
" Itu kan... " Novi menutup mulutnya mengingat sesuatu.
" Iya by" Danil tersenyum, Danil sangat yakin Novi masih mengingatnya.
" Anak laki - laki dengan perban yang melingkar di kepala juga tangannya, memakai baju kaos yang terdapat beberapa robekan, seperti anak yang sangat menyedihkan, bahkan banyak manusia yang lewat hanya bisa menghina tanpa mau membantu, juga ada yang melemparkan koin yang tidak seberapa dengan tatapan jijik dengan sorot mata menghina"
" Tapi gadis kecilku yang imut menghampiri dan memberi sapu tangan bersih dan indahnya pada pria kecil yang malang, dia tak segan - segan menghapus air mata pria kecil itu dengan tangan mungilnya" Danil mengusap air mata yang menetes deras di pipi mulus istrinya dengan gerakan yang sangat lembut sampai Novi dengan reflek memeluknya erat.
" Boleh Novi tau apa yang terjadi sama mas saat itu? " Novi mengusap - usap hidungnya ke dada Danil karna lelehan air dari hidungnya tak henti - henti keluar hingga baju yang di kenakan Danil basah terkena air bening yang keluar dari mata juga hidungnya.
" Maaf mas baju mas jadi basah, habisnya Novi terharu dengar cerita mas, itu pun belum mas selesaikan ceritanya" Danil tertawa mendengar celotehan Novi.
" Gak apa - apa by nanti mas ganti bajunya, tapi kamu nya masih mau gak dekat sama mas? " Danil balik tanya pada istrinya yang sudah berhenti menangis akibat ceritanya, menyisakan hidung yang memerah.
" Hahaha mas ini bisa aja, ya Novi ganti tempatnya jadi di sini mas" Novi menunjuk bahu Danil yang masih kering.
" Dasar kamu by" Danil membuka bajunya, memperlihatkan dada bidang dan terdapat kotak - kotak di bagian perutnya dengan warna yang kontras dengan tubuhnya, berkulit sawo matang yang sangat menggoda iman.
Dengan susah payah Novi menelan Saliva nya, melihat tubuh atletis milik suaminya, ingin rasanya menyentuh perut kotak itu tapi ada rasa gengsi di hatinya. Novi tersadar dari lamunannya dan akhirnya Novi memalingkan wajahnya dari tubuh yang membuatnya panas dingin.
Tapi alangkah terkejutnya Novi saat Danil menggenggam tangannya dan meletakkan telapak tangannya di dadanya yang keras berotot.
" Sini by peluk mas lagi" Danil mendekap Novi dengan tubuh yang tidak lagi memakai bajunya tapi masih pakai celana tentunya.
" Mas pakai baju dulu nanti mas masuk angin" Novi beralasan agar Danil memakai bajunya agar pikiran Novi tetap normal.
" Mas.. "
" Iya by.. " Danil memakai selimut untuk menutupi tubuh bagian atasnya.
" Sudah by mas gak bakal masuk angin" Saat Danil melihat Novi ingin turun dari ranjang dengan cepat tangan Danil menghentikannya.
__ADS_1
" Mas tau kamu terpesona sama mas by... Tapi mas gerah by.. " Ucap Danil penuh percaya diri.
" Is mana ada kayak gitu mas" Novi memanyunkan bibirnya hingga reflek Danil mengecupnya.
" Kalau iya pun gak apa - apa by... Kita udah sah kok" Danil menampilkan gigi putihnya.
" Ck udah mas lanjut ceritanya" Danil membuka selimutnya untuk menutupi tubuhnya juga tubuh Novi, memeluk tubuh Novi erat di balik selimutnya, tangan Novi di arahkan ke perut Danil yang atletis, membuat degupan jantung Novi berpacu sangat cepat.
" Aduh... Jantungku... Ini perut kan? kenapa keras gini ya" ucap Novi dalam hati, meraba dan menekan - nekan perut Danil.
" Geli by "
" Eh maaf mas" Novi tersenyum malu seperti kepergok hansip saat lagi maling.
" Lanjutkan mas ceritanya" Novi menghirup aroma tubuh Danil yang membuatnya sangat nyaman.
" Saat itu mas sangat frustasi mendengar kabar kalau kedua orang tua