Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 53 Kesedihan Danil


__ADS_3

Danil melangkah mendekati meja Novi untuk meletakkan kertas - kertas yang ada di tangannya. Tapi tangan Danil berhenti ketika melihat HP Novi yang masih menampilkan gambar dirinya dan seorang wanita seksi di sana.


" Ini kan aku dan Mona" Gumam Danil melihat gambar dirinya dan Mona sedang makan dengan suasana yang romantis. Walau dalam gambar Danil hanya memperlihatkan punggungnya saja tapi Danil sangat yakin itu adalah Dia.


Danil menggeser layar di HP Novi menampilkan gambar dirinya juga Mona di sana tapi di tempat yang berbeda.


Danil kembali mengingat kejadian saat Novi menceritakan tentang pengkhianatan Toni pada Sasa, Dila dan mamah Dila, saat itu walaupun Danil membicarakan bisnisnya dengan papah Dila dan Dedi tapi Danil juga memasang telinganya mendengarkan cerita Novi yang sudah di khianati oleh Toni, Novi bahkan merekam sendiri keintiman Toni dan Sinta waktu itu, Novi dengan hati yang kuat merekamnya untuk bukti dan untuk menguatkan hatinya agar tidak terasa sakit.


" Apa karna ini Novi menghindar dariku" Gumam Danil. Danil ingin menghapus foto itu dari HP Novi tapi di urungkan nya karna itu HP Novi, Danil mengirim tiga foto, dua foto dirinya dan Mona dan satu foto Novi yang berpose sangat imut, memakai piyama dengan wajah tanpa riasan juga rambut yang tergerai tersenyum manis ke hpnya.


Danil meletakkan HP Novi ke tempat semula dan Danil berjalan menuju ke sofa duduk di sana melihat foto imut Novi yang baru saja di curi nya.


" Mas Da" Novi memegang dadanya terkejut melihat Danil sudah ada di ruangannya.


Danil melihat Novi dengan wajah tanpa ekspresi.


" Ada apa mas ke ruangan ku? "


" Kalau ada hal yang ingin di bahas, mas hubungi Adi aja, maaf mas aku harus pulang mamah menunggu ku di rumah karna anak gadis nya belum pulang" Novi berusaha berucap setenang mungkin, mengatur nafas agar kerja jantungnya bisa normal lagi.


Tapi ternyata detak jantungnya semakin cepat saat melihat wajah tampan Danil tersenyum sangat manis di hadapannya.


" Aduh... Ini cobaan hati, kenapa senyuman si kutub ini manis banget sih... Ingat Novi dia sudah ada yang punya" Ucap Novi dalam hati.


" Nov... Apa mas ada salah sama kamu? kenapa kamu selalu menghindar dari mas" Danil tidak ingin ber basa basi, dia sudah tidak ingin di jauhi Novi lagi.


" Mas Kenapa sih... Aku gak merasa kalau aku menghindari mas, aku hanya gak mau ada yang tersakiti kalau kita terlihat dekat mas" Novi melangkah ke meja kerjanya tapi tubuhnya terhuyung ke tembok di himpit tubuh atletis Danil hingga tatapan mata mereka bertemu. Novi menunduk tidak berani menatap Danil, tapi tangan kekar Danil menyentuh dagu Novi hingga Novi menatap kembali mata tajam Danil.


" Novi... " Suara berat Danil terdengar di telinga Novi membuat degupan jantung Novi semakin cepat seperti ingin melompat dari tempatnya.

__ADS_1


" Mas" Novi mendorong tubuh atletis Danil dan berhasil keluar dari himpitan tubuh Danil.


Novi berlari keluar dari ruangannya menuju kamar Wulan dan menutup pintunya rapat.


" Mas Da kamu sama seperti bang Toni, sudah punya kekasih tapi kamu masih dekat dengan wanita lain dan aku benci itu" Ucap Novi memegang dadanya sendiri entah kenapa hati dan ucapannya sangat bertentangan.


Danil hanya melihat punggung Novi yang sedang berlari menjauhinya, dengan langkah gontai Danil keluar ruangan dan mengeluarkan hpnya.


