
Bukh
Danil memukul Alex untuk meluapkan semua sesak di dadanya. Alex hanya diam tidak mengelak dari pukulan Danil, karna memang dia salah tidak menjaga Novi dengan baik hingga Novi menghilang dari pantauan nya.
"Sudah Nil ayo cepat kita cari Novi" Ucap Jonathan melihat dua sahabatnya bergantian.
Danil mengangguk dan berjalan terlebih dulu dan masuk ke dalam mobil Alex.
"Di mana terakhir kali kamu kehilangan jejak Novi Lex? " Tanya Jonathan menyelidiki.
"Di supermarket Jon, tadi waktu Novi keluar dari rumah, langsung minta ke supermarket dan gak mau di antar ke dalam karna cuma sebentar katanya, maaf Nil seharusnya aku gak mengikuti apa kata Novi" Sesal Alex.
"Itu juga bukan salah kamu Lex, Novi pergi karna aku" Ucap Danil bergetar menahan tangis.
Danil melihat kertas yang masih ada dalam genggamannya, di lipatnya kertas yang sudah di bacanya dan memasukkannya ke dalam saku jasnya. Pandangan mata Danil langsung terfokus pada amplop putih bertuliskan nama rumah sakit.
Danil sudah berpikir yang macam - macam, pikiran negatif terus bermunculan, takut kalau istrinya memiliki penyakit yang berbahaya, dengan cepat Danil membuka amplop putih itu dan membukanya.
Terlihat gambar USG 3D di sana atas nama Novitria Lestari. Tangan Danil gemetaran, air matanya mengalir tanpa di perintahkan.
"Novi.... Maafkan mas by... " Teriak Danil, membuat Alex menginjak rem secara mendadak.
Alex dan Jonathan melihat Danil begitu sangat frustasi.
"Nil... Tenangkan dirimu, ada apa Nil? Apa yang terjadi? " Tanya Jonathan.
Danil menyodorkan hasil USG yang ada di tangannya ke hadapan dua sahabatnya. Jonathan mengernyit kan alisnya sambil meraih hasil USG yang ada di tangan Danil.
"Novi hamil dan Novi ingin mengatakan kabar bahagia itu langsung padaku, tapi aku dengan kejamnya mengatakan hal yang menyakiti hatinya hiks hiks hiks, suami macam apa aku ini... Istri lagi hamil tapi aku" Danil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ya... Itu sebabnya kamu bertingkah sangat aneh akhir - akhir ini Nil, dan apa yang di rasakan wanita hamil kamu yang rasakan, aku baru lihat ini nyata, sering aku dengar kalau istrinya yang hamil tapi yang merasakan mual, muntah dan ngidam itu suaminya, karna suaminya sangat mencintai istrinya jadi suaminya rela merasakan apa yang di rasakan istrinya yang tenga hamil" Ucap Jonathan.
"Iya Jon.. Akhir - akhir ini aku sering mual dan muntah tapi hanya pagi hari, aku selalu ingin terus berada di dekat istriku karna aroma tubuhnya sangat menenangkan" Timpal Danil.
__ADS_1
"Dan anakmu membalas langsung sakit hati mamahnya yang sudah kamu sakiti, dengan cara menyiksamu saat istrimu sedang hamil" Ucap Alex yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jonathan, tapi dengan santainya Alex mengedik kan bahunya.
"Tapi... Kenapa beda ya sama punya Cahaya dulu, apa bayimu ada dua ya Nil? " Ucap Jonathan melihat hasil USG Novi dengan teliti.
Danil langsung merebut hasil USG dari tangan Jonathan, Alex yang penasaran pun melihatnya dengan mencondongkan tubuhnya ke belakang.
"Iya Jon aku akan punya dua bayi" Ucap Danil sambil tersenyum.
"Waahh selamat ya bos" Ucap Jonathan dan Alex bersamaan, mereka begitu bahagia mendengar Danil akan memiliki anak, sampai mereka lupa tujuan mereka pergi untuk mencari Novi.
"Eh kenapa kita diam di sini... Jalan Lex kita lanjutkan cari Novi" Ucap Jonathan.
"Iya iya aku jadi lupa" Ucap Alex sambil nyengir kuda, sedangkan wajah Danil terlihat sedih kembali sambil mengusap gambar USG buah hatinya.
