
" Baby... " Danil menyentuh bahu Novi yang langsung di tepis kasar.
" Jangan sentuh aku" Novi menatap tajam Danil yang sedang membatu.
Novi melangkah masuk ke dalam kamar, langsung menuju ke arah balkon, melihat awan berwarna abu - abu yang sedang mendung, Novi ingat saat Toni berkhianat itu berawal dari jebakan wanita, sekarang suaminya mencintai seseorang dari masa lalu nya. Itu lebih menyakitkan karna dalam hati Novi sudah merasakan rasa nyaman saat berada bersama suaminya.
" By... " Danil mendekati istrinya dan berdiri tepat di sampingnya, menatapnya dalam.
" Ada apa by? kalau ada hal yang mengganjal di hati cerita sama mas by, mas khawatir" ucap Danil sangat lembut.
" Tolong tinggalkan Novi sendiri mas" Ucap Novi tanpa mengalihkan pandangannya dari awan yang sudah menjatuhkan tetesan air bening dari awan yang mendung.
" Tapi mas mau temani kamu di sini by"
" Kalau begitu Novi yang akan pergi" Novi ingin melangkah pergi dari balkon tapi dengan cepat Danil menggenggam tangan Novi.
" Iya mas yang akan pergi tapi jika hujan deras kamu masuk ya by, mas akan memberikan kamu waktu untuk sendiri, setelah kamu tenang tolong beritahu mas, kesalahan apa yang sudah mas lakukan" Danil melepaskan genggaman tangannya dan masuk kedalam kamar mengganti pakaian dengan yang lebih santai, lalu Danil menuju ke dapur untuk masak makan siang mereka.
Danil sudah melihat rekaman CCTV yang ada di dalam ruang tamu apartemen nya karna memang sudah terhubung langsung ke dalam hpnya. Danil lihat kekecewaan juga kecemburuan di mata Novi, Danil ingin menjelaskan bahwa yang di maksud Mona dengan masa lalunya itu adalah Novi sendiri, Novi adalah gadis kecilnya, masa lalunya, wanita yang dia cintai, istri sahnya sekarang dan selamanya.
Cukup lama Novi menyendiri di balkon kamarnya, mengingat ucapan Mona tentang wanita masa lalu yang di cintai suaminya sampai rintik hujan yang diam - diam membasahi tubuhnya pun tidak di rasakan oleh nya.
" Apa aku mulai mencintai mas Da? tapi gak ada yang salah, dia suamiku aku berhak memiliki rasa ini, mas Da bahkan sering mengatakan kalau dia mencintaiku dan aku lihat itu ucapan yang sangat tulus, tapi masa lalunya? " Gumam Novi.
Novi tidak berpikir kalau ucapan Mona dan sikap Danil padanya itu sudah menunjukkan bahwa dialah wanita masa lalu yang di cintai oleh Danil suaminya. Novi hanya berpikir hatinya akan tersakiti kembali.
" Gak... Aku gak boleh seperti ini terus, aku harus tenang dan mencari solusi dalam menghadapi semua masalah, apa lagi masalah hati" Novi menyemangati dirinya sendiri. Itu yang selalu dia lakukan jika mengalami masalah.
Dreett Dreett
" Nomor siapa ini? " Novi melihat nomor tidak di kenal di hpnya melakukan panggilan padanya. Novi menekan tombol hijau takut ada yang penting.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum... "
" Aku Mona, aku tau kamu penasaran kan dengan masa lalu suamimu? untuk itu temui aku di restoran dekat apartemen kak Danil jam 3 nanti" Novi langsung memutuskan panggilannya. Menatap nanar hpnya, berperang dengan pikirannya antara menemui Mona atau tidak.
" Aku akan menemuinya nanti" Gumam Novi.
" Baby kamu basah, ayo ganti pakaian nanti kamu masuk angin" Danil melilitkan handuk yang dia bawa ke tubuh Novi.
Novi hanya diam dan melangkah masuk ke dalam kamar, hingga Novi melihat makan siang sudah tertata rapi di atas meja. Novi mengambil baju ganti dan bergegas masuk ke kamar mandi.
" Mas gak makan? " Novi melihat Danil menggeleng.
" Aaaak... " Novi menyodorkan makanannya di hadapan Danil.
