Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 26 Desa Air Terjun 2


__ADS_3

"Sa... Dil... boleh Aku tempati kamar sendirian? " Tanyaku pada Sasa dan Dila


Mereka saling pandang dan menganggukkan kepala bersamaan membuatku tersenyum, aku masuk ke dalam kamar yang sederhana tapi bersih dan nyaman, ku buka koper, ku susun semua pakaianku ke dalam lemari.


Ku rebahkan tubuhku di ranjang kayu sederhana melihat langit - langit kamar yang rendah hanya terdapat satu lampu di sana.


Aku teringat kejadian siang tadi di showroom, ke khawatiran muncul lagi di benakku.


" Bang Toni " Lirih ku


Aku masih menghawatirkan nya, tubuhku bergetar hebat Aku menangis, tidak tau apa yang aku tangisi rasanya dadaku sesak tak menentu, entah sudah berapa lama aku menangis hingga aku tak sadar perlahan aku menutup mataku.


" Maaf kan abang dek"


" Abang sangat menyesal dek"


" Beri Abang satu kali kesempatan dek"


" Abang akan menunjukkan kesetiaan abang dek"


" Abang sudah membuang semua yang di seutuhnya dek, Abang mencintai kamu Novitria Lestari istriku"


Ucap bang Toni penuh penyesalan yang mendalam dengan baju putih penuh darah di bibir juga tubuhnya, memohon dengan mengatupkan tangannya di dada menangis histeris.


Tapi perlahan darah yang ada di tubuh bang Toni semakin banyak hingga menenggelamkan bang Toni yang tangannya masih Ku genggam, menariknya kuat agar terbebas dari lautan darah, tapi tiba - tiba tangan bang Toni melemah dan Karna licin tangan bang Toni terlepas dari genggamanku, tubuh bang Toni menghilang di lautan darah.


" Bang Toni......" Teriakku membuka mata dengan nafas yang memburu, dengan tubuh di penuhi keringat dan gemetar.


" Ternyata cuma mimpi" Ku usap keringat yang membasahi wajahku dengan tisu.


Dor Dor Dor


" Nov... Buka pintunya Nov, Kamu kenapa teriak Nov" Suara teriakan Sasa di depan pintu kamarku.


" Iya Nov buka pintunya kamu gak kenapa kenapa kan Nov " Ucap Dila juga


Ku buka pintu Ku tatap Sasa dan Dila yang tengah menghawatirkan Ku.


" Aku gak apa apa, tadi Aku cuma mimpi" Ucapku memperlihatkan gigi - gigiku.


" Udah sana tidur lagi" Aku mengusir Sasa dan Dila kembali ke kamar yang ada di sebelahku.


" Gak mau Aku mau tidur di sini aja" Ucap Sasa langsung masuk ke dalam kamarku dan berbaring di tempat tidurku di ikuti Dila juga.

__ADS_1


" Sini kita tidur" Ucap Dila menepuk tengah ranjang di sampingnya.


" Huff.. " Helaan nafasku panjang.


Ku baringkan tubuhku di tengah ranjang yang di himpit Sasa dan Dila di kanan kiriku, mengingat lagi mimpi yang aku alami barusan.


" Semoga kamu baik baik aja bang" Ucapku dalam hati.


Ku tutup mata lagi berusaha tidur, ku rasakan sapuan tangan di kepalaku lembut membuatku terhanyut dan tertidur.


Ku dengar suara ayam di sana sini saling bersahutan, Ku raba samping tempatku tidur yang sudah kosong, Ku buka mata Sasa dan Dila sudah tidak ada lagi, Ku lirik jam di dinding masih menunjukkan pukul tujuh pagi.


Dengan malas aku turun dari tempat tidur membawa handuk dan baju ganti keluar kamar menuju kamar mandi yang Ada di dekat dapur, melewati ruang TV, ruang tamu dan ruang makan tanpa menghiraukan apapun yang tengah aku lewati.


Aku masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri.


" Aaaahh... " Teriakku merasakan air yang sangat dingin.


" Ada apa Nov? " Teriak Sasa dari luar


" Gak apa apa Sa.. Aku terkejut airnya dingin banget Sa" Teriakku menggigil.


" Apa? Hahaha" Ku dengar banyak suara orang yang tengah menertawakan Ku.


Aku keluar kamar mandi tercengang melihat orang - orang yang ada di lantai duduk mengelilingi sarapan yang tersedia di tengah mereka Karna tempat duduk meja makan tidak cukup.


" Ayo Nov duduk sini apa kamu gak lapar? " Ucap Sasa dengan senyuman setengah tertawa.


