Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 35 Ternyata Semua Laki Laki Sama


__ADS_3

" Maaf bang Novi tidak bisa lama karna mamah tadi minta di temani ke rumah temannya" Ucapan Novi terpotong oleh Toni.


" Adek "


" Bang Novi "


" Adek "


" Iya bang adek gak bisa lama karna udah ada janji sama mamah" Novi melihat Toni tersenyum tapi ada yang berbeda dengan bibirnya karna Novi baru melihat Toni dari dekat dengan jelas.


" Kenapa dengan bibir Abang? Sepertinya beda ya bang? Atau cuma salah lihat ya bang?" Novi memperhatikan bibir Toni lebih dekat tetapi masih berjarak sekitar empat puluh senti.


" Tidak apa - apa dek, kamu mau pesan makan? Karna Abang hanya pesankan minuman kesukaan kamu dek, masih lemon tea kan kesukaan adek?" Toni tersenyum saat melihat Novi menganggukkan kepalanya.


" Abang harap perasaan kamu juga tidak berubah dek" Ucap Toni dalam hati.


" Bang Toni... Adek mau dengar penjelasan Abang, kenapa Abang tidak mau mengabulkan gugatan cerai dariku bang?" Ucap Novi dengan nada selembut mungkin.


" Abang mau mempertahankan rumah tangga kita dek, Abang memang salah tidak tegas dengan wanita itu hingga mau mengikuti semua kemauannya dan hampir tergoda dengan rayuannya dek" Ucap Toni juga tak kalah lembut.


" Hampir tergoda Abang bilang? Ternyata Abang gak sadar kalau Abang sudah tergoda" Novi tersenyum tipis di hadapan Toni yang tidak pernah berpaling dari wajah cantik Novi.


" Novi semakin cantik, betapa bodohnya aku tidak bisa tegas dengan wanita sampah itu" Ucap Toni dalam hati.


" Sudah Abang katakan berulang kali dek, kalau Abang melakukan semuanya karna Abang diancam, dan yang terakhir adek lihat itu Abang terlena karna Abang terus mengkhayal kan bersentuhan dengan kamu dek, tapi Abang tidak membalasnya dek Abang hanya diam karna apa yang Abang rasakan sangat berbeda, rasa bibir kamu sudah menjadi candu bagi Abang dan Abang tidak akan pernah melupakan rasa itu dek " Ucap Toni pelan agar hanya mereka yang bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


" hanya bibir Abang juga pusaka Abang yang pernah bersentuhan dengan wanita itu dek tidak ada yang lain semuanya masih Abang jaga dek" Ucapan Toni melemah.

__ADS_1


" Dan itu adalah tempat yang sangat sensitif bang" Ucap Novi tersenyum sinis.


" Abang tau... Adek mau memikirkan ulang untuk mempertahankan rumah tangga kita jika Abang dan dia hanya bersentuhan bagian wajah kecuali bibir karna setiap Abang menyentuhku pasti menggunakan bibir kan?"


" Apalagi dengan pusaka Abang yang juga menikmati kenikmatan yang lain, jujur adek jijik bang" Ucap jujur Novi membuat Toni menundukkan kepala nya dalam.


" Seandainya adek yang seper"


" Jangan dek jangan pernah berpikir seperti itu dek, membayangkan nya saja Abang tidak mau dek" Ucap Toni cepat.


" Bang... Adek pernah berusaha mempertahankan rumah tangga kita tapi maaf adek gak bisa bang" Ucap Novi menatap wajah Toni yang kusam mungkin Toni sudah tidak pernah lagi merawat wajahnya juga tubuh Toni yang terlihat lebih kurus.


" Saat itu adek gak bisa tapi untuk saat ini Abang mohon dek kembalilah, Abang akan menjaga jiwa dan raga Abang untuk kamu dek" Toni memohon dengan tulus untuk bisa kembali bersama dengan Novi.


" Apa maksud Abang untuk saat ini? Untuk saat itu dan saat ini sama bang" Novi merasa bingung akan ucapan Toni.


" Sebenarnya Abang mengiris bibir Abang yang sudah disentuh dengan wanita itu dek" Novi tercengang dengan ungkapan Toni.


