Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 73 Ke Pantai bersama


__ADS_3

" Mas... Novi ada janjian sama Sasa dan Dila ke pantai, boleh Novi bertemu mereka sekarang mas? " Novi meminta ijin pada suaminya. Setelah mereka selesai memilih gaun pengantin untuk resepsi. Dan kini mereka, masih dalam perjalanan.


" Boleh... Tapi sama mas ya by"


" Tapi mas" ucap Novi cemberut.


" Mas gak akan mengganggu kalian by"


" Huff... Ya udah mas boleh ikut deh, tapi janji gak boleh ganggu ya mas" Novi menunjuk Danil serius, tapi Danil menghisap jari telunjuk Novi untuk menggodanya. Mata Novi membulat dan mengeluarkan jari telunjuknya dari hisapan Danil.


" Is mas Da... " Teriak Novi.


" Hahaha kamu sangat manis by" Danil tertawa lepas setelah menggoda sang istri.


" Aku senang melihat tawa lepas mu Nil" Batin Jonathan melihat Danil dari kaca spion mobil.


Saat tiba di pantai Novi sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ke dua sahabatnya.


" By jangan lari... " Teriak Danil pada sang istri yang tidak menghiraukan nya.


" Nov... Ke sini... " Teriak Sasa pada Novi yang sedang sibuk memperhatikan orang sekitar pantai mencari wajah dua sahabatnya.


Novi tersenyum melambaikan tangan nya.


" Kalau sudah bergabung sama geng best friend jangan lupakan mas ya by"


Novi berbalik melihat Danil, padahal dia sudah ingin berlari ke arah dua sahabatnya.


" Mas Da... Suamiku... Gak mungkinlah Novi melupakan mas, mas kan suaminya Novi" Novi tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya sambil melingkarkan lengannya di tangan kekar Danil.


" Hahaha kamu ini pintar merayu by" Danil mencubit pelan hidung mancung Novi.


" Eh ada mas Dedi juga, apa kabar mas" Novi mengulurkan tangannya di hadapan Dedi, tapi langsung di tarik oleh Danil.


" Mas.. "


" Ingat janji kita by, janji kita dulu di lanjutkan lagi sekarang ya by, jadi gak ada yang namanya kontak fisik dengan yang lain apa lagi dengan lawan jenis" Novi tersenyum hangat mendengar ucapan Danil yang seperti berbisik tapi masih di dengar dengan yang lain.


" Huuu dasar ya pengantin baru yang bucin" Ucap Sasa mengejek pasangan pengantin baru di hadapannya.


" Kamu iri Sa... Tu ada yang lagi jomblo" ucap Novi menunjuk Jonathan asisten pribadi suaminya.

__ADS_1


" Huh.. Gak mau Nov, nanti aku kayak tinggal di Kutub, dingin tiap lihat mukanya " Jonathan menatap tajam wajah cantik Sasa. Sedangkan yang di tatap mengabaikannya.


" Hahaha... Iya Sa asistennya sama persis kayak bosnya dingin.... Tapi kalau udah kenal jadi kayak kucing manis Sa.... Hahaha" Novi tertawa lepas mengingat sosok Danil dulu.


" By..... " Danil memandang Novi penuh cinta, itu semua tak luput dari pandangan para sahabat Novi.


" Maaf mas" ucap Novi manja mengusap rahang tegas Danil sambil tersenyum.


" Novi ke sana ya mas" Novi menunjuk tepi pantai yang masih dapat di lihat oleh Danil.


" Iya by... Tapi jangan jauh - jauh, jangan sampai hilang dari pandangan mas ya by" ucap Danil serius seperti emak yang mengkhawatirkan anaknya.


" Hahaha kamu bawa suami apa bawa bapak kamu sih Nov" ucap Sasa membuat yang lain tertawa keras.


" Iya Nov kayak emak yang lagi khawatir sama anaknya, yang mau main jauh dan gak bisa di lihat" Timpal Dila.


Sontak semuanya tertawa lepas dan cukup menyita perhatian orang yang ada di pantai.


" Is apaan sih" ucap Novi malu.


" Ayo Sa.... Dil... Kita main di sana" Novi cepat berlari meninggalkan rombongannya di ikuti dua sahabat nya Sasa dan Dila.


" Jangan lari by... Nanti kamu jatuh" Teriak Danil mengkhawatirkan istrinya.


" Jon... Ded kalian menertawakan aku" Danil memasang kembali wajah datarnya sambil melihat ke arah Novi yang sedang tertawa bersama dua sahabatnya.


" Habisnya kamu lucu Nil, benar kata Dila sama Sasa, kamu kayak emak yang lagi bawa anaknya liburan" ucap Dedi juga memperhatikan Dila yang sedang tertawa dengan sahabatnya.


