
Satu bulan lebih Sinta masuk dalam jeruji besi, karna penggelapan uang juga kasus penjebakan obat perangsang yang di laporkan oleh Toni sendiri, dan pengadilan memberikan hukuman tujuh tahun penjara, juga harus mengembalikan sisa uang yang masih ada pada Sinta..
Novi juga belum mendapatkan ketukan palu perceraian, karna Toni masih belum mau melepaskan Novi, karna kasus penjebakan yang di lakukan Sinta menjadi tolak ukur persidangan penolakan gugatan cerai yang di layangkan Novi.
" Dek... Bisa kita bertemu? Abang ingin bicara langsung sama adek, Abang mohon dek" pesan Toni masuk ke hp Novi untuk ke sekian kalinya.
" Abang tunggu adek di cafe biasa kita makan dekat showroom, Abang tunggu adek jam lima sore nanti"
" Abang akan datang dan menunggu, walau adek tidak akan datang ke sana " pesan Toni lagi.
" Bagaimana nona Novi ? Apakah kelanjutan kontrak kerja sama kita sudah bisa di tanda tangani?" Ucap klien yang bernama Doni.
" Aku sampai lupa kalau aku lagi meeting dengan klien akibat pesan bang Toni " Gumam Novi yang masih di dengar Danil karna mereka duduk bersebelahan.
" Maaf pak Doni saya sudah mempelajari berkas yang anda ajukan, dan kami menyetujuinya, apa lagi sekertaris anda juga sudah menjelaskan secara mendetail, untuk itu saya akan menanda tangani semua berkas, setelah semua berkasnya sudah rampung, anda kirim saja berkas yang perlu saya tanda tangani besok di kantor saya" Ucapan Novi yang tegas juga sopan membuat semua orang sangat menghormati juga mengagumi Novi, karna selain cantik Novi juga wanita yang cerdas itu terbukti dari perkembangan hasil penjualan mobil di showroom banyak peminat yang ingin membeli mobil - mobilnya, tanpa rayuan juga pakaian seksi yang selama beberapa bulan terakhir menjadi buah bibir para pebisnis yang mengenal showroom Novi.
" Baiklah nona Novi, saya akan merampungkan berkasnya, sampai jumpa besok nona" Pak Doni juga sekretarisnya pergi meninggalkan cafe depan showroom Novi, karna di sana adalah tempat pertemuan yang telah mereka sepakati.
" Baiklah kalau begitu saya juga akan pergi, besok Jonathan yang akan mengantarkan berkasnya" Ucapan dingin Danil menyadarkan Novi dari lamunannya.
" Mas Da maaf Novi gak fokus hari ini" Novi menundukkan kepalanya karna Danil terus menatapnya intens.
__ADS_1
" Tidak apa - apa Nov, mungkin kamu lagi banyak beban pikiran, jadi kamu tidak fokus dalam bekerja, tapi ingat Nov dalam bisnis tidak akan ada yang namanya perasaan di dalamnya, kepentingan pribadi jangan kamu campur adukkan dengan bisnis, itu akan membuatmu berjalan ke belakang dan kamu akan tertinggal nantinya" Danil seperti biasa selama sebulan lebih ini menjadi seseorang yang ikut andil dalam mengembangkan showroom Novi.
" Terima kasih mas atas ilmu yang mas Da kasih untuk Novi juga bantuannya merekomendasikan showroom Novi hingga mencapai ke beberapa daerah, Novi harap mas gak akan pernah bosen ya, karna setiap hari Novi sering bertanya ini itu sama mas" Memang selama ini Novi selalu bertanya sama Danil itu juga atas usulan ke dua orang tua Novi.
" Itu gak masalah Nov, saya senang kamu mau belajar bisnis, ngajarin kamu juga gak susah, karna kamu sangat cerdas, apa yang saya ajarkan langsung kamu tangkap dengan baik" Ucap lembut Danil pada Novi.