" Abang juga memotong alat pribadi Abang dek" Novi menggelengkan kepala sambil menutup mulutnya dengan salah satu telapak tangannya tidak percaya, tapi Novi membulatkan matanya lebar mengingat Toni yang berada di tempat tidur dorong penuh darah setelah insiden terciduk nya Toni dan Sinta di ruang showroom itu.


" Apa bang?" Tanya Novi masih dengan menutup mulut dengan telapak tangannya.


" Iya dek sekarang Abang, tubuh Abang, sudah tidak ada sentuhan wanita lain dek, abang melakukan itu agar adek gak jijik lagi sama Abang, dan jujur Abang juga jijik sama diri Abang sendiri dek" Ucapan Toni membuat Novi tidak bisa berkata apa - apa lagi.


Toni rela melakukan hal yang mungkin akan merenggut nyawanya sendiri dan itu di lakukan nya dengan sadar.


" Apa yang harus aku lakukan?" Ucap Novi dalam hati tersentuh dengan apa yang di lakukan Toni untuk bisa kembali membina rumah tangga dengannya.

__ADS_1


" Terus bagaimana dengan hati Abang yang sudah mulai bermain hati?" Tanyaku, tapi Novi langsung menyesal kenapa Novi harus tanyakan tentang itu takutnya Toni memotong hatinya.


" Aduh kenapa aku tanyakan itu sih gimana kalau bang Toni nekat memotong hatinya?"


" Eh. kalau bang Toni memotong hatinya dia mati dong, ya ampun mikir apa sih Nov" Ucap batin Novi bingung sendiri.


" Tidak ada dek hati Abang dari dulu sampai sekarang dan sampai ajal menjemput masih milik kamu dek dan akan tetap milik kamu dek" Ucap Toni menatap Novi serius.


" Tapi adek sudah sangat kecewa bang, Abang tau awalnya adek sangat senang karna Abang ternyata di jebak bukan keinginan Abang sendiri berkhianat, saat itu adek masih ingin mempertahankan rumah tangga kita, adek berusaha gak jijik sama Abang, tapi rasa penasaran adek dengan wanita selingkuhan Abang, membuat adek melakukan tindakan mengintai Abang melalui kamera yang adek pasang di tas juga kemeja Abang"


" Setiap hari adek lihat Abang seharian dengan selingkuhan Abang di ruang yang sama, juga tempat kerja yang sama, menemui klien juga bersama, bahkan di waktu senggang juga bersama, tanpa ada jarak meski Abang sering menolaknya tapi Abang seolah - olah menarik ulur dia, kadang Abang terlihat jauh sama dia padahal Abang sangat dekat dengannya, Abang sudah mulai meliriknya tapi Abang enggan mengakuinya" Ucap dingin Novi menatap tangan Toni mengepal erat di atas meja.


" Dan mulai saat itu hati adek sudah sangat ikhlas melepas Abang untuknya"


" Adek kecewa dengan sikap Abang yang tidak tegas dengannya, dan itu membuat orang yang ada di sekitar Abang merasa bahwa Abang memang memiliki hati untuknya, itu juga yang ada di pikiran adek bang"


" Apa Abang gak pernah berpikir jika suatu saat aku datang ke showroom, mendengar hal tentang kedekatan Abang dengan karyawan wanita abang dan itu tidak menyakitiku?"


" Adek tidak habis pikir, cara Abang mempertahankan adek dengan melakukan perbuatan zina dengan wanita lain, yang selalu Abang sangkal dengan kedok karna ancaman" Ucap Novi menatap Toni.


" Abang menyesal dek tidak bisa tegas" Ucap sesal Toni karna sifatnya yang tidak tegas, juga tidak tega, membuatnya harus kehilangan wanita yang sangat di cintai nya.


" Ternyata semua laki - laki itu sama" Ucap Novi dalam hati ketika tiba - tiba melihat Danil duduk berdua dengan seorang wanita seksi duduk di meja cafe yang sama, tidak terlalu jauh hanya berjarak dua meja darinya.


Novi melihat wanita itu mendekati Danil dan seperti sedang melayani makannya, serta senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya, sedangkan Danil hanya diam, Novi tidak bisa melihat ekspresi wajah Danil karna Danil duduk membelakanginya, Novi membidik suasana itu dengan kamera hpnya.


" Mas Da "

__ADS_1


__ADS_2