" Mas udah makan by" ucap Danil lemah dengan senyum paksa. Tapi Novi tetap menyodorkan sendok yang berisi makanan karna Novi yakin Danil belum makan, dengan terpaksa Danil memasukkan makanan yang sudah di sodorkan oleh istrinya.
" Masakan mas ternyata enak ya" Novi tersenyum manis dan melahap habis makanannya sambil menyuapi Danil. Danil hanya menatap Novi dengan sendu.
" Iya by" Danil tersenyum manis, tanpa ingin bertanya lagi.
Setelah meminta ijin Novi masuk ke dalam kamarnya mengganti pakaian, walau janji temu dengan Mona hanya di dekat apartemen, Novi selalu tampil cantik, Novi sangat memperhatikan dan merawat tubuhnya.
" Novi pergi dulu ya mas" Danil mengangguk dan mencium kening Novi dan Novi mengecup punggung tangan Danil.
" Kenapa kamu gak jujur sama mas by... " Lirih Danil melihat Novi menutup pintu.
" Lex terus ikuti Novi jangan sampai terjadi sesuatu pada istriku" Danil menutup panggilannya tanpa mendengar jawaban dari Alex.
" Bos" Jonathan bagai bayangan yang tak tau kapan dia datang.
" Sudah kamu siapkan semuanya Jon? "
__ADS_1
" Sudah bos" ucap Jonathan cepat.
" Kita sudah peringatkan untuk jangan mengganggu gadis kecilku, tapi dia mengabaikannya, aku tidak akan membiarkan wanita itu bebas setelah membuat istriku jauh dariku" Danil mengepalkan kedua tangannya erat karna ulah Mona membuat istri tercintanya menjaga jarak darinya, padahal hubungannya dengan Novi sudah sangat baik.
Novi baru saja masuk ke dalam restoran yang di maksud Mona, dan di sambut hangat oleh pelayan resto yang mengarahkannya ke ruang privat dimana Mona sudah menunggunya.
" Wahh... Kakak ipar ternyata kamu datang juga, aku tau kamu pasti sangat penasaran dengan masa lalu kak Danil kan? " Mona tersenyum sangat manis menatap Novi dengan wajah datarnya.
" Sebelum aku mulai bercerita lebih baik kakak pesan dulu makanan juga minumannya karna aku gak tau apa makanan juga minuman kesukaan kakak ipar, tapi kalau kak Danil aku sangat faham apa yang dia suka" Mona menatap Novi sangat sinis.
" Aku masih sangat kenyang karna tadi baru aja makan sama suami aku, masakan suamiku enak banget loh Mon... Aku rasa aku gak perlu cerita bagaimana lezatnya masakan suamiku karna pasti kamu sudah sering merasakannya ya Mon" Novi tertawa renyah menampakkan gigi putihnya.
Mona sangat kesal sampai dia mengepalkan tangannya hingga kuku - kuku cantiknya menancap ke dalam kulit. Sedari kecil Mona dan Danil memang sering bersama tapi Danil selalu menjaga jarak dengannya bahkan bersentuhan tangan pun tidak pernah.
" Langsung saja Mona, apa yang ingin kamu ceritakan padaku, karna aku tidak bisa lama, suamiku sedang menungguku, maklum lah Mon kami masih pengantin baru" Novi tersenyum malu - malu. Dan itu membuat Mona semakin kesal.
" Baiklah kakak ipar sepertinya kamu sudah tidak sabar ingin mendengarkan ceritaku"
" Kak Danil mencintai gadis kecil yang dia temui saat dia masih berumur 12 tahun, dari dulu dia selalu mencari gadis kecilnya, dan sampai saat ini pun kak Danil masih mencarinya, di hati dan pikirannya hanya ada gadis kecilnya, karna itu juga kak Danil sangat dingin dan tidak tersentuh oleh wanita manapun termasuk aku adik angkatnya"
" Kamu hanya sebagai pelarian karna kak Danil tidak bisa menemui gadis kecil yang dia cintai" Novi berusaha bersikap tenang, walau hatinya juga sakit mendengar masa lalu suaminya.
" Itu urusanku dengan suamiku, kamu tidak usah khawatir tentang itu, aku bisa mengurusnya" Ucap Novi tersenyum manis.
" Hahaha dasar wanita bodoh"
" Siapa yang kau sebut bodoh" Danil tiba - tiba datang dan duduk di samping Novi.
" Mas Da... "
" Kak Danil... "
__ADS_1