
" Novi melihat wanita itu mendekati Danil dan seperti sedang melayani makannya serta senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya, sedangkan Danil hanya diam, Novi tidak bisa melihat ekspresi wajah Danil karna Danil duduk membelakanginya, Novi membidik suasana itu dengan kamera hpnya.
" Mas Da " Ucap Novi dalam hati entah kenapa merasa kecewa melihat Danil dekat dengan wanita lain.
" Aku tidak akan pernah lagi membuat hatiku sakit" Ucap Novi dalam hati melihat Danil dengan wanita yang tidak di kenalnya. Entah kenapa selama Danil membantunya ada rasa aneh dalam hatinya juga degup jantung yang cepat saat berada di dekat Danil.
Novi menggeser duduknya agar tidak melihat Danil.
" Dek Abang salah, Abang mohon dek jangan ceraikan Abang, Abang sangat mencintai kamu dek" Toni menatap lekat Novi.
" bang... Adek gak"
" Abang gak akan menyentuh adek tanpa izin dari adek, Kalau adek masih merasa risih atau jijik sama Abang" Ucap Toni memotong ucapan Novi cepat.
" Abang mohon dek pikirkan lagi dek" Ucap Toni lemah.
" Eh Abang kenapa? Sepertinya Abang kurang enak badan ya?" Novi lihat Toni seperti lemas dan wajahnya nampak sangat pucat.
" Abang gak apa - apa dek, tolong kamu pertimbangkan lagi ya dek" Ucap Toni tersenyum paksa seperti menahan sakit.
" Abang mohon dek, Abang ingin sampai ajal menjemput Abang kamu tetap jadi istri Abang dek" Ucap Toni menatap Novi dalam.
Ting
" Maaf bang mamah sudah menunggu adek" Ucap Novi setelah melihat pesan di hpnya.
" Iya pergilah, Abang harap adek mau merubah keputusan adek" Ucap Toni penuh harap dengan tatapan sendu.
Tanpa menjawab Novi pergi keluar dari cafe, Novi juga tidak melihat ataupun melirik meja di mana Danil duduk.
__ADS_1
Novi mengendarai mobilnya sendiri menuju tempat tinggalnya sekarang yakni rumah kedua orang tuanya.
Setelah 30 menit perjalanan, Novi tiba di halaman rumah dan melihat satu mobil yang Novi kenal terparkir tepat di depan rumah orang tuanya.
Novi masuk ke dalam rumah dan melihat calon mantan mertuanya duduk dengan mamah dan papahnya.
" Assalamualaikum mah... Pah... Ayah Ridho... Bunda Sarah..." Novi mencium punggung tangan kedua orang tuanya juga kedua calon mantan mertuanya.
" Waalaikumssalam" Jawab mereka bersamaan.
" Duduk sini sayang " Mamah Novi menepuk sofa di sampingnya agar Novi duduk dekat dengan mamahnya.
" Bunda Sarah ingin membicarakan sesuatu sama kamu nak" Ucap mamah Novi setelah Novi duduk di sampingnya.
" Ini pasti berkaitan tentang bang Toni " Ucap Novi dalam hati.
" Nak.... Bunda gak tau mau memulai pembicaraan ini dari mana, Bunda tau akibat penjebakan yang di lakukan wanita itu membuat Toni anak Bunda tidak berdaya, Bunda minta maaf ya nak, karna itu juga sudah sangat menyakiti hati kamu hiks hiks hiks" Ucap Bunda Sarah terisak di pelukan Ayah Ridho.
" Ayah... Bunda.... Novi juga sudah pernah mencoba untuk mempertahankan rumah tangga kami tapi Novi gak sanggup yah..."
" Novi" Ucap Novi yang matanya sudah mulai ber kaca - kaca entah kenapa bicara dengan orang tua membuatnya lemah.
" Novi sayang hiks hiks hiks" Ucap Bunda Sarah mendekati Novi memeluknya dan akhirnya isak tangis Novi juga terdengar.
Selama ini Novi bisa memendam semuanya sendiri bahkan air matanya sudah tidak bisa keluar, namun kini di hadapan para orang tua yang sangat Novi hormati dia tidak sanggup menahannya dan berakhir menumpahkan segala sesak di dada yang selama ini di tahannya.