Aku tau mereka menertawakan Ku Karna teriakanku tadi, ku lihat Dila, mbak Atik, Mas Dedi, Mas Danil dan Jonathan sedang menahan tawanya.


" Kamu jahat Sa gak bilang sama Aku kalau airnya dingin banget" Ucapku ngambek


" Hahaha " Akhirnya tawa Sasa lepas juga membuatku semakin kesal.


" Maaf Nov.. Maaf, habisnya kamu kayak orang lagi mimpi sambil jalan, banyak orang di sini tapi tidak kamu hiraukan" Ucapan Sasa membuat bibirku tambah manyun di barengi tawa mereka semua.


Ku lirik Mas Danil hanya tersenyum tipis melihatku, gak dia fokus melihat bibirku yang manyun.


Ku ambil piring, nasi, sayur tumis kangkung juga rendang daging, Ku lahap sampai habis tak bersisa Karna emang lapar dan masakan mbak Atik juga enak.


" Assalamu'alaikum... " Ku dengar ada orang mengucap salam di luar rumah.


" Waalaikumsalam eh wulan sini dek sarapan bareng" Ucap mbak Atik sama tamunya.

__ADS_1


" Iya kak makasih Wulan udah sarapan kok" Ucap Wulan malu - malu curi - curi pandang ke arah Mas Danil.


" Ya sudah kita tunggu Angga dulu ya sekalian beresin ini dulu" Ucap mbak Atik membersihkan peralatan makan kami.


" Mas Dedi sama mas Danil kapan datangnya? " Tanya Sasa melihat mas Dedi dan mas Danil bergantian.


" Semalam gak lama kita sampai tapi mereka singgah di pos depan kumpul bareng warga yang lagi ronda" Ucap Dila menjelaskan.


" Eh kok kamu tau Dil? Kita semalam kan selalu samaan" Tanya Sasa.


" Iya waktu kita pindah ke kamar Novi mas Dedi kirim pesan sama aku kalau mas Dedi minta di bukain pintu" Ucap Dila tersipu malu.


" Ya udah aku ganti baju dulu ya" Ucapku melangkah ke kamar.


Aku menggunakan celana jeans berwarna biru dan baju kaos oblong putih yang Ku padukan dengan blazer bulu panjang biru dongker serta rambut hitam panjangku, Ku ikat kucir kuda tak lupa sepatu sport putih menambah sempurna penampilanku, Aku buka pintu kamar sudah ada mas Danil di hadapanku melihatku tak berkedip.


" Mas Da, ada apa" Ucapku melihat mas Danil


" Eheemm emm kamu sudah siapkan? " Tanya mas Danil.


" Ayo pergi" Ucapnya lagi berjalan mendahuluiku.


Aku, mbak Atik juga Wulan satu mobil dengan Mas Danil, sedangkan Dila, Sasa juga Angga satu mobil dengan Mas dedi, kami pergi ke pemandian air terjun yang ada di Desa air terjun, kenapa di namakan Desa Air terjun? Karna di Desa itu terdapat beberapa air terjun.


" Apa masih lama lan?" Tanyaku sama Wulan yang duduk di kursi tengah mobil Mas Danil tengah menatap Mas Danil yang sedang fokus menyetir.


" enggak lama lagi kok kak" Ucap Wulan tersenyum melihat kaca spion.


" Kak Danil haus? ini Wulan ada minuman buat kak Danil" Ucap Wulan membuatku menautkan kedua alisku.


" Oh ternyata Wulan tertarik sama Mas Danil" Ucapku dalam hati tapi kenapa terasa aneh ya rasanya Aku gak suka.


" Ah udahlah itu bukan urusanku toh laki laki sama kayak kucing pantang lihat yang seger" Ucapku dalam hati menepis hal aneh yang ku rasakan.


" Gak makasih" Ucap Mas Danil dingin sedingin kutub utara julukanku untuk Mas Danil.


Tiba di tempat Air terjun para pria langsung membuat tenda besar cukup untuk kami semua istirahat, di sana tidak lupa juga api unggun nya untuk menghangatkan tubuh.


Ku dekatkan tubuhku ke api unggun Karna memang tubuhku masih terasa dingin.


" Pakai ini untuk menghangatkan tubuh kamu" Mas Danil memberiku botol berisi air hangat untuk menghangatkan tubuhku.


Ku ambil botol itu dari tangan mas Danil, senyum manis ku hiasi di wajah cantikku, menatap mas Danil yang juga tersenyum manis padaku.

__ADS_1


Deg Deg


__ADS_2