
" Maaf kan Abang dek, karna sudah sangat menyakitimu, Abang tau cinta adek masih sama Abang tapi rasa kecewa adek memberikan jarak yang sangat jauh untuk kita walau kita sedekat ini" Ucap Toni dalam hati, tangan Toni menyambut belayan tangan Novi lembut di punggung tangan Toni.
" Selamat pagi cantik" Toni memandang wajah bantal Novi yang masih terlihat cantik.
" Pagi bang"
" Abang udah mandi? siapa yang mandikan? Apa suster yang bantu Abang mandi?" Novi bertanya karna Toni sudah terlihat segar.
" Engga dek, Abang mandi sendiri, abang gak akan pernah mengijinkan siapapun untuk menyentuh Abang lagi dek, hanya adek yang Abang ijinkan menyentuh Abang di manapun adek mau sentuh" Toni senang Novi terlihat seperti sedang cemburu.
" Bukan gitu bang, ya udah adek mandi dulu ya" Ucap Novi masuk ke kamar mandi setelah mengambil handuk dan pakaian ganti.
" Dek tadi Abang terima pesanan paket yang adek pesan" Toni mengangkat paper bag pesanan Novi.
" Iya bang adek pesan alat cukur untuk Abang, lihat tu kumis sama jambang Abang udah kayak hutan" Ucap Novi sambil menunjuk kumis dan jambang Toni.
" Iya Abang tidak sempat mencukur kumis juga jambang Abang, karna Abang cuma mikirin kamu dek" Toni mengusap jambang juga kumisnya sambil tersenyum lebar.
" Bantu Abang ya dek" Minta Toni pada Novi untuk mencukur jambang dan kumisnya.
" Oke, sini adek yang cukur, tapi kalau kena cukuran jangan nangis ya bang hahaha" Ucap Novi bercanda.
" Iya, Abang akan nangis kalau adek ninggalin Abang nanti" Ucapan Toni membuat Novi menghentikan tawanya dan menatap Toni.
" Ayo, katanya mau cukur jambang Sama kumis Abang... kok jadi melamun dek?" Toni melihat Novi hanya diam melihatnya.
" Iya, Abang jangan goyang ya, takut nanti ter iris" Ucap Novi di jawab anggukan kepala Toni .
Novi dengan telaten mencukur jambang dan kumis Toni, sedangkan Toni terus menatap Novi tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik natural Novi yang tidak menggunakan make up, wajah itulah yang sangat di sukai Toni, walau pun Novi tidak merias wajahnya tapi masih sangat cantik.
" Bagaimana Abang bisa melepaskan kamu dek, kamu wanita yang sangat cantik juga baik, Abang hanya bisa menyimpan semuanya dalam hati Abang, Abang harap adek mau menerima Abang kembali" Ucap Toni dalam hati, melihat Novi membersihkan sisa rambut di jambang Toni.
" Oke... Bang Toni udah tampan lagi, gini kan jadi muda balik, enggak kayak tadi nampak tua hahaha" Novi nampak senang bercanda dengan Toni, seolah mereka tidak pernah ada masalah sedikit pun.
" Kamu ya suka bener mengejek Abang" Toni berucap sambil menggelitik Novi, hingga Toni sadar apa yang di lakukan nya.
" Maaf dek Abang reflek" Ucap Toni merasa bersalah sudah menyentuh Novi tanpa ijin darinya.
__ADS_1
" Emmm... Ya udah kalau gitu, sekarang Abang berjemur ya, matahari pagi bagus untuk tubuh kita"
" Adek ambil kursi roda dulu ya bang" Ucap Novi keluar ruangan meminta kursi roda sama petugas rumah sakit.
" Cuacanya cerah ya bang, masih pagi tapi matahari sudah muncul" Novi melihat matahari dengan tangan seperti hormat untuk menutupi sinar matahari yang sudah memancarkan cahayanya, hingga siapa yang menatapnya membuat mata silau.
" Iya dek" Toni selalu menatap Novi.
Novi memandang sekitar taman di rumah sakit, banyak anak - anak bermain dengan keluarganya. Novi tersenyum melihat seorang anak laki - laki membantu anak perempuan yang jatuh saat sedang berlari, mengingatkan nya dengan teman masa kecilnya yang selalu membantunya.