" Kalian belum merasakan punya istri, kalau kalian sudah merasakan pasti kalian akan bertindak seperti ku" ucap Danil membela diri.


" Iya terserah, tapi resepsi kalian tinggal tiga hari lagi ya Nil? " tanya Dedi pada Danil yang masih terus melihat Novi yang sedang duduk dengan sahabatnya, kadang mereka terlihat serius membicarakan sesuatu, kadang juga mereka seperti sedang bercanda gurau.


" Iya Ded"


" Ah.. Akhirnya kamu duluan yang nikah ya Nil? padahal aku dulu yang dapat cinta pertamaku, aku pikir kamu akan melajang seumur hidup, karna gak menemukan gadis kecilmu" ucap Dedi tersenyum. Danil juga tersenyum tipis.


" Nov udah MP belum? alias malam pertama? " Tanya Sasa dengan gamblangnya.


" Is Sa banyak orang ini... Jangan keras - keras suaranya, malu kan jadinya" Dila melihat sekelilingnya.


" Kamu ini Sa, gak ada pertanyaan yang lain apa, masak kayak gitu di tanya sih" Novi berucap seperti berbisik.

__ADS_1


" Aku kan cuma pingin tau Nov... Tapi aku senang Nov, Danil itu sangat tulus mencintai kamu, aku lihat itu dari sorot matanya setiap kali menatapmu Nov" Ucap Sasa tersenyum menggenggam erat tangan Novi.


" Iya Nov caranya mencintai kamu itu sangat tulus, juga posesif tapi membebaskan mu meski masih ada dalam genggamannya, sepertinya dia selalu ingin melindungi mu dari berbagai macam bahaya" Dila juga menggenggam erat tangan dua sahabatnya hingga tangan mereka bertiga bersatu dalam genggaman.


" Iya dialah mas Da yang aku kenal dari dulu" Novi tersenyum sangat manis, hatinya sangat bahagia, entah dari mana rasa bahagia itu hadir tapi rasa nyaman dan cinta tulus serta rasa terlindungi yang di berikan Danil padanya membuat hatinya selalu merasakan kebahagiaan tanpa harus di minta.


" Selamat ya Nov" Mereka bertiga saling berpelukan ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya.


" Ehem" Jonathan ber deham membuat tiga sahabat yang saling berpelukan itu reflek melihat Jonathan dengan tatapan tak suka.


" Apa salah ku coba, aku kan ingin menyadarkan mereka kalau kami sudah ada di dekat mereka" Ucap Jonathan dalam hati.


" Ayo by kita jalan - jalan ke sana" Danil mengulurkan tangannya sambil menunjuk ke arah tepi pantai di seberang dengan dagunya.


" Iya mas" Novi menyambut uluran tangan suaminya.


" Ayo Dil kita juga jalan ke sana" Dedi melakukan hal yang sama seperti Danil pada tunangannya Dila.


" Iya mas " Jawab Dila tersenyum menyambut uluran tangan Dedi.


Sedangkan Jonathan dan Sasa hanya saling pandang.


" Emmm ayo nona Sasa kita juga jalan - jalan bersama, dari pada jalan sendiri - sendiri lebih baik kita bersama" ucap Jonathan memegang tengkuknya merasa canggung karna baru kali ini dia berbicara akrab dengan seorang wanita.


" Iya mas" Sasa terpaksa setuju karna dirinya tidak ingin sendirian jalan - jalan di tepi pantai yang indah.


" Kalian sudah lama bersahabat dengan nyonya Novi dan Dila Sa? " Jonathan membuka percakapan setelah lama diam sambil melihat ombak yang saling berkejaran.


" Kami bertemu saat kami memulai kuliah dulu mas, dan jadi sangat dekat sampai sekarang, kami bertiga saling melengkapi, kami saling menyayangi seperti saudara sendiri, jika ada yang sakit yang lain ikut merasakan, itu yang kami rasakan selama kami bersama mas" Sasa tersenyum melihat Jonathan mengangguk.


Tapi kaki Sasa tiba-tiba menginjak kerang yang rusak dan tajam.


" Aw ssshh " Sasa berdiri dengan berjinjit.


Jonathan dengan reflek berjongkok memegang kaki Sasa yang terkena pecahan kerang. Mencabut kerang yang menancap di telapak kakinya juga meniupnya lembut, Sasa melihat sosok Jonathan yang beda dari sikap dinginnya.


" Terima kasih mas" Sasa tersenyum membuat Jonathan tersenyum tipis dan itu terlihat oleh Sasa.


" Ternyata dia tampan juga" ucap Sasa dalam hati.


" Sudah bisa jalan kan? kita sudah tertinggal sama yang lain.

__ADS_1


" Iya mas " Jonathan dan Sasa saling bercerita tentang diri mereka masing-masing.


__ADS_2