
" Sayang kita lanjut di apartemen kamu yuk" Beni hanya mengangguk.
" Aku akan mencari tau tentang wanita itu, awas kamu Ben kalau kamu ada main di belakangku" Ucap Mona dalam hati.
" Aku harus menjauhi Novi, Mona wanita yang bisa melakukan apapun dengan orang yang menurutnya mengganggunya, padahal aku ingin dekat dengan Novi, wanita yang bisa membuat hatiku bergetar" Ucap Beni dalam hati.
" Dimana Novi Jon? "
" Ada di kantin bos" Jonathan melihat Danil yang sudah tidak sabar ingin melihat Novi.
" Jon atur jadwal meeting kita sama Novi di cafe depan showroom sore ini" Ucap Danil yang selalu memandang pintu gerbang kampus.
" Semua sudah beres bos"
" Cepat juga kerjamu Jon" Ucap Danil.
" Saya selalu ada rencana cadangan bos, kalau menyangkut masalah gadis kecil bos, dan yang selalu di pakai pasti rencana cadangan" Ucap Jonathan kesal.
" Kamu memang asisten yang bisa di andalkan Jon, akan aku kasih kamu bonus"
" Ya itu harus bos" Ucap Jonathan tanpa malu.
Dret Dret
HP Novi berbunyi.
" Assalamu'alaikum... Ada apa Adi.... "
" Maaf buk Novi Perusahaan NL Grup mendadak mengadakan pertemuan jam 4 sore di depan cafe showroom"
" Bukannya itu perusahaan mas Da" Ucap Novi dalam hati.
" Adi tolong kamu handle ya"
" Tidak bisa buk, mereka hanya ingin mengadakan meeting dengan bu Novi"
" Baiklah saya akan datang, tolong kamu siapkan semuanya ya Adi"
" Baik buk" panggilan di tutup.
__ADS_1
Novi melihat jam yang melingkar manis di pergelangan tangannya.
" Aku harus segera pulang dan ke showroom" Novi membereskan bukunya dan beranjak pulang.
...****************...
" Adi apa mereka sudah datang? " Ucap Novi pada Adi yang berdiri di depan showroom menyambut kedatangannya.
" Belum buk Novi, mungkin sebentar lagi" Novi dan Adi berjalan beriringan.
" Kamu panggilkan wulan ke sini Di"
" Baik buk" Adi keluar memanggil Wulan.
Tok Tok Tok
" Masuk" teriak Novi.
" Apa ada yang bisa Wulan bantu kak? " Ucap Wulan berdiri di hadapan Novi yang masih fokus dengan laptopnya.
" Ya Wulan aku ingin kamu ikut aku meeting dengan Perusahaan NL Grup di cafe depan, jadi bersiap lah" Novi menatap Wulan serius.
" Tapi kak Wulan gak tau apa - apa, karna Wulan belum pernah ikut meeting kak, Wulan gak mau mempermalukan kakak nanti" Tolak Wulan.
" Kamu cukup diam dan perhatikan jalannya meeting nanti Lan" Ucapan Novi membuat Wulan tersenyum dan mengangguk.
Adi masuk dan mengabarkan kalau Danil dan asistennya sudah datang.
" Buk Novi pak Danil dan asistennya sudah datang dan sekarang sudah ada di dalam cafe"
" Baik mari kita pergi" Novi berjalan lebih dulu di ikuti Adi dan Wulan di belakangnya.
Saat pintu masuk cafe di buka terlihat pria tampan nan dingin menatap Novi tanpa berkedip, mereka saling tatap cukup lama tapi Novi langsung memutus nya karna mengingat Danil sudah memiliki kekasih. Walau detak jantung Novi terus berpacu cepat saat menatap mata tajam Danil.
" Apa kabar nona Novi? Lama tidak bertemu" Jonathan membuka pembicaraan dan menjabat tangan Novi karna suasana tampak tidak mendukung bosnya untuk lebih akrab dengan gadis kecilnya. Jonathan sudah membaca situasi saat melihat mata Novi yang terlihat menghindari tatapan Danil.
" Apa ada sesuatu yang aku lewatkan" Ucap Jonathan dalam hati.
" Alhamdulillah saya baik Pak Jonathan, tapi sepertinya anda yang tidak baik, karna anda masih memanggil saya dengan sebutan nona" Novi membalas jabatan tangan Jonathan. Dan Danil langsung menatap tajam asistennya.
