Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 32 Penangkapan Sinta


__ADS_3

" Mas Toni benar - benar membuang ku" Ucapku lirih menatap mas Toni kembali memejamkan matanya.


Aku pulang ke rumah, di atas ranjang Aku mengingat semua dosa - dosaku yang selalu mencintai suami wanita lain, tapi apa salahku, perasaan ini muncul begitu saja hingga Aku ingin memilikinya, tapi lebih tepatnya menginginkan perhatian dan kasih sayang dari seseorang.


" Bagaimana caraku mengganti uang showroom? " Ucapku cemas memikirkan uang yang harus aku ganti.


Aku ambil HP di bawah bantalku, masuk ke aplikasi M Banking, ku lihat saldo sudah banyak berkurang.


" Aku harus kabur, kalau tidak Novi akan memasukkan aku ke penjara, sedangkan mas Toni sudah membuang ku" Ucapku menatap tas besar.


" Tapi aku harus kemana... Bang Andre, iya aku ke tempat bang Andre aja tapi sebelum ke sana aku mau lihat mas Toni dulu mana tau dengan mas Toni melihatku dan bicara mas Toni mau membantuku" Ucapku semangat.


Aku masukkan beberapa pasang pakaian ke dalam tas, aku memesan ojek online ke rumah sakit.


Ku buka pintu ruangan mas Toni, di sana ada mas Toni duduk bersandar di ranjang pasien, Adi juga masih menemani mas Toni, dia duduk di samping mas Toni.


" Mas...." Panggilanku di balas tatapan tajam mas Toni.


" Pergi kamu sialan" Ucap mas Toni dengan suara yang kurang jelas karna bibir mas Toni masih di perban.


" Adi usir dia" Ucap mas Toni lagi menunjukku juga pintu.


" Mas tolong aku mas, tolong bayarkan uang yang aku ambil dari showroom mas, aku gak mau di penjara mas" Ucapku memelas minta bantuan mas Toni.


" Istri mu Novi sangat licik mas" Ucapanku terpotong dengan suara gelas pecah yang di lempar mas Toni ke lantai.


" Adi seret dia keluar" Ucap mas Toni tidak mau mendengarkan aku bicara.


" Lepaskan aku Adi... Mas Toni tolong aku mas... Aku gak mau di penjara mas..." Teriakku di depan pintu ruangan mas Toni karna Adi langsung menutup pintu juga mengunci pintu nya saat aku sudah ada di luar pintu ruangan mas Toni.


" Hahaha mas Toni kamu akan kehilangan istri yang sangat kamu cintai, Novi akan menceraikan mu mas... Istri tercintamu itu tidak akan mau kembali padamu meski kamu menghilangkan jejak sentuhanku di tubuhmu ,tapi kamu ingat mas rekaman Vidio itu sudah berputar di otak istrimu apakah kamu mau menghapus otak istri tercintamu itu mas hahaha....." Ucapku frustasi mas Toni tidak mau membantuku apa lagi bicara padaku.


" Aaaaaaaaah...." Terdengar teriakan mas Toni dari dalam ruangannya.


" Tolong pak seret wanita gila ini keluar dari rumah sakit ini, karna dia sudah mengganggu ketenangan pasien pak" Ucap Adi tiba - tiba membuka pintu meminta sekuriti yang entah kapan datangnya untuk mengusirku, bukan hanya dari ruangan mas Toni tapi juga dari rumah sakit ini.


" Lepas" Ucapku menepis tangan salah satu sekuriti yang ingin memegang tanganku.


" Aku bisa pergi sendiri" Ucapku menatap tajam dua sekuriti itu bergantian.


" Jika mbak tidak mau di penjara mbak tinggal kembalikan uang yang mbak ambil dari showroom" Ucap Adi padaku.


" Tapi uangnya udah aku pakai Di... Aku gak tau mau minta tolong sama siapa lagi hiks hiks hiks" Ucapku terisak.

__ADS_1


" Itu sudah resiko mbak sendiri, pak Toni sudah tidak mau melihat wajah mbak, juga tidak mau berurusan dengan mbak lagi jadi jangan datang lagi menemui pak Toni " Ucapan Adi membuatku terduduk dilantai.


" Mas Toni ..... aku mencintaimu mas...." Teriakku agar mas Toni mendengar perasaanku.


" Aku tau mas Toni juga sudah mulai mencintaiku mas....."


" Mas Toni .... Hiks hiks hiks" Teriakku lagi saat dua sekuriti menarik paksa aku keluar dari rumah sakit.


Aku duduk di kursi taman dekat rumah sakit, melihat lampu taman yang ada di hadapanku.


" Halo bang aku mau main ke sana" Ucapku sama bang Andre melalui Hp.


" Ya udah sin kesini aja, kapan kamu datang sin?" Ucap bang Andre.


" Besok bang aku berangkat dari sini" Ucapku.


" Ya udah kalau kamu sudah sampai terminal kamu telfon Abang ya" Ucap bang Andre lagi.


" Iya bang" Ucapku menutup panggilanku.


Aku tertidur di taman memikirkan nasibku ke depannya, pagi hari aku terbangun karna petugas kebersihan membangunkan aku,


Aku ke terminal menuju ke kota bang Andre tinggal, di terminal bang Andre sudah menungguku dengan Honda metiknya.


" Silahkan masuk sin" Ucap bang Andre.


" Iya bang" Ucapku masuk ke dalam rumah bang Andre di mana langsung menuju ruang tamu, di sudut kanan ruang tamu ada pintu menuju ruang TV, di sudut kanan dan kiri ruang TV ada pintu ke kamar sedangkan di depanku menuju meja makan, dapur juga kamar mandi.


" Ini kamar kamu sin istirahat lah, kelihatannya kamu sangat kelelahan" Ucap bang Andre membuka pintu kamar yang ada di sudut kiri.


" Iya bang Sinta istirahat dulu ya" Ucapku karna memang perjalanan ke kota bang Andre cukup melelahkan, aku juga masih kepikiran dengan uang showroom yang harus aku kembalikan.


Ku rebahkan tubuhku di atas ranjang yang tidak terlalu besar, tapi sangat nyaman untuk di tiduri, ku tutup mata menggapai mimpi.


Sore hari aku terbangun dari tidur lelap ku, aku mandi agar tubuhku segar, ku lihat bang Andre menonton TV duduk di lantai beralaskan ambal yang berbulu juga ada bantal di sana.


" Bang" Ucapku memanggil bang Andre.


" Sini Sin duduk udah lama kita gak kumpul kan? Gimana pekerjaan kamu di sana sin? katanya kamu kerja di showroom" Tanya bang Andre membuatku gugup.


" Iy iya bang aku minta cuti libur hehehe" Ucapku bohong.


" Oh gitu Abang kira kamu ada masalah sin baguslah kalau gak" Ucap bang Andre membuat jantungku berdetak kencang.

__ADS_1


" Ya udah makan malam udah Abang pesan online, tapi belum sampai kita tunggu aja ya sin" Ucap bang Andre melihatku.


" Iya bang" Ucapku menunduk.


" Maaf ya Sin sebagai Abang seharusnya Abang menjaga kamu, tapi Abang gak bisa selalu ada buat kamu apalagi saat kamu kecelakaan" Ucap bang Andre sedih.


" Iya bang gak apa - apa, Sinta juga gak ada buat Abang saat Abang susah, Abang juga udah minta Sinta tinggal sama abang kan? Tapi Sinta gak mau karna Sinta mau mandiri bang, jadi jangan menyalahkan diri Abang sendiri ya " Ucapku menenangkan bang Andre yang menyalahkan dirinya karna meninggalkan aku tinggal sendiri.


Tok Tok Tok


" Itu kayaknya pesanan Abang Sin biar Abang ambil ya" Ucap bang Andre keluar rumah dan kembali membawa dua bungkus makanan.


Aku dan bang Andre makan malam sambil bercerita tentang masa kecil kami, selesai makan kami nonton TV menyambung cerita yang belum usai saat makan sampai hampir tengah malam.


" haaaahhh.." Aku menguap karna mengantuk.


" udah sana Sin tidur ke kamar kamu" Ucap bang Andre melihatku tersenyum, ku jawab dengan anggukan kepala.


Aku masuk ke kamar dan langsung terlelap, pagi hari aku masak apa yang ada di dalam kulkas untuk sarapan.


" Makan dulu bang" Ucapku melihat bang Andre baru keluar dari dalam kamarnya.


" Kamu masak Sin?" Tanya bang Andre.


" Iya bang aku lihat ada bahan yang bisa di masak dalam kulkas" Ucapku duduk di kursi makan, menyendok kan makanan ke dalam mulutku.


" Abang gak kerja?" Ucapku melihat bang Andre memakai baju santai.


" Iya Sin Abang mau ajak kamu jalan - jalan, tapi nanti ya agak siangan karna kerjaan Abang belum rampung" Ucap bang Andre, ku jawab dengan senyum manisku.


Tok Tok Tok


" Biar Abang yang buka Sin" Ucap bang Andre saat aku mau beranjak berdiri membuka pintu karna duduk bang Andre lebih dekat dengan pintu.


Deg


" Selamat siang pak" Ucap tamu yang aku lihat memakai seragam polisi


" Siang ada apa ya pak?" Tanya bang Andre.


" Saya mencari adik anda yang bernama Sinta Maulida, karna kami dapat laporan bahwa adik anda telah menggelapkan uang di showroom tempatnya bekerja" Ucap tamu yang aku lihat berseragam polisi karna pintu keluar ada di ruang tamu rumah bang Andre.


" Apa... "

__ADS_1


" Sinta.. "


__ADS_2