" lima belas menit aja ya bang, jangan lama - lama, lihat ni keringat adek udah kayak orang mandi " Novi berulang kali mengusap keringat di keningnya.
" Udah dek kita masuk aja, kamu kepanasan dek" Toni tidak tega melihat Novi kepanasan hingga banyak keringat keluar dari tubuhnya.
" Sebentar lagi bang, lima menit lagi, ini untuk nutrisi tubuh Abang" Novi melihat Toni dengan senyum manisnya.
" Udah dek yuk kita masuk, Abang juga udah kepanasan" alasan Toni agar Novi mau masuk ke dalam ruangan.
" Ya udah kita masuk" Novi mendorong kursi roda yang di duduki Toni ke ruangan.
" Ayah.. Bunda... " Novi mencium punggung tangan ayah dan bunda Toni.
" Makasih Bun, ini pasti enak, Novi pasti akan habiskan masakan bunda" Ucap Novi berbinar dapat makanan dari bunda Sarah.
" Kamu memang pintar buat bunda tersipu" Ucap bunda Sarah tersenyum malu.
" Bunda kalau lagi malu gitu makin cantik deh" Novi tidak sungkan menggoda bunda Sarah.
" Kamu ada - ada aja sayang, ya sudah makan nanti kamu telat ke showroom" Ucapan bunda Sarah mendapat tatapan mata dari Toni.
" Adek mau ke showroom dek?" Toni memastikan perkataan bundanya.
" Iya bang, maaf ya bang adek tinggal dulu ke showroom, ada pertemuan penandatanganan berkas" Ucap Novi sambil melahap makanannya.
" Iya dek gak apa - apa, tapi adek balik lagi ke sini kan?" Toni bertanya dengan wajah penuh harap.
" iya bang" Novi membersihkan meja tempat dia makan.
__ADS_1
Novi bergegas membersihkan diri bersiap ke showroom.
" Adek tinggal dulu ya bang, Assalamualaikum" Novi mencium punggung tangan Toni di sambut senyuman hangat Toni. Toni ingin sekali mencium kening Novi seperti biasa dia lakukan tapi di urungkan nya.
" waalaikumssalam" Jawab Toni menatap punggung tangannya dan mengecup bekas kecupan Novi di punggung tangannya.
Novi melajukan mobilnya ke showroom, Novi masuk ke dalam showroom dan di sambut sapaan hangat para karyawannya, terutama Adi dan Wulan.
" Selamat pagi buk Novi" Ucap Adi dan Wulan bersamaan.
" Pagi Adi.. Pagi Wulan, Pagi semua..." Novi menjawab sapaan karyawannya dengan senyum cerianya.
" Pak Danil dan Pak Doni sudah menunggu buk Novi di ruangan" Ucap Wulan menatap Novi.
" Eh mereka sudah datang? Apa sudah lama mereka datang lan?"
" Belum buk, mereka juga baru datang buk" ucap Wulan tersenyum.
" Wulan panggil kakak aja seperti biasa, kalau ibu kakak berasa tua" Ucap Novi tertawa.
" Iya kak" Ucap Wulan pada Novi.,
mereka bertiga melangkah menuju ruangan Novi, di ruangan Novi sudah ada empat pria di sana, ada Danil juga asistennya Jonathan, ada Doni juga di dampingi oleh asistennya.
" Assalamualaikum... Maaf ya Novi telat, tapi sepertinya tidak ya, para pria tampan di hadapanku ini aja yang terlalu cepat hadir" Ucap Novi tersenyum.
" Tidak juga nona Novi, kami juga baru saja datang" Ucap Doni.
" Baiklah sini berkas yang akan di tanda tangani" Ucap Novi to the poin.
" Wulan tolong siapkan minuman juga cemilannya untuk tamu kita" Ucap Novi tanpa mengalihkan tatapannya dari kertas - kertas yang ada di tangannya.
Novi juga tidak menyapa Danil seperti biasanya, Novi ingin menjaga jarak sama semua lawan jenis dan menjaga hatinya agar tidak tersakiti lagi.
" Novi kamu harus memeriksa semua berkas sekali lagi dengan teliti" Ucap Danil seperti berbisik.
" Iya terima kasih mas" Ucap Novi tanpa beralih dari kertas - kertas di hadapannya, tidak seperti Novi yang biasa, yang selalu menatap hangat pada Danil.
__ADS_1
" Ada apa dengan mu Nov ?"