
Pagi yang cerah membuat keindahan desa air terjun bertambah indah, pasangan suami istri yang tengah duduk menikmati keindahan desa air terjun di halaman rumah mbak atik menambah kadar suasana yang romantis.
"Pemandangannya indah banget ya mas" Ucap Novi antusias melihat keindahan desa air terjun.
"Iya by" Ucap Danil tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Novi.
"Apa perusahaan mas masih bermasalah? " Ucap Novi tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan yang indah.
"Udah selesai by"
"Besok kita pulang ya mas" Novi mengalihkan pandangannya dari melihat keindahan di hadapannya jadi melihat ketampanan wajah suaminya yang tengah menatapnya.
"Kamu sudah yakin besok kita pulang by.. "
"Iya mas karna lusa jadwal Novi periksa kandungan"
"Beneran by? " Kini Danil yang antusias.
"Iya mas semalam mamah udah ingatkan Novi kalau lusa jadwal ulang periksa kandungan Novi" Ucap Novi mengelus perutnya.
Danil yang duduk di samping Novi mengulurkan tangannya memeluk Novi dari belakang dan mengusap - usap perut Novi yang membuncit.
"Mas ini masih di luar, malu di lihat orang mas" Ucap Novi celingukan takut ada orang yang melihat mereka sedang bermesraan.
"Malu kenapa by... Kita ini suami istri lo by... "
"Iya mas tapi... Aw" Novi berteriak karna tiba - tiba tubuhnya sudah berada di pangkuan Danil.
"Mas... " Novi ingin protes tapi Danil langsung memotong ucapannya.
"Kita ke kamar aja ya by kalau kamu malu" Danil langsung menggendong Novi masuk kedalam kamar mereka.
"Udah mas turunkan Novi, Novi berat mas..."
"Mas masih sanggup gendong kamu by.. " Danil membaringkan tubuh Novi di atas ranjang dan mengukung nya.
Sebenarnya Danil sudah berhasrat dari tadi, karna hanya dengan melihat Novi saja jiwa kelelakian nya meronta - ronta ingin tersalurkan. Danil langsung melahap bibir Novi, mencumbu nya penuh hasrat, Novi hanya menerima apa yang di lakukan suaminya selama kandungannya aman.
Di lepas ciuman penuh gairah itu dengan nafas yang masih memburu, lalu melihat mata Novi dalam.
"Mas selalu menginginkanmu by, entah kenapa hanya dengan melihatmu saja hasrat mas langsung meninggi" Danil mencium leher Novi dan memberi tanda di sana juga dada Novi pun tak luput dari hisapan bibirnya.
Tak ingin menyakiti istrinya Danil pun beranjak dari tubuh Novi, tapi di cegah oleh Novi dengan menahan tangan kekar Danil.
"Novi juga menginginkannya mas" Ucap Novi dengan mata sendu.
"Tapi semalam kita udah melakukannya by.. mas takut menyakitimu dan anak kita " Ucap Danil melihat Novi lekat.
__ADS_1
"Mas akan menyelesaikannya sendiri" Ucap Danil ingin beranjak tapi masih di cegah oleh Novi.
Entah keberanian dari mana Novi merubah posisi menjadi berada di pangkuan Danil dengan tubuhnya yang langsung menghadap ke arah Danil yang duduk di atas ranjang, hingga inti tubuh mereka saling bersentuhan tapi masih terhalang dengan pakaian masing - masing.
Di lingkarkan tangan Novi ke tengkuk leher belakang Danil, melihat lekat mata sayu Danil lalu mendaratkan bibirnya ke bibir tebal Danil. Mereka saling bertukar saliva dan tak ingin mengakhiri, tubuh mereka saling menghimpit, hanya pakaian yang menghalangi. Di lepaskan ciuman yang memabukkan itu dan menatap mata indah milik istrinya.
"Apa gak akan bahaya untuk anak kita by? " Danil melihat Novi menggeleng.
"Gak akan bahaya kalau kita melakukannya dengan hati - hati mas, entah kenapa Novi sangat menginginkannya" Ucap Novi dengan pipi yang merona karna malu.
"Kamu udah mulai nakal by.. Tapi mas suka" Ucap Danil langsung melahap bibir Novi dengan tangan yang juga bekerja membuka pakaian Novi juga pakaian nya.
Tubuh mereka sudah sama - sama polos, tanpa menunggu lagi Danil memberikan kenikmatan dunia untuk sang istri tercinta, perlahan tapi pasti mereka mereguk kenikmatan hingga mengeluarkan suara erotis penuh nikmat dari bibir keduanya.
Sudah entah berapa kali mereka mereguk penyatuan tubuh, hingga tiba akhirnya mereka mengeluarkan lenguhan panjang penuh nikmat dan menyebutkan nama sang pujaan hati.
"Terima kasih by.. Kamu gak apa - apa kan by? " Danil bertanya karna melihat Novi seperti sangat kelelahan.
"Gak mas, Novi cuma lelah hehehe" Ucap Novi sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Dasar kamu by" Danil mencolek hidung Novi dengan gemas.
Danil memakaikan baju Novi dan bajunya sendiri.
"Mas mau apa? " Novi kaget karna Danil menggendongnya lagi.
"Tapi mas nanti ada orang yang masuk gimana? "
"Ya gak gimana - gimana by... Mereka yang malu lihat kita lagi romantis gini" Ucap Danil santai.
Novi memanyunkan bibirnya karna tidak tau akan berkata apa lagi, Danil langsung mengecup bibir Novi karna gemas.
"Mas... "
"Iya by... "
"Iihhh... "
"Hahaha.... " Danil tertawa lepas melihat tingkah menggemaskan sang istri.
Tapi tawanya perlahan menghilang setelah melihat Wulan yang tengah duduk di meja makan dekat dengan kamar mandi yang ingin di masukin oleh Danil dan Novi. Danil tidak ingin bersikap ramah selain pada Novi.
"Udah mas turunin Novi, ada Wulan malu mas" Tapi Danil tidak menghiraukan ucapan Novi, Danil tetap menggendongnya sampai masuk ke dalam kamar mandi.
Lalu Danil keluar melewati Wulan tanpa mau melihat dan menyapanya untuk mengambil termos, membuat air hangat untuk Novi mandi. Danil bersikap seperti itu karna Danil tau dari gerak gerik Wulan masih sangat menginginkannya, Danil tidak akan membuat celah pada siapapun yang akan merusak kebahagiaannya. Kebahagiaan rumah tangganya bersama wanita yang sangat dia cintai.
Mereka mandi bersama dengan saling bercanda dan tertawa bersama, tidak ada kegiatan penyatuan, yang ada mereka saling menggoda satu sama lain. Membuat siapa saja yang mendengarnya merasa iri.
__ADS_1
"Mas kalau badan Novi nanti melar mas masih mau gak sama Novi? " Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Novi mungkin juga karna pengaruh hormon ibu hamil, biasanya orang ngidam suka bertingkah yang aneh - aneh.
"Mas akan Terima kamu by.. "
"Kalau nanti Novi udah keriput dan mulai jelek.. " Belum selesai Novi berucap Danil langsung memotongnya.
"Mas yang akan lebih dulu keriput dan tua by, nanti baby yang gak mau sama mas yang jelek dan tua" Danil merapatkan tubuhnya ke tubuh Novi yang sama - sama sudah memakai pakaiannya.
"Ya gak lah mas... Novi akan selalu menemani mas apapun yang terjadi"
"Begitu juga dengan mas by" Danil mengecup bibir Novi dan melepaskan pelukannya, takut hasratnya meninggi lagi, walaupun hasratnya selalu meninggi saat bersama dengan Novi. Akhirnya mereka keluar dari kamar mandi.
"Maaf ya Wulan, kakak lama, mana berkas yang akan kakak tanda tangani" ucap Novi duduk di meja makan di ikuti oleh Danil yang selalu melindunginya walau hanya duduk di meja makan dengan memegang meja agar perut Novi tidak terbentur meja. Semua itu tak luput dari pandangan Wulan.
"Ini kak" Wulan menyodorkan beberapa map ke hadapan Novi, dan Novi langsung membubuhkan tanda tangannya. Sedang Wulan selalu mencuri pandang kearah Danil yang sedang memainkan hpnya.
"Kapan kakak pulang? "
"Besok kakak pulang Lan, apa ada masalah di showroom? "
"Gak ada kak Wulan cuma ingin tau aja hehehe"
"Ohh... Ini"
"Besok Wulan boleh numpang kak? mobil Wulan lagi gak sehat" Wulan melirik kearah Danil yang biasa saja.
"Kenapa gak pakai mobil showroom aja Lan kalau mobil kamu gak sehat, kalau mogok di jalan kan kamu yang repot" Omel Novi pada Wulan.
"Wulan segan kak" Novi melihat Danil, Danil yang mengerti kalau Novi meminta persetujuannya pun hanya menghela nafasnya.
"Terserah baby aja" Ucap Danil lembut sambil mengusap rambut Novi.
"Ya udah besok kita balik bareng ya Lan"
"Makasih ya kak"
"Kakak balik ke kamar dulu ya Lan" Wulan hanya mengangguk.
"Mas bantu kamu kemasi barang ya by" Novi hanya mengangguk sambil tersenyum.
Ting
Notifikasi di HP Danil.
"Kita pulang sore ini ya by" Ucap Danil serius.
"Kenapa mas? "
__ADS_1
"Mas gak bisa jelasin sekarang, karna ada mata - mata di sini by" Bisik Danil agar orang yang ada di depan pintu kamar mereka tidak mendengarnya.