Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 64 Ditahan Dulu


__ADS_3

Dengan sigap Danil berdiri karna Novi sudah dekat dengannya dan memegang bahu Novi agar tubuh Novi tidak jatuh, kembali lagi pandangan mata mereka bertemu dengan senyum di wajah masing - masing, momen romantis itu di abadikan oleh Jonathan dengan mata memerah menahan cairan bening yang ingin jatuh di sudut matanya.


" Terima kasih mas Da"


" Iya istriku"


" Ayo duduk... Selesaikan dulu acaranya baru nanti romantis - romantis nya" Ucap papah Rafa membuat pengantin baru itu canggung.


" Ayo sayang cium tangan suami kamu dengan takzim " ucap Mamah Rani.


Novi mengulurkan tangannya ke hadapan suaminya dan di sambut cepat oleh Danil, Novi mencium punggung tangan suaminya dengan takzim dan di sambut kecupan kening yang lama. Acara sakral pun di tutup dengan doa yang di pimpin langsung oleh imam tempat tinggal papah Rafa.


Tidak banyak tamu yang hadir di acara ijab qabul Danil dan Novi, mamah Rani hanya mengundang tetangga dekat rumahnya, juga mengundang imam dan ketua RT di komplek tempat tinggalnya.


Novi juga hanya mengundang Sasa dan Dila sahabatnya karna di kampus dia juga tidak ada teman dekat.


" Nov kok acaranya dadakan? " ucap Sasa. Danil memberikan ruang untuk Novi dan sahabatnya untuk berkumpul bersama.


" Iya Sa sebenarnya ini semua papah dan mamah yang putuskan, aku juga kaget Sa, Dil karna aku masih belum ingin menjalin ikatan apapun dengan pria manapun, aku masih trauma dengan rumah tangga ku sama bang Toni" Lirih Novi.


" Terus kenapa kamu setuju Nov? " kali ini Dila yang bertanya.

__ADS_1


" Mas Danil meyakinkan aku dan aku juga gak mau mengecewakan papah dan mamah, aku yakin pilihan papah dan mamah itu yang terbaik buat aku" Novi memegang tangan Sasa dan Dila erat.


" Tapi aku merasa mas Danil itu sudah cinta sama kamu lama Nov, kalian ingat saat Dila kecelakaan, di rumah sakit aku perhatiin mas Danil selalu melihat Novi, juga di desa Air terjun aku juga lihat mas Danil selalu melihat kamu Nov" Ucap Sasa membuat Novi menatap Sasa penuh tanya.


" Iya Sa aku juga pernah lihat mas Danil mengusap kepala Novi lembut saat kita tidur di rumah mbak Atik di desa Air terjun, waktu kita pindah ke kamar Novi, aku lihat waktu aku masuk kamar setelah bicara sama mas Dedi" Ucap Dila memelankan suaranya saat mengucapkan nama tunangannya.


" Itu artinya mas Danil sudah lama menyukai kamu Nov" Sasa menyentuh dagunya seperti sedang berpikir.


" Iya Sa, mas Danil mengakui kalau dia udah cinta sama aku lama, tapi aku tanya lamanya itu kapan dia bilang nanti akan di ceritakan, aku juga penasaran sih" Novi juga mengusap dagunya.


" Ya udah nanti kalau mas Danil udah cerita kamu kasih tau kami ya,, kami juga penasaran" Novi hanya mengangguk.


" Nov kalau mau istirahat duluan aja nanti mas nyusul, ada hal yang masih ingin mas bahas sama Jonathan" Danil menghampiri Novi yang sedang duduk sendiri karna Sasa dan Dila sudah pamit pulang.


" Kamu sangat cantik istriku istirahatlah mas akan cepat menyusul mu, dan jangan pakai lagi sepatunya" Novi tersenyum tipis dan mengangguk.


Novi merebahkan tubuhnya di atas ranjang besarnya setelah terlihat segar setelah mandi dan berganti pakaian dengan yang lebih santai tak lupa Novi menyiapkan baju suaminya karna sekarang Novi sudah menjadi seorang istri lagi.


