
Tengah malam di saat semua orang memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuh, tapi Danil dan Novi sedang melakukan perjalanan pulang ke rumahnya yang ada di kota.
Mereka menempuh jalan di malam hari karna tidak ingin membahayakan Novi, istri tercintanya yang sedang mengandung buah hatinya, karna laporan dari Alex mengatakan bahwa ada orang yang berniat jahat pada Novi.
Walau dalam hati Danil sangat mengkhawatirkan keselamatan Novi, tapi Danil berusaha bersikap biasa agar Novi tetap tenang dan tidak kepikiran juga membahayakan anak yang ada dalam kandungannya.
"By... kamu tidur aja, nanti kalau sudah sampai mas akan bangunkan, kasihan anak kita by nanti kecapean" Danil mengusap perut Novi dengan sangat lembut.
"Tapi Novi gak bisa tidur mas"
"Ayo rebahkan kepala kamu di paha mas" Novi mengikuti keinginan Danil, merebahkan tubuhnya dengan kepalanya ber bantal kan paha Danil.
Danil mengusap lembut rambut Novi agar perlahan bisa memejamkan matanya untuk tidur. Lama Novi memejamkan mata dan akhirnya Danil mendengar dengkuran halus dari nafas Novi.
"Jon gimana dengan Alex? "
"Tenang Nil Alex dan anak buahnya sudah siap siaga, mereka mengamankan kita dari setiap penjuru, jadi kamu jangan khawatir takut nanti Novi juga akan ikut khawatir dan membahayakan kandungannya"
"Ya Jon aku sangat mengkhawatirkan Novi, aku gak mau kehilangan mereka, aku sangat mencintai nya Jon" Ucap Danil tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah cantik Novi yang sedang terlelap. Dan satu tangannya mengusap perut Novi.
"Iya aku tau perasaanmu Nil"
Jonathan tentu sangat memahami perasaan Danil, mereka tumbuh bersama sedari kecil, suka duka kehidupan juga bersama mereka lewati, tentu Jonathan sangat paham bagaimana karakter Danil.
"Gimana dengan wanita itu Jon? "
"Sebenarnya Atik sangat menyayangi Novi Nil, tapi karna mereka mengancamnya akan membunuh keluarganya yang ada dalam sekapan mereka, maka mau tidak mau Atik melakukan apa yang mereka inginkan Nil"
Danil mengambil nafas dalam - dalam, untung Alex cepat memberinya kabar jadi Danil selalu waspada karna orang yang ingin mencelakai Novi adalah orang yang tinggal satu atap dengannya, bahkan sangat di percayai oleh Novi.
__ADS_1
Mbak Atik dialah yang menjadi mata - mata musuh Danil yang ingin mencelakai Novi, dan syukurnya Alex mengetahuinya. Pergerakan mbak Atik yang mencurigakan membuat Alex yang mengawasi Novi mencoba menyelidiki mbak Atik, dan ternyata para musuh Danil menculik keluarga mbak Atik untuk di jadikan tawanan, agar mbak Atik mau melakukan keinginan mereka untuk mengetahui pergerakan Danil juga Novi.
Tapi Alex menggagalkan nya, Alex melepaskan keluarga mbak Atik dari tangan musuh dan menempatkan mereka di tempat yang aman begitu pun mbak Atik, yang langsung meminta maaf atas perbuatannya yang terpaksa dia lakukan demi menyelamatkan keluarganya.
Mbak Atik juga bekerja sama dengan anak buah Alex yang sudah mengetahui gerak gerik Atik yang terlihat aneh. Awalnya Danil sangat mencurigai Wulan yang telah menjadi mata - mata, karna sikapnya yang selalu ingin mendekati Danil.
Tapi Danil juga harus tetap waspada pada Wulan, karna orang yang menginginkan sesuatu tapi tidak terpenuhi pasti akan menimbulkan sikap iri dan ingin melampiaskan dengan orang yang di rasa sangat membuat hatinya seolah tersakiti.
Saat di perjalanan Jonathan mencurigai mobil yang ada di belakang mereka tengah mengikuti mereka, tapi Jonathan tidak memberitahukan Danil, karna Jonathan juga belum yakin bahwa mobil yang ada di belakang mereka tengah mengikuti atau juga searah dengan mereka.
Jonathan memelankan laju mobilnya dan melihat apakah mobil yang ada di belakangnya mengikutinya, ternyata mobil itu juga ikut berjalan pelan, di perhatikan lagi mobil yang ada di belakang mereka, mungkin itu adalah anak buah Alex, tapi tidak ada simbol di depan mobil itu yang menandakan mereka bukanlah anak buah dari Alex.
"Nil ada yang mengikuti mobil kita"
Spontan Danil memutar kepalanya ke belakang dan melihat mobil sedan hitam berada tidak jauh dari mobil mereka.
"Iya Nil aku juga memikirkan hal itu"
Jonathan langsung menghubungi Alex.
"Lex ada mobil yang mengikuti kami, Danil gak mau melawan karna ada Novi di sini"
"........... "
"Oke" Jonathan langsung mematikan hpnya. Jonathan melirik Danil yang sudah melihatnya.
"Alex juga udah tau Nil, dia juga memikirkan kalau Novi masih sama kita makanya dia gak kasih tau kita dulu, sebentar lagi Alex akan bergerak dan kita akan menjauh dari mobil mereka, karna di depan ada persimpangan dan anak buah Alex sudah ada di sana untuk menghadang menghadang mereka Nil"
"Hmm jangan sampai Novi menjadi cemas akan ini Jon, gak baik untuk anak kami" Danil mengusap perut Novi.
__ADS_1
"Iya Nil kami akan mengusahakannya"
Jonathan melihat mobil yang ada di belakang mereka juga berjalan pelan, mereka akan sampai di persimpangan, Jonathan menginjak pedal gas dengan perlahan, perlahan tapi pasti mobil yang di kendarai oleh Jonathan dari awal laju yang pelan ke laju yang sedang dan berakhir ke laju yang cepat meninggalkan mobil yang mengikuti mereka sampai mereka berhasil melewati persimpangan dan terlihat sudah ada beberapa mobil anak buah Alex di sana, setelah mobil yang di kendarai Jonathan lewat, para anak buah Alex langsung menutup akses jalan.
"Kerja bagus Jon"
"Iya Nil sekarang kita aman"
Jonathan melajukan mobil dengan kecepatan sedang walau jalan yang mereka lalui sangat sepi, itu semua karna mereka membawa Novi yang sangat lelap sampai tidurnya tidak terganggu dengan aksi Jonathan tadi.
Akhirnya mereka sampai di rumah mewah bernuansa putih gold, rumah mewah Novi dan Danil, Jonathan berhenti tepat di depan pintu rumah Danil.
"Pulanglah Jon, suruh Alex memperketat penjagaan di sini"
"Tapi Nil" Jonathan tidak ingin meninggalkan Danil sendiri karna Jonathan sangat mengkhawatirkan nya.
"Pulang lah temui keluarga mu, Sasa dan Cahaya pasti sudah menunggu kabar dari mu Jon, ada Alex di sini jadi jangan khawatir"
"Baiklah Nil" Ucap Jonathan walau dia berat meninggalkan Danil.
"Cahaya pasti sangat merindukanmu Jon, sudah beberapa hari kamu gak pulang"
"Iya" Jawab singkat Jonathan.
Danil hanya menggeleng kan kepalanya, dan melangkah masuk ke dalam rumahnya sambil menggendong Novi yang masih terlelap menuju kamar yang ada di lantai atas rumahnya.
Danil merebahkan tubuh Novi pelan agar tidak membangunkan istrinya. Di tatapnya dalam wajah cantik Novi, beralih ke bibir ranum Novi yang membuatnya selalu candu. Di kecupnya kilat agar bisa mengobati rasa rindu nya sesaat.
"Jangan pergi lagi dari mas by" Danil merebahkan tubuhnya di samping Novi setelah membuka sepatu juga bajunya, memeluk tubuh Novi dari belakang dan ikut memejamkan matanya tidur.
__ADS_1