
Alex sudah sangat lama menyimpan rasa pada Novi, istri dari sahabatnya sendiri, sebelum di tugaskan Danil untuk menjadi pengawal Novi, Alex sudah sangat lama mengenal Novi, jauh sebelum Danil menemukan Novi.
Itu juga berawal dari mereka masih kecil, Novi adalah wanita yang sangat baik, Novi selalu memberikan makanan pada anak jalanan, salah satunya ada Alex di sana, saat itu Alex belum mengenal Danil, Novi juga pernah mengobati luka Alex saat Alex di pukul orang karna di kira pencuri, dari saat itu sudah ada timbul getaran walau Alex masih kecil.
Alex berjanji akan menemukan Novi setelah ia sukses dan akan membalas semua kebaikan Novi dengan rasa cintanya yang semakin tumbuh setelah Alex dewasa. Tapi saat Alex menemukan Novi, Alex melihat Novi sudah menikah dengan Toni, membuatnya mundur tapi Alex selalu memantau Novi dari jauh.
Alex lebih mundur lagi akan kenyataan bahwa Danil sahabatnya, orang yang paling berjasa dalam hidupnya mencintai wanita yang di cintai nya juga, karna itu Alex memendam perasaan cintanya dan bertekad akan menjaga mereka dengan nyawanya seumur hidupnya.
Kandungan Novi semakin lama semakin membesar, di tambah Novi mengandung dua bayi sekaligus, membuat perutnya dua kali lipat lebih besar dari ukuran perut yang hanya satu bayi saja. Danil juga sudah tidak merasakan mual lagi.
"Mas... Mamah mau ikut kita membeli peralatan bayi"
"Ya udah ikut aja by.. Jadi kamu gak terlalu capek, jujur mas selalu takut lihat perut kamu yang besar ini by... mas selalu lihat kamu sering meringis mengelus perut mu by, maafkan mas ya by.. " Ucap Danil sambil memeluk Novi dari belakang dan mengelus perut Novi yang buncit.
"Mas kenapa minta maaf, yang ada di dalam perut Novi ini anak kamu lo mas... Anak kita, anak mas sama Novi, udah lama kita menunggu momen ini, momen Novi mengandung buah cinta kita, ya seperti inilah kalau wanita hamil mas, apalagi Novi hamil 2 anak, tapi Novi senang mas, Novi jadi wanita yang sempurna, Novi menikmati semuanya karna ada mas di samping Novi"
"Mas selalu ada saat Novi butuhkan, mas selalu siaga kapanpun dan di manapun mas berada, mas selalu menjaga Novi, melindungi Novi walau itu hal yang kecil, mas tau, semua sikap mas sama Novi, membuat rasa cinta Novi semakin hari semakin besar mas" Danil tersenyum mendengar ucapan Novi.
Danil memegang bahu Novi agar duduk di pinggir ranjang, sedang Danil berdiri di hadapan Novi dan membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan Novi dengan kedua tangannya berada di sisi kanan dan kiri Novi.
"Mas akan melakukan apapun untuk mu by.. Mas juga selalu mencintaimu, sama sepertimu by cinta mas semakin lama semakin tumbuh, mas ingin bersama mu selalu by... I love you my baby" Tanpa mendengarkan jawaban dari Novi Danil langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Novi.
Mengungkung tubuh Novi, setelah merebahkan nya di atas ranjang tanpa melepaskan ciumannya.
"Mas... " Ucap Novi setelah melepaskan ciuman nya melihat mata sendu Danil.
"Mas akan menjenguk anak - anak by" Ucap Danil berat.
"Tapi mas... "
"Bu Sofia bilang boleh sering menjenguk anak kita supaya lancar melahirkan by" Rayu Danil membuat Novi pasrah.
Danil dan Novi pun melakukan penyatuan tubuh dengan sangat hati - hati, rasa cinta dan penuh hasrat mereka salurkan untuk memuaskan pasangannya, sampai pada lenguhan panjang terdengar dari bibir keduanya dan saling memanggil nama pujaan hati.
__ADS_1
"Terima kasih by" Danil mengecup bibir dan perut Novi.
"Lihat by, anak - anak kita senang sekali mas menjenguk mereka" Novi hanya tersenyum sambil merasakan gerakan anak - anaknya di telapak tangannya.
"Ayo by kita mandi" Danil menggendong Novi menuju kamar mandi.
"Novi jalan aja mas, Novi udah berat"
"Mas masih sanggup gendong kamu kok by" Novi meletakkan kepalanya di dada Danil sedangkan tangannya memeluk leher Danil.
"Tapi cuma mandi ya mas"
"Iya by... Mas tau kamu lelah kan by"
"Biasanya Novi lelah juga mas minta lagi" Ucap Novi manyun.
"Hahaha... " Danil tertawa lepas membuat bibir Novi bertambah manyun.
"Ish maaasss"
"Hahaha... Sini mas mandikan"
Novi pun pasrah Danil memandikannya seperti anak kecil, Danil memperlakukan Novi penuh cinta dan sayang, rasa cinta yang sedari kecil hingga sekarang tidak pernah luntur, bahkan tumbuh semakin membesar, hanya Novi yang selalu bersemayam di hatinya.
"Sudah siap, ayo mas" Tapi langkah Novi berhenti melihat Danil hanya berdiri saja.
"Kenapa mas.. "
"Mas merasa kamu semakin cantik by... Gimana kalau kita pesan aja beli perlengkapan untuk anak kita by, mas gak mau kamu di lirik pria lain by.. "
Danil melihat Novi semakin cantik dengan kehamilannya, walau tubuh Novi mengalami kenaikan berat badan sedikit, tapi tubuh Novi semakin padat dan indah, Danil bahkan selalu ingin menjamah nya.
"Mas... Mana ada laki - laki yang mau melirik Novi dengan perut yang buncit ini mas... " Novi jadi gemas dengan suami nya ini.
__ADS_1
"Tapi kamu cantik sekali by... Kalau gitu kamu ganti baju lagi by" Novi melongo mendengarkan ucapan suaminya, bagaimana tidak, sudah 5 kali Novi mengganti bajunya, itu semua keinginan dari Danil, yang katanya baju ini terlalu ketat, terlalu terbuka, terlalu seksi, banyak lagi alasan agar Novi mengganti pakaiannya.
"Mas... Novi capek dari tadi ganti baju terus, ya udah, mas di rumah aja, Novi mau pergi sama mamah aja" Putusnya.
"Huff... Gak by.. Mas harus ikut, Tapi jangan jauh - jauh dari mas ya by" Novi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang tampan tapi manja.
Danil dan Novi pun pergi ke mall untuk membeli perlengkapan bayinya, ternyata mamah Rani pergi dengan papah Rafa, Jonathan, Sasa, cahaya, Dedi, Dila, dan Maya juga tidak mau ketinggalan.
"Mah.. Pah... " Ucap Novi dan Danil menyalami mamah Rani dan papah Rafa.
"Mamah Novi... " Teriak Cahaya dan Maya berlari ke arah Novi.
"Aya... Maya.... " Novi membungkukkan sedikit tubuhnya untuk menyambut Cahaya dan Maya.
"Kalian di sini? sama siapa? "
"Iya mah, Aya ke cini cama mamah Caca juga papah Jo" Ucap Aya.
"Maya juga cama mamah Dila juga papah Dedi mah" Ucap Maya.
"Oh ya.. " Ucap Novi senang.
"Hai Nov... " Sapa Sasa dan Dila bersamaan.
"Hai.. Kalian ikutan juga? ada acara apaan sih? apa kalian mau shopping bareng... Kok gak bilang - bilang sih" Ucap Novi ngambek.
"Hahaha... Udah jangan manyun gitu, kami mau belikan hadian untuk anak - anak kalian, jadi kami bisa gratisan ongkir" Kata Sasa santai.
"Iya Nov, kami udah membagi apa saja yang akan kami hadiahkan untuk anak - anak kalian, jadi nanti akan terpakai semua" Ucap Dila antusias.
"Jadi kalian udah merencanakan semuanya? termasuk mamah"
"Iya" Jawab mereka bersamaan lalu tertawa bersama, tidak mereka hiraukan banyak pasang mata yang memandang mereka.
__ADS_1