" Jon berkasnya belum di tanda tangani Novi, ayo kita kembali aku tunggu di parkiran" Tanpa mendengar jawaban dari Jonathan Danil menutup panggilannya.


" Bos" Jonathan melihat Danil bersandar di mobilnya sambil melamun. Melihat Jonathan Danil membuka pintu mobil dan menutupnya kasar. Jonathan hanya menghela nafas panjang.


" Pasti ada sesuatu" Gumam Jonathan duduk di depan kemudian mobil.


Danil hanya memejamkan matanya duduk bersandar di bangku belakang mobil, sedangkan Jonathan hanya sesekali melirik bosnya melalui kaca spion depan mobil, meski pun Jonathan sangat penasaran dengan kejadian apa yang menimpa bosnya, tapi dia juga tidak ingin bertanya juga mengganggu bosnya itu.


Hati Jonathan juga ikut merasakan kesedihan hati atasan sekaligus sahabatnya itu, sampai tiba di perusahaan pun Danil hanya memasang wajah dinginnya sampai masuk ke ruangannya, tidak ada satu karyawan pun yang berani menyapa atasannya yang tengah memasang wajah tampan nan dingin itu.


Ting


Ting


Pesan masuk ke HP Jonathan.


" Ini" Jonathan menautkan kedua alisnya melihat dua foto yang di kirim Danil.


" Itu aku dapat dari HP Novi, dan aku yakin ini sebab gadis kecilku menghindari aku"


" Aku masih ingat bagaimana cara gadis kecilku melindungi hatinya sendiri dari rasa sakit yang dia rasakan"

__ADS_1


" Dan itu yang Novi rasakan saat ini, melindungi hatinya agar tidak tersakiti lagi" Lirih Danil.


" Ini foto kamu dan Mona di dalam cafe, padahal waktu itu aku juga ada Nil" Ucap Jonathan sambil mengingat lagi kejadian di cafe itu. Jonathan mengambil nafas kasar saat mengingat bahwa dia ada pergi ke toilet sebentar waktu itu.


" Ya seperti yang kamu pikirkan Jon, pada saat kamu ke toilet hanya ada aku dan dia di sana" Danil menebak tepat apa yang di pikirkan Jonathan. Wajah Jonathan berubah dingin.


" Dan satu lagi di restoran, aku ingat waktu aku masuk ke dalam restoran, aku bertemu dengan Novi di parkiran yang sedang membeli makan siang di restoran itu, aku telat datang karna ada meeting yang harus aku hadiri tapi aku sudah memesan makanannya agar kamu cepat pergi dari rubah itu" Ucap Jonathan dengan wajah dinginnya.


" Cari bukti CCTV di cafe dan restoran Jon"


" Dan jangan biarkan rubah itu mendekatiku, aku sudah muak dengan kepura - puraan nya, karna dia Novi menjauh dariku"


" Apa sudah kamu dapatkan bukti rubah itu untuk ayah angkat ku Jon? "


" Sudah bos tinggal kita eksekusi" Ucap Jonathan mantab.


" Apa sudah kamu jalankan rencana kita Jon? "


" Sudah bos, besok bisa di lihat hasilnya" Danil hanya mengangguk.


...****************...


" Astagfirullah... Kak Novi.. Wulan kaget kak, kok kakak ada di kamar Wulan? " Novi hanya nyengir menampakkan gigi nya.


" Kakak mau lihat kamar anak gadis, ternyata bersih, sudah ya kakak mau pulang, bye... " Novi melambaikan tangannya pergi. Wulan hanya menampilkan wajah bingungnya.


Novi pulang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, Novi tidak curiga sedikitpun bahwa dia tengah di ikuti oleh sebuah mobil lain di belakangnya. tapi pada saat Novi melalui tikungan di saat itu juga mobil yang mengikuti mobil Novi tiba - tiba menyalip mobilnya hingga mobil Novi menuju arah jurang.


Novi tidak dapat mengendalikan mobilnya lagi.

__ADS_1


" Aaaaaaaaaaaaaaa"


__ADS_2