
"Danil ikut pah" Ucap Danil melihat papah Rafa lalu menundukkan kepala karna melihat tatapan kekecewaan di mata pria paruh baya itu.
"Harus, kamu harus mencari putri kesayangan papah sampai ketemu, jika kamu ingin kami memaafkan mu" Ucap papah Rafa sambil membantu mamah Rani berdiri.
Danil hanya mengangguk dan mengikuti papah Rafa dan mamah Rani berjalan ke luar rumah menuju mobil papah Rafa.
Danil meminta Jonathan untuk menyetir mobil papah Rafa, sedangkan Alex mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Novi.
Mereka mencari Novi di tempat yang pernah Novi singgahi, di mulai dari taman dan jalan menuju perusahaan Danil tapi Novi tidak ketemu juga.
"Sebaiknya papah sama mamah pulang aja dulu, ini sudah sangat larut pah, Danil yang akan mencari Novi pah" Ucap Danil melihat mamah Rani terlihat sangat kelelahan dalam mencari Novi.
Papah Rafa sebenarnya sangat ingin mencari anaknya Novi, tapi melihat sang istri tercinta sudah sangat kelelahan, papah Rafa akhirnya mengalah.
"Antar kan papah dan mamah pulang" Ucap singkat papah Rafa pada Danil yang hanya mengangguk.
Sesampainya di rumah, papah rafa langsung membawa mamah Rani masuk ke dalam rumah, berharap anaknya sudah ada di dalam rumah, tapi Novi tetap tidak ada.
"Papah istirahatlah, Danil yang akan mencari Novi, sekali lagi Danil minta maaf pah" Ucap Danil sambil menunduk, menyesali semua yang telah di lakukan pada sang istri tercinta, karna cemburu Danil sampai kehilangan wanita yang sangat di cintai nya.
Papah Rafa menghela nafas dengan kasar, orang tua mana yang mau kehilangan anak kesayangannya, tapi papah Rafa melihat begitu besar rasa penyesalan di mata menantunya, laki - laki yang sangat di cintai oleh anaknya.
Papah Rafa juga tidak ingin menyalahkan Danil yang sudah sangat menyesali perbuatannya.
"Kamu juga harus istirahat, besok saja lanjutkan mencari Novi" ucap papah Rafa menepuk bahu Danil.
"Gak pah Danil akan lanjut mencari Novi, permisi pah Assalamu'alaikum"
"Waalaikumssalam" Jawab papah Rafa.
Dengan langkah lebar Danil keluar dari rumah papah Rafa, sudah ada Alex dan Jonathan di dalam mobil.
"Nil... Sebaiknya kamu istirahat dulu" Ucap Jonathan.
"Gak Jon, kalau kalian mau istirahat aku akan cari Novi sendiri" Jonathan dan Alex saling berpandangan.
"Ya udah ayo kita lanjut mencari Novi, tapi pastikan dulu kita mau cari ke mana? " Ucap Alex membuat Danil dan Jonathan mulai berpikir.
"Apa anak buahmu belum juga menemukan istriku Lex? "
__ADS_1
"Belum ada kabar Nil" Ucap Alex.
"Kamu kemana by.. " Gumam Danil.
Danil, Jonathan dan juga Alex mencari Novi menyusuri jalanan yang sering di lalui Danil dan Novi, sampai pagi menyapa, tapi tidak ada kabar di mana keberadaan Novi.
Anak buah Alex juga sudah mencari di terminal juga bandara tapi hasilnya nihil. Mereka sudah sangat lelah mencari semalaman.
"Jon tolong kamu handle perusahaan, aku akan terus mencari istriku" Ucap Danil sambil memejamkan matanya.
"Baik Nil aku juga akan mengerahkan anak buahku untuk mencari Novi" Ucap Jonathan yang langsung di anggukan oleh Danil.
Danil berusaha menghubungi HP Novi, tapi masih juga belum aktif, Danil terlihat sangat frustasi. Di lihatnya Alex yang tengah memejamkan matanya.
"Istirahatlah Lex" Ucap Danil membuat Alex membuka matanya cepat.
"Gak Nil, aku akan terus bersama dengan mu mencari keberadaan Novi" Ucap Alex sambil menggelengkan kepalanya.
"Ini perintah" Ucap Danil tidak mau di bantah.
Danil keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu mobil di mana Alex duduk, mau tidak mau Alex keluar dari mobil. Danil mengendarai mobilnya sendiri sedangkan Alex mengikutinya dengan mobil anak buahnya. Alex tidak akan meninggalkan Danil sendiri mencari Novi, Alex juga sangat mengkhawatirkan Danil karna Danil belum ada istirahat dan dalam keadaan yang sangat rapuh.
Alex dengan cepat berlari menuju mobil Danil dan melihat keadaannya, Alex sangat panik karna Danil tidak bergerak sama sekali, dengan cepat Alex membuka paksa pintu mobil dan memeriksa keadaan Danil.
"Nil... Danil... Bangun Nil" Alex terus memanggil Danil sambil menepuk - nepuk pipi Danil agar Danil membuka matanya.
"Maafkan mas by.... Maafkan mas" Ucap Danil tanpa membuka matanya.
"Huff" Alex menghela nafas panjang melihat Danil.
"Kembalilah by... Mas sangat merindukanmu" Racau Danil lagi.
Alex melirik anak buahnya untuk membantunya memapah Danil masuk ke dalam mobil.
"Kita ke rumah sakit" Ucap Alex pada anak buahnya.
Dalam perjalanan tak henti - hentinya Danil terus saja memanggil nama sang istri.
"Bagaimana keadaan nya dok? " Tanya Alex pada dokter yang baru saja memeriksa Danil.
__ADS_1
"Alhamdulillah tidak ada yang perlu di khawatir kan, pak Danil hanya butuh istirahat karna sepertinya dia sangat kelelahan, dan pak Danil sepertinya sangat ingin bertemu dengan orang yang bernama Novi, dia selalu memanggil nama Novi, kalau bisa bawa Novi untuk menemui pak Danil" Ucap pria paruh baya dengan profesi sebagai dokter.
"Iya dok Terima kasih" Ucap Alex.
Pintu ruangan Danil terbuka dan terlihat Jonathan juga papah Rafa dan mamah Rani masuk ke dalam.
"Bagaimana keadaan Danil Lex? " Tanya Jonathan.
"Danil gak apa - apa Jon, dia hanya butuh istirahat dan butuh Novi" Ucap Alex sambil melirik Danil yang sedang berbaring di atas ranjang pasien sambil memejamkan matanya.
"Bagaimana dengan pencarian Novi Jon? " Tanya papah Rafa.
"Kami masih berusaha mencari Novi pah, tapi belum ada perkembangan apa pun, kami sudah melihat CCTV di terminal tapi tidak ada terlihat Novi di sana, di bandara juga seperti itu, kami juga sudah melihat CCTV dari supermarket yang di singgahi Novi, tapi jejaknya hilang saat di jalan" Ucap Jonathan menjelaskan pencariannya.
"Gimana ini pah... Mamah takut Novi anak kita kenapa - napa pah hiks hiks hiks, Novi sedang hamil pah hiks hiks hiks" Mamah Rani terisak di pelukan papah Rafa.
"Papah juga sangat mengkhawatirkan anak kita mah, kita akan terus mencari nya mah, mamah istirahat dulu ya" Mamah Rani mengangguk dan menuruti apa yang di katakan oleh suaminya.
Sudah tiga hari Danil berada di rumah sakit, dan keadaan Danil masih sama, masih terus memejamkan matanya dengan bibir yang terus saja memanggil nama sang istri. Pencarian Novi pun masih berlangsung, tanpa kenal lelah Jonathan dan Alex masih terus mencari keberadaan Novi yang bagai di telan bumi.
"Jon sepertinya Novi sudah tidak ada di kota, kita sudah menyusuri setiap sudut kota Jon, dan hasilnya nihil" ucap Alex.
"Iya apa yang kamu katakan benar Lex" Jonathan juga sudah cukup lelah mencari Novi.
Dret Dret
HP Jonathan bergetar tanda panggilan.
"Halo Sa ada apa? "
"Kamu dimana mas? " Ucap Sasa.
"Mas ada di rumah sakit Sa"
"Siapa yang sakit mas? "
"Danil yang sakit Sa"
"Kenapa mas gak kabari Sasa, pasti Novi butuh teman mas" Ucap Sasa.
__ADS_1
"Kenapa aku melupakan Sasa yang bersahabat dengan Novi" Ucap Jonathan dalam hati.