"Kamu udah periksa ke dalam supermarket nya Jon? " Tanya Jonathan setelah mereka berada di depan supermarket di mana Novi belanja.
"Udah Jon, aku juga udah periksa CCTV didepan supermarket ini, aku lihat Novi berjalan dari samping sana" Ucap Alex sambil menunjuk gang yang ada di samping supermarket.
"Aku juga udah cari ke arah situ tapi gak ketemu" Ucap Alex lagi.
"Kalau Novi gak ada di sana..." Ucap Jonathan yang langsung di potong Danil.
"Aku akan Terima hukuman dari papah Rafa" Ucap Danil dengan pandangan kosong.
Danil merasakan ada benda kecil di tangannya, di ambilnya dan di lihat, ternyata itu adalah kamera yang selalu Novi pasang di kemejanya kalau Novi tidak ikut bekerja dengan Danil.
"Dengan benda sekecil ini kamu ingin melindungi ku dari semua wanita yang ingin merebut ku darimu by" Ucap Danil dalam hati, dia memasangnya di kemejanya lagi. Berharap kamera itu masih terhubung oleh istrinya Novi.
Memang Danil berpikir kalau Novi memasang kamera itu karna Novi belum percaya padanya, belum percaya akan kesetiaan Danil pada Novi dan akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh Toni.
Tapi ternyata apa yang di pikirkan nya salah, ternyata Novi hanya ingin melindunginya.
"Sudah sampai Nil" Ucap Alex menyadarkan Danil dari lamunannya.
__ADS_1
Danil keluar dari mobil Alex dan menatap rumah kedua orang tua istrinya, berharap sang istri berada di dalam rumah itu.
"Aku akan masuk sendiri Jon" Ucap Danil pada Jonathan yang hendak mengikutinya.
"Tapi Nil" Danil tidak menghiraukan Jonathan, dia melangkah masuk ke dalam rumah papah Rafa dengan hati yang gelisah.
Di lihatnya papah Rafa dan mamah Rani sedang duduk di ruang tamu, mereka tidak mengetahui bahwa Danil tengah berjalan ke arah mereka, karna mereka tengah bercerita dengan sangat bahagia anaknya Novi hamil bayi kembar.
"Assalamu'alaikum pah mah" Salam Danil.
"Waalaikumsalam" Jawab papah Rafa dan mamah Rani bersamaan.
Mamah Rani melihat ke belakang Danil, tapi tidak terlihat Novi di sana.
"Novi di mana nak" Tanya mamah Rani dengan wajah yang tersenyum.
"Berarti Novi gak pulang ke sini" Ucap Danil dalam hati.
Tubuhnya langsung luruh ke lantai, Danil terisak pilu, papah Rafa dan mamah Rani menjadi bingung.
"Ada apa Nil, ayo kamu berdiri" Ucap papah Rafa membantu Danil untuk berdiri dan membantunya duduk di atas sofa.
"Maafkan Danil pah.. Mah.. " Danil bersimpuh di hadapan ke dua orang tua Novi.
"Ada apa nak? " Ucap mamah Rani menyentuh bahu Danil yang bergetar karna menangis.
"Maafkan Danil mah, karna Danil Novi pergi mah" Ucap Danil sambil menunduk tidak ingin melihat mata mamah Rani yang kecewa karna ulahnya.
"Apa maksudnya nak? tadi Novi bersih keras menemui mu karna ingin mengatakan bahwa dia tengah hamil, terus kenapa anak mamah pergi? bukannya ini yang kalian inginkan? " Ucap mamah Rani sambil mengguncang bahu Danil.
"Tenang dulu mah, kita dengarkan dulu cerita Danil" Ucap papah Rafa menengahi.
"Maafkan Danil mah.. Pah... " Danil menarik nafas panjang agar bisa menceritakan semua yang telah terjadi, dengan tubuh yang masih bersimpuh Danil menceritakan semuanya, Danil menceritakan sejak awal Danil ke dalam rumah dan menemukan obat pencegah kehamilan. Sampai Novi hilang tanpa jejak.
__ADS_1
"Mas... Gimana dengan anak kita mas... Kemana Novi pergi, keadaan nya sedang hamil mas... " Ucap mamah Rani sambil terisak.
"Ayo kita cari Novi mah"