" Apa aku bisa menjalankan tugas sebagai istri di atas ranjang? aku takut tubuhku menolak karna bayangan mas Danil dan Mona juga masih melekat di ingatanku, aku masih belum menerimanya karna yang aku lihat Mona sangat mencintai mas Danil tapi waktu itu aku gak lihat reaksi mas Da karna aku cuma lihat punggungnya aja" Gumam Novi, tapi Danil mendengarkan gumaman Novi karna Danil ingin masuk dan melihat Novi sedang bicara sendiri.


" Jadi benar itu yang membuatnya ragu padaku" ucap Danil dalam hati.

__ADS_1


" Nov mas gak akan memaksa kamu untuk percaya sama mas" Novi terkejut karna Danil tiba - tiba masuk ke dalam kamar dan mendengarkan gumaman nya.


" Kamu bisa lihat ekspresi mas di dalam vidio yang sudah di kirim ke kamu, dan mas tidak melakukan apapun dengan Mona juga dengan wanita yang lain hanya kamu yang boleh dekat dengan mas seperti janji kita dulu" Novi menatap heran Danil.


" Seperti janji kita dulu mas? kapan kita janji seperti itu mas" Danil mengikis jarak mendekati Novi dan berbisik.


" Jangan menggoda mas dengan wajah imut kamu Nov" Novi memanyunkan bibirnya dan reflek Danil mengecup sekilas bibir manyun Novi.


" Mas.. Ih suka banget nyuri" kesal Novi dan di balas tawa renyah Danil yang hanya di suguhkan hanya dengan Novi.


" Nov, mas gak akan maksa kamu melakukan kewajiban kamu sebagai istri, jika kamu tidak mengijinkan dan kamu belum siap, mas akan sabar menunggu kamu Nov, tapi jangan kamu suruh mas tidur di sofa ya" Novi melihat wajah yang lugu dari Danil membuatnya gemas dan tanpa sadar Novi tertawa lepas juga menyentuh pipi Danil dengan ke dua tangannya.


" Iya mas Novi gak sekejam cerita di dalam novel, mas suami Novi jadi mas berhak atas Novi tapi jujur untuk saat ini Novi belum bisa melakukan tugas istri di atas ranjang karna Novi takut tubuh Novi menolak sentuhan mas, karna itu yang Novi rasakan saat dengan bang Toni dulu" Novi menunduk tidak ingin melihat Danil.


" Kamu menolak di sentuh Toni? " Danil terkejut bercampur senang mendengar ucapan Novi.


" Iya mas saat Novi mulai mencurigai bang Toni, Novi sudah menjaga jarak dengannya, dan tubuh Novi menolak sentuhannya saat Novi melihatnya juga merekam hubungan intimnya dengan wanita itu, hingga tubuh Novi menolak keras sentuhannya walau Novi berusaha sekuat tenaga untuk tidak menolak tapi nihil Novi seperti jijik kalau di sentuh, maaf mas jika nanti Novi menolak mas" Lirih Novi.


" Mas bisa mencerai... " bibir Novi di bungkam oleh bibir Danil sekilas.


" Jangan ucapkan itu Nov, mas gak akan melepaskan kamu apapun yang terjadi, mas akan menjaga keutuhan rumah tangga kita, asal kamu juga melakukan hal yang sama, kita sama - sama berusaha menjadikan rumah tangga yang bahagia, rumah tangga penuh cinta dan kasih seperti papah Rafa dan mamah Rani" Danil memeluk Novi dan mengusap punggungnya lembut.

__ADS_1


" Itu juga yang aku inginkan mas" Ucap Novi dalam hati. Merasa nyaman dalam dekapan Danil.


" Aku akan menyentuh Novi perlahan hingga Novi terbiasa akan sentuhan ku, sabar ya Danil junior kamu belum bisa masuk ke sarang dulu" ucap Danil dalam hati, menahan sesak di dalam celananya.


__ADS_2