dan Wulan.


" Mas Da "


" Kak Danil "


Ucapku dan Wulan bersamaan melihat mas Danil dengan pandangan mata kecewa menatapku.


" Dan saya tidak perduli itu tapi apa yang kamu lakukan pada Novi tadi, dengan sengaja kamu melukai tangannya itu saya tidak terima, Dan saya akan menuntut kamu akan hal itu" Ucap mas Danil serius.


" Itu sudah tindakan kriminal, kamu bisa melakukan itu pada orang yang ada di desa ini tanpa ada perlawanan tapi tidak dengan saya" Ucap mas Danil lagi.


" Ta tapi kak Da" Ucap Wulan gugup.


" Jangan kamu panggil saya seperti itu" Bentak mas Danil sambil menunjuk wajah Wulan menahan amarahnya hingga tubuh Wulan reflek mundur satu langkah ke belakang.


" Kak Novi boleh panggil kak Danil seperti itu" Ucapan Wulan langsung di potong mas Danil.


" Hanya Novi yang boleh memanggilku, ha nya No vi" Ucap mas Danil penuh penekanan.


" Tapi kenapa? Kak Danil tau kan kalau kak Novi masih bersuami? Apa kalian selingkuh? " Tanya Wulan menatap tajam.


" Jaga mulutmu sialan" Umpat mas Danil pada Wulan dengan wajah memerah tangan kiri mengepal kuat dan tangan kanan melayang ke atas hendak menampar Wulan tapi langsung ku tahan dengan memegang tangan kanannya.


" Jangan mas Da" Ucapku memegang tangan kanan mas Danil.


" Novi bukan wanita seperti itu, dia wanita baik - baik yang berhak mendapat kebahagiaan" Ucap mas Danil menatapku dalam.

__ADS_1


" Kalau dia wanita baik - baik mengapa dia dekat dengan kamu kak sedangkan dia masih bersuami, apakah ada wanita baik - baik seperti itu" Ucapan Wulan sangat menyakitiku hingga aku terdiam.


" Apakah kamu tidak bercermin? Sebelum kamu menganggap wanita lain hina? " Tanya mas Danil pada Wulan.


" Apa maksud kamu kak? " Tanya balik Wulan


" Apakah kamu juga wanita baik - baik? " Tanya mas Danil.


" Tentu saja, Wulan masih sendiri tidak punya kekasih apa lagi suami, Wulan masih bebas menjalin kedekatan atau hubungan dengan siapa pun termasuk kak Danil yang juga sendiri" Ucap Wulan menatapku sinis.


" Apakah wanita baik - baik pergi ke warung remang tempat wanita menjajakkan tubuhnya? "


" Apakah wanita baik - baik mau menemani lelaki hidung belang minum minuman memabukkan? "


" Apakah wanita baik - baik mau tidur dengan siapa saja yang mau membayarnya dengan harga mahal"


" Kamu memang masih sendiri tanpa ada hubungan apapun dengan siapapun, tapi kamu menjajakkan dirimu pada semua laki - laki yang membayar mu, apa itu di sebut wanita baik - baik? " Ucap mas Danil membuat aku tercengang.


" Ka kak Danil kau" Ucap Wulan terbata mungkin apa yang di katakan mas Danil benar.


" Apa kamu mau saya kirim bukti vidio kamu yang sedang melakukan adegan ranjang dengan pria yang membayar tubuh mu? " Ucap mas Danil menatap jijik Wulan.


" Dengan bertingkah polos kamu mau menjerat saya"


" Itu tidak akan bisa terjadi, hanya wanita yang aku inginkan yang bisa menyentuhku" Aku terkejut mendengar kata terakhir mas Danil.


" Iya aku memang menyukaimu sejak pertama bertemu kak Danil, ketampananmu juga sikap dingin mu membuatku ingin memilikimu walau hanya teman tidur di atas ranjang" Ucap Wulan tersenyum manis menatap mas Danil yang sedang menatapku.


" Tapi saya tidak mau denganmu apalagi menyukaimu jadi jangan mengharapkan apapun lagi dariku, juga jangan pernah lagi mengusik Novi jika tidak, bersiaplah dengan konsekuensi yang akan kamu dapat" Tegas mas Danil dengan menunjuk wajah Wulan dengan tatapannya yang tajam bak elang yang mau menerkam mangsanya.


" Andai bang Toni tegas seperti mas Da mungkin rumah tanggaku tidak akan hancur seperti sekarang" Ucapku dalam hati mengingat penghianatan bang Toni.


" Iya kak Wulan akan menjauh dari kalian tapi tolong jangan menyebarkan vidio atau apapun itu aku menjual tubuhku untuk membantu meringankan sekolah adik - adikku kak" Ucap Wulan.


" Wulan kamu bisa mencari pekerjaan yang lain yang lebih baik, tidak dengan menjual tubuh juga lan... " Ucapku iba pada kehidupan Wulan.


" Tidak ada yang mau menerima aku bekerja hanya dengan mengandalkan ijazah SMP kak Novi" Ucap Wulan melemah.


" Wulan apa kamu mau meninggalkan pekerjaanmu di warung itu dan menjalankan kehidupanmu menjadi lebih baik jika aku memberimu pekerjaan? " Tanyaku pada Wulan.


" Wulan mau kak" ucapnya dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


__ADS_2