Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 101 Nasib Orang Tua Angkat Danil


__ADS_3

Danil dan Novi sedang berbaring di atas ranjang kamar rumah mbak Atik, kamar yang dulu di tempati Novi saat Novi menginap di desa Air terjun.


"Terima kasih by udah mau maafin mas, mas janji gak akan mengulangi kesalahan yang telah mas lakukan, hingga membuat kamu pergi meninggalkan mas, tanpa kamu mas kehilangan arah by" Danil mencium kening Novi berulang - ulang, sedangkan tangannya terus mengusap perut Novi tanpa henti.


Danil melihat Novi sedang melamun, di peluknya erat tubuh Novi, agar Novi sadar dari lamunannya, reflek Novi mendongak melihat Danil dan tersenyum sangat manis.


"Kamu sedang mikirin apa by? " Danil melihat Novi seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Gak ada mas, Novi cuma mau mengatakan sesuatu sama mas tapi Novi ragu" Ucap Novi sambil menunduk tidak ingin melihat suaminya.


"Katakan aja by mas akan dengarkan"


"Novi masih ingin tinggal di sini mas" Novi berucap masih sambil menunduk.


Danil merasa hubungannya dengan istri ada rasa yang berbeda, Danil juga yakin Novi belum sepenuhnya menerima semua perlakuan dan perkataan yang sudah menyakiti hatinya, tapi Danil akan berusaha menghadapi semuanya, bagi Danil ini adalah hukuman yang harus dia Terima karna telah menyakiti hati istri dan anak - anak yang ada dalam kandungan istri tercintanya.


"Iya by gak apa - apa, mas akan ijinkan kamu menginap sementara di sini"


"Tapi Novi ingin lama tinggal di sini" Ucap Novi menatap mata sendu Danil.


Dengan penuh kesabaran Danil menggenggam erat tangan Novi.


"Baiklah mas akan kabulkan permintaan kamu by, sampai kamu meminta sendiri untuk pulang ke rumah kita" Ucap Danil sambil tersenyum dan menggenggam erat tangan Novi.


"Apa kalau Novi gak hamil mas akan memperlakukan Novi seperti ini? " Pertanyaan Novi membuat Danil terpaku.


Danil mengubah posisi nya yang berbaring menjadi duduk, melihat mata Novi yang sedang menatapnya dengan intens.


"Mas sangat cemburu kamu memiliki anak bersama dengan Toni by, meski anak itu gak lahir dari dalam rahim mu, tapi dia anak biologis kamu dan Toni"

__ADS_1


"Memikirkan itu membuat akal sehat mas terus memikirkan hal yang tidak - tidak, apa lagi saat mas menemukan obat pencegah kehamilan yang mas dapat di laci meja rias kamu by, rasa cemburu itu semakin menggunung"


"Bahkan mas meninggalkan kamu begitu saja di rumah, mas di penuhi dengan rasa emosi dan cemburu, tapi pada saat mas berada di ruang rahasia yang ada di perusahaan, melihat foto pernikahan kita dan memori - memori saat kita bersama terus bermunculan, menyadarkan mas atas tindakan mas terhadap kamu by"


"Saat mas ingin menyusul mu ke rumah untuk minta maaf, saat itu juga Jonathan memberikan bukti rekaman bahwa asisten rumah tangga kita yang dari dulu mas curigai yang telah memberikan obat KB padamu setiap hari by, dari tiga tahun yang lalu, dari saat dia masuk ke dalam rumah kita, semua itu sudah dia rencanakan, dan yang meletakkan obat KB di laci meja rias kamu juga dia by"


Novi menutup mulutnya dengan satu tangannya, dan menggeleng tidak percaya bahwa Linda yang sudah membuatnya belum memiliki anak, karna selama ini Linda terlihat sangat baik.


"Kalau kamu gak percaya mas akan tunjukkan rekamannya padamu by" Danil mengambil HP nya yang ada di dekat bantal untuk menunjukkan rekaman yang ada di dalam hpnya.


"Gak usah mas, Novi percaya, karna setelah dua bulan kita menginap di rumah papah, Novi langsung hamil karna Novi gak mengkonsumsi obat KB itu" Ucap Novi yang langsung di anggukan kepala oleh Danil.