" Bos semakin hari semakin membuatku yakin bahwa nona Novi ini adalah teman masa kecilnya dulu yang selama ini bos cari - cari" Ucap Jonathan dalam hati melihat sang bos berkata lembut hanya pada Novi.
" Mas Da maaf ya Novi masih ada urusan lain jadi Novi permisi mas" Ucap Novi tersenyum manis dan berdiri dari duduknya.
" Adi tolong kamu handle showroom ya, saya ada urusan dan tidak akan balik ke showroom" Ucap Novi pada Adi yang masih bekerja di showroom karna kinerja Adi selama bekerja di showroom sangat baik.
" Baik buk" Jawab Adi cepat.
" Apa kamu ingin menemui Toni Nov? Apa kamu masih mengharapkannya?" Ucap dalam hati Danil melihat punggung Novi keluar dari cafe masuk ke dalam mobilnya.
Wulan menerima tawaran Novi bekerja di showroom menggantikan Sinta, Novi juga meminta Wulan menempati kamar yang ada di showroom bersama teman kerjanya yang juga merantau dari kampung ke kota.
Novi selalu memantau Wulan setiap harinya, Novi sudah menganggap Wulan seperti adiknya, Novi selalu menasehati Wulan agar tidak lagi terjerumus pada dunia hitam yang dulu pernah di jalani Wulan di kampungnya, apalagi di kota yang serba bebas.
Novi melihat Wulan sudah mengalami banyak perubahan, dari segi pakaian yang sudah memakai pakaian tertutup, walau belum memakai hijab, juga sikapnya yang dewasa, juga tutur kata yang sopan, itu juga karna Wulan mendapat teman seperti Mita yang sama - sama dari kampung.
__ADS_1
Mita adalah gadis yang baik, taat beribadah, juga sopan hingga selalu memberi hal positif untuk Wulan yang sedang berusaha memperbaiki diri menjadi orang yang lebih baik lagi.
Wulan adalah wanita yang tidak dapat memilih jalan hidup yang dia hadapi dulu, Ayahnya sudah meninggal dunia sedari dia masih duduk di bangku SD kelas lima, yang menjadi penopang hidupnya saat itu hanyalah ibunya, tetapi ibunya mengalami stroke akibat darah tinggi yang di deritanya.
Wulan bekerja apapun itu, demi menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) itu cukup membuat Wulan bangga, tapi Wulan tidak sendiri masih ada dua adik - adik kecilnya yang harus di perhatikan, sedangkan kerja serabutan tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya juga ke dua adiknya serta ibunya yang hanya dapat duduk dan juga rebahan saja, dan akhirnya Wulan mendapat tawaran menjual keperawanannya di warung remang yang hingga saat itu Wulan terjerumus ke dalam lembah hitam.
Mobil yang Novi kendarai sudah berada di tempat parkir cafe yang sudah ada Toni di dalamnya karna tempat duduk Toni terlihat dari tempat parkir yang hanya terhalang dinding kaca cafe.
" Seharusnya aku tidak menghindari bang Toni , kalau aku menghindar terus, aku tidak akan pernah lepas darinya, sedangkan aku tidak bisa kembali padanya, itu sangat sulit" Ucapku melihat bang Toni memegang gelas berisi jus yang sudah berkurang setengah.
Dalam persidangan perceraiannya, Toni bersi kukuh ingin mempertahankan rumah tangganya dengan Novi, karna itu belum ada keputusan apapun dari pengadilan tentang rumah tangga mereka.
" Dek akhirnya adek datang juga, ayo duduk, adek mau pesan apa?" Ucap Toni senang menyambut kedatangan Novi yang terlihat semakin cantik Dengan pakaian kantor yang sangat pas di tubuhnya tetapi masih sangat sopan juga elegan.
" Iya bang terima kasih" Ucap Novi tersenyum manis duduk di hadapan Toni.
" Maaf bang Novi tidak bisa lama karna mamah tadi minta di temani ke rumah temannya" Ucapan Novi terpotong oleh Toni.
" Adek "
" Bang Novi "
__ADS_1
" Adek "