__ADS_1
" Ah itu nona" Jonathan melirik mata tajam Danil sekilas.
" Apa kabar mas Danil? " Novi mengulurkan tangannya di hadapan Danil. Dan langsung di sambut oleh tangan kekar Danil.
" Alhamdulillah Saya baik Nov? " Novi berusaha melepaskan genggaman tangan Danil yang sangat erat menggenggam tangannya.
" Mas" Danil tersadar dan melepaskan genggamannya.
" Apa kabar Adi, Wulan" Jonathan menjabat tangan Adi dan Wulan bergantian sedangkan Danil langsung duduk di kursinya.
" Dasar si kutub utara" Ucap Novi dalam hati kesal melihat Danil cuek dengan Adi dan Wulan.
" Ya sudah kalau begitu mari kita mulai saja meeting nya" Ucap Novi to the point.
Dalam meeting itu Novi hanya melihat sekilas Danil yang sering menatapnya, Novi tidak mau lagi hatinya tersakiti karna laki - laki, walau pun Novi merasakan ada sedikit keanehan saat melihat mata elang Danil yang tanpa sengaja bertatapan dengannya.
" Baiklah meeting kita hari ini cukup sampai di sini, kalau ada hal yang ingin di bahas lagi silahkan menghubungi Adi, kalau begitu saya permisi dulu" Tanpa menunggu jawaban Novi beranjak keluar dari cafe, menenangkan detak jantungnya yang terus saja bergemuruh cepat.
" Maaf Pak Danil dan pak Jonathan ada berkas yang belum di tanda tangani buk Novi, ini berkas yang akan di bawa pak Danil, jadi saya permisi untuk memintanya sama buk Novi ke ruangannya dulu" Ucap Adi yang sudah berdiri ingin melangkahkan kakinya keluar dari cafe.
" Saya yang akan memintanya langsung Adi" Adi berhenti melangkah dan dengan ragu Adi menyerahkan kertas yang akan di tanda tangani Novi ke tangan Danil.
" Tidak apa - apa Adi, bos saya masih ada keperluan dengan nona Novi tentang pekerjaan kita, dan harus di tanyakan langsung dengan nona Novi" Adi hanya merasa segan, karna Danil adalah pemimpin perusahaan besar.
" Baik Pak, ini berkasnya, masih ada dua tanda tangan lagi yang belum di tanda tangani buk Novi, buk Novi ada di dalam ruangannya pak" Adi duduk kembali setelah memberikan kertas ke tangan Danil dan Danil dengan hati yang membuncah melangkahkan kakinya keluar cafe menuju showroom keruangan Novi.
" Aduh... Kenapa sih... Jantung ku selalu berdetak seperti ini ketika dekat dengan mas Da" Novi memegang dadanya sendiri karna detak jantungnya masih belum stabil.
" Ingat Novi mas Da sudah punya kekasih, ingat... Jaga hati kamu Novi... Jangan sampai hati kamu tersakiti lagi, lagi pula mas Da belum pernah mengungkapkan perasaannya sama kamu, kamu jangan ke pede an kalau mas Da itu suka sama kamu Novi" Novi berperang dengan hati dan pikirannya
Novi memegang hpnya membuka galeri, terlihat pria tampan dan wanita cantik nan seksi di sana sedang makan dengan suasana yang sangat romantis. Novi terus memandangi layar HP nya.
" Aku akan bersiap pulang ke rumah, dari pada di sini tidak baik buat jantungku " Gumam Novi meletakkan hpnya dan masuk ke kamar mandi.
Tok Tok Tok
Danil membuka pintu ruangan Novi karna tidak ada sambutan dari dalam.
" Kemana Novi? " Ucap Danil karna tidak ada siapapun di ruangan Novi. Tapi tersenyum setelah mendengar suara air dari dalam kamar mandi yang ada di ruangan.
__ADS_1
Danil melangkah mendekati meja Novi untuk meletakkan kertas - kertas yang ada di tangannya. Tapi tangan Danil berhenti ketika melihat HP Novi yang masih menampilkan gambar dirinya dan seorang wanita seksi di sana.
" Ini kan aku dan Mona" Gumam Danil memegang HP Novi.