"Maaf kan mas by, karna mas telah menuduh kamu"


"Gak apa - apa mas, kalau Novi jadi mas pun Novi akan melakukan hal yang sama dan Novi minta maaf karna Novi mengabaikan apa yang mas katakan tentang mbak Linda"


"Iya by itu semua karna kamu orang yang sangat baik" Danil merebahkan tubuh Novi dan membungkuk untuk mencium perut istrinya.


Dret Dret


HP Danil bergetar tanda ada panggilan, di raihnya HP nya yang ada di dekat bantal dan melirik Novi yang juga tengah menatapnya.


"Halo Jon" Ucap Danil sambil tangannya yang satu lagi menahan lengan Novi yang hendak turun dari ranjang.


Novi tidak ingin mengganggu pembicaraan Danil dengan Jonathan, tapi Danil melarangnya untuk menjauh. Dan Danil mengeraskan suara speaker agar Novi juga dapat mendengarkan apa yang dia dan asistennya bicarakan.


"Nil satu cabang perusahaan yang ada di Paris sudah atas nama pamanmu, aku juga mengawasi Mona, ternyata dia menjadi simpanan dari saingan bisnis kita yang ada di Paris, beberapa hari yang lalu saat kamu mengetahui kelicikan tentang asisten rumah tanggamu, Mona meminta bantuan lelaki simpanannya untuk melindunginya, dan itu membuat kami tidak bisa menemukan keberadaan Mona" Ucap Jonathan menjelaskan hasil kerjanya.


"Akuisisi perusahaannya, untuk wanita itu biarkan saja dia berlindung pada simpanannya, tapi buat dia keluar dari persembunyiannya sendiri, dengan cara mengusik simpanannya melalui keluarganya, jangan pernah lepaskan mereka Jon" Tegas Danil.

__ADS_1


"Oke Nil, tapi aku punya informasi penting lagi untuk mu Nil" Ucap Jonathan serius.


"Kita akan sulit meng akuisisi perusahaan pamanmu, karna perusahaannya di lindungi oleh kelompok mafia" Danil melihat Novi sambil berpikir.


"Kalau begitu perintahkan Mario untuk melakukan tugas itu"


"Tapi Nil" Protes Jonathan.


Jonathan sebenarnya tidak ingin melibatkan temannya Mario, dia adalah anggota kelompok mafia yang terkenal sangat kejam, baik di dalam negeri mau pun luar negeri, Mario hanya mau mendengarkan perintah dari Danil, karna Mario adalah salah satu anak jalanan yang di ambil oleh Danil sama seperti Jonathan dan Alex.


"Dia yang sudah mengganggu istri dan anak - anakku Jon, selama ini aku diam atas semua perbuatan yang telah mereka lakukan terhadapku, tapi mereka telah mengusik istriku, bahkan memberikan obat pencegah kehamilan pada Novi, juga telah membuat Novi ku pergi dariku, aku gak akan pernah melepaskannya Jon"


"Aku juga yakin cepat atau lambat pamanku juga akan menantang ku, untuk menguasai seluruh harta orang tuaku, jadi gak ada bedanya kan kita lawan sekarang ataupun nanti" Ucap Danil membuat Novi mengerutkan alisnya.


"Baik bos" Ucap singkat Jonathan.


"Suruh Alex meningkatkan penjagaan nya Jon"


"Baik bos" Ucap Jonathan lagi.


Danil menutup panggilannya dan melihat Novi yang sedang menatapnya tajam.


"Apa yang terjadi mas? " Novi bertanya karna penasaran dengan apa yang sudah Novi dengar dari pembicaraan Danil dan asistennya Jonathan.


"Gak apa - apa by " Ucap Danil bohong.


"Novi sangat jelas mendengarkan mas dan Jonathan bicara" Ucap Novi menatap datar Danil.


"Mas akan memberikan pelajaran ke pada paman dan bibi juga Mona by, mereka telah membuatmu jauh dari mas by"

__ADS_1


"Mas... "


__ADS_2