Apakah Novi masih mencintai Toni suaminya?
Jawabannya adalah masih, tidak mudah bagi Novi untuk jatuh cinta pada seorang pria bahkan dulu saat Toni mengejarnya pun butuh waktu hampir satu tahun, dan atas kegigihan Toni yang setiap harinya tidak pernah absen mencari perhatian juga selalu bersikap romantis akhirnya hati Novi luluh juga.
__ADS_1
Akan tetapi prinsip Novi yang di pegang teguh olehnya yang tidak akan memaafkan penghianatan, itu sudah menjadi pedoman baginya, akibat prinsip itu membuat hati Novi teguh untuk menceraikan kekasih halalnya.
Walau Toni melakukan pengkhianatan itu tidak atas keinginannya, tapi Novi sudah sangat kecewa atas kebohongan yang selama ini Toni katakan padanya, juga sikap tidak tega Toni yang tidak bisa tegas dengan Sinta, membuat Novi berpikir jika suatu saat nanti Toni akan melakukan hal yang sama lagi padanya.
Novi juga sudah berusaha memperbaikinya akan tetapi otak dan tubuhnya juga ikut menolak Toni.
" Sayang... Bunda minta maaf ya... Didikan bunda lah yang salah, hingga anak bunda sampai tega menyakiti kamu nak, walau itu atas dasar ancaman wanita itu, tapi Toni juga mengikutinya"
" Bunda mengerti, sangat mengerti bagaimana perasaan kamu nak, Bunda mungkin juga akan bersikap seperti kamu karna anak bunda sudah sangat jauh melangkah akibat ketidak ber dayaan nya, yang sangat takut kehilangan kamu, tapi karna sikap yang tidak berdaya itulah yang membuatnya harus kehilangan kamu nak"
" Saat ini anak bunda harus menerima semua kenyataan kalau kamu akan lepas darinya, Toni sangat menyesali nya nak, bahkan tanpa ragu Toni menghilangkan jejak yang pernah di sentuh wanita itu sayang"
" Anak bunda sangat mencintai kamu nak, dari dulu Toni sangat mencintai kamu, dulu Toni tidak pernah mengenal wanita karna yang selalu dia kerjakan adalah membantu keluarganya ayah, bunda juga Ririn adiknya"
" Saat Toni melihat kamu, Toni selalu cerita sama bunda bahwa ada wanita yang sangat cantik juga baik, selalu baik sama semua orang, baik teman maupun orang sekitarnya, Toni ingin sekali memiliki pendamping hidup seperti kamu nak"
" Bunda selalu menyemangatinya untuk bisa mendapatkan mu, berulang kali Toni seperti putus asa mengejar kamu, karna banyak pria yang mengejar kamu, juga tidak percaya diri karna pria yang mengejar kamu adalah pria dengan latar belakang yang tidak main - main"
" Tapi akhirnya Toni berhasil mendapatkan kamu dan juga menikahi kamu, saat itu bunda melihat pancaran penuh kebahagiaan dari matanya, saat melihat kamu penuh dengan cinta, memperlakukan kamu penuh kasih sayang"
" Ada mimpi yang sangat Toni inginkan yaitu menua bersama kamu nak, mencintai kamu sampai ajal menjemputnya hiks hiks hiks" Bunda Sarah menggenggam erat tangan Novi, menantu yang sangat di cintai anaknya.
" Novi ... Ayah juga minta maaf atas semua kesalahan yang Toni lakukan yang sudah sangat menyakiti kamu nak, sekarang kami pasrah apapun keputusan kamu akan kami terima nak"
" Kami akan berusaha menghibur Toni untuk bisa menerima kenyataan bahwa cintanya sudah lepas dari genggamannya" Ucap Ayah Ridho lemah.
" Bunda juga akan ikhlas menerima semua keputusan kamu nak, tapi bunda mohon jangan putuskan silaturahmi kita nak, nak Novi sudah bunda anggap anak sendiri"
Ting
__ADS_1
" Bunda kita harus pamit, Toni masuk rumah sakit Bun" Ucap ayah Ridho mang khawatirkan keadaan Toni
" Apa... "