
Tiga hari lagi Toni dan Novi bersama menjadi pasangan suami istri, Novi mau satu ranjang dengan Toni karna Toni tidak akan berbuat di luar batas karna Toni tidak akan bisa lagi melakukannya.
Toni mengajak Novi untuk pergi dinner makan malam di restoran tempat mereka dulu makan setelah menikah. Toni ingin mengulang masa itu karna setelah dinner mereka melakukan malam pertama mereka.
Toni menatap Novi tanpa kedip, Novi sangat cantik dengan dress selutut berkerah tanpa lengan dengan rambut di tata bergelombang dan tergerai. Riasan wajah yang natural membuat Novi seperti anak ABG.
" Bang"
" Iya dek, kamu sangat cantik sayang" Toni tersenyum lebar.
" Ayo bang kita pergi " Novi berjalan melewati Toni yang masih ingin melihat wajah cantik Novi.
Mereka tiba di restoran dan duduk sama persis seperti dulu.
" Apa abang yang mengatur semua ini? " Novi melihat sekelilingnya masih sama seperti yang dulu di lihatnya.
" Iya dek, abang ingin mengenang momen kita di tempat ini, tempat sebelum abang mendapatkan mu seutuhnya menjadi milik abang, tapi malam ini adalah malam - malam terakhir di mana abang akan melepaskan mu Tiga hari lagi" Toni menunduk sedih.
" Maaf tuan dan nyonya, ini pesanan yang Anda minta dan ini sama persis dengan pesanan tuan tiga tahun lalu, anda beruntung tuan karna koki kami masih koki yang sama" Ucap pelayan pria yang juga pelayan yang sama.
" Iya Terima kasih atas bantuannya, dan Terima kasih kamu masih mengingat kami" ucap Toni.
" Iya tuan saya tidak lupa karna tuan dan nyonya adalah pasangan yang sangat romantis dan penuh cinta pada saat itu, jika orang melihat tuan dan nyonya, mereka akan tertular rasa cinta yang kalian sebar di restoran ini"
" Dan hari ini adalah hari di mana kami merayakan detik - detik perpisahan kami, aku akan membuat momen malam ini menjadi kenangan yang akan selalu menemani hidupku hingga ajal menjemput" Ucap Toni dalam hati.
Dinner romantis yang di siapkan Toni memang sangat berkesan apa lagi Toni merekam setiap momen saat dinner itu berlangsung, makan, dansa Toni juga menyanyikan sebuah lagu khusus untuk Novi.
Makan malam pun usai tengah malam, Toni membawa Novi pulang ke rumah mereka. Novi melihat kamar yang sudah di hias seperti kamar pengantin.
" Apa ini bang? "
" Abang sudah bilang kan dek, abang ingin mengenang momen kita bersama" Toni melihat Novi sudah menguap.
__ADS_1
" Kalau adek sudah ngantuk tidurlah, abang mau mandi dulu" Novi mengangguk.
Tanpa mengganti pakaian Novi langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Toni keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk, tersenyum melihat Novi tidur masih dengan pakaian yang di pakainya saat dinner.
Toni mengganti pakaian Novi dengan piyamanya agar lebih nyaman, tapi pada saat membuka pakaian Novi, nampak kulit putih mulus Novi yang sudah lama tidak di sentuh oleh Toni, walau pusakanya sudah tidak berdiri lagi tapi hasratnya masih dapat dia rasakan.
Novi seperti sedang bermimpi, Novi merasakan sesuatu diantara kedua pahanya, sampai Novi mencapai pelepasan berkali - kali, tapi matanya terasa berat untuk di buka.
Novi membuka mata saat sinar matahari mengenai retina matanya.
" Selamat pagi dek... " Toni tersenyum melihat kebingungan di wajah Novi.
" Ada apa dek? "
" Semalam seperti nyata, tapi mana mungkin, bang Toni kan gak bisa melakukannya? " Ucap Novi dalam hati.
Novi mau satu ranjang dengan Toni karna Toni tidak akan bisa berbuat hal lebih padanya.
" Eh I iya bang, adek mandi dulu ya" Novi memeriksa daerah area pribadinya, Novi menemukan sisa - sisa pelepasannya.
" Apa aku mimpi basah ya, tapi aku rasa itu nyata, tapi bang Toni kan gak bisa, kenapa aku bisa mimpi kayak gitu sih" Gumam Novi.
Novi membuka gaun yang di pakainya saat dinner dengan Toni. dan menyelesaikan ritual mandinya dengan pikiran yang masih bingung.
Tiga hari lagi penanda tanganan surat gugatan Novi yang akan di tanda tangani oleh Toni. Tiga hari itu juga Toni selalu ada di samping Novi. Dan tiga hari itu juga Novi selalu merasakan hal yang sama yakni selalu mengalami pelepasan, Novi merasa antara mimpi dan nyata saat merasakannya.
" Dek, sebelum abang tanda tangani surat gugatan ini, abang ingin memeluk adek untuk perpisahan kita" Novi menatap Toni lekat lalu mengangguk.
Toni memeluk Novi penuh cinta dan sayang yang tidak pernah berkurang sedikitpun untuk wanita yang sangat di cintainya.
" Semoga hidup adek selalu bahagia, maafkan abang yang sudah sangat menyakiti hatimu dek, setelah ini abang akan pergi dari hidup adek, abang tidak akan muncul lagi di hadapan adek, karna abang gak akan sanggup melihat adek bersama laki - laki lain" tidak ada lagi air mata, Toni sudah sangat siap akan perpisahannya dengan Novi, karna memang dialah yang sudah mengkhianati Novi.
__ADS_1
" Ini surat gugatannya udah abang tanda tangani, abang minta maaf atas semua nya ya dek" Toni menyodorkan surat yang sudah dia tanda tangani.
" Iya bang Novi juga minta maaf Novi banyak salah sama abang, Novi harap abang menemukan pendamping hidup yang akan membahagiakan abang nanti"Ucap Novi.
" Dek, tolong jangan ubah panggilan kita walau kita tidak bersama lagi dek"
" Iya bang adek gak akan merubah panggilan kita, Terima kasih untuk semua yang abang kasih untuk adek, adek gak akan melupakan semuanya" Novi tersenyum manis.
" Dan untuk harta yang sudah Novi katakan dulu, tetap akan Novi bagi walau abang gak akan menerimanya, terserah mau abang apakan "
" Kalau abang perlu bantuan adek, jangan sungkan untuk bilang sama adek, apalagi biaya pengobatan abang, adek akan siap membantu abang" Ucap Novi.
" Makasih ya dek" Toni tersenyum masih penuh dengan cinta.
Hari itu juga Toni dan Novi keluar dari rumah mereka, Novi menuju rumah kedua orang tuanya, Toni juga ke rumah kedua orang tuanya. Novi berencana akan melanjutkan S2 untuk bisnis yang akan dikelolanya nanti.
Pengadilan Agama telah resmi mengeluarkan akta cerai Novi, Toni menepati janjinya untuk tidak mempersulit prosesnya.
Setelah penanda tanganan surat gugatan, Toni tidak pernah muncul lagi, Novi mendengar kabar kalau Toni berobat ke luar daerah di dampingi kedua orang tuanya.
Novi kuliah di universitas dimana kedua orang tuanya bekerja.
" Sayang, sudah siap? cantik bener anak mamah" Mamah Lala menggoda Novi.
"Ih mamah emang Novi cantik, kan nurun dari mamah hehehe" Novi tertawa menampilkan gigi putihnya.
" Iya kalian memang cantik, bidadari papah yang cantik - cantik... Ayo kita sarapan papah sudah lapar gak akan kenyang kalau cuma lihatin bidadari cantiknya papah aja" mereka sarapan dengan senyum yang hangat.
Orang tua Novi bersyukur karna perceraian tidak membuat senyum ceria di bibir Novi menghilang.
Bruk
" Ah maaf saya buru - buru jadi gak sengaja nabrak" Novi mengambil buku - buku yang berserakan di lantai.
__ADS_1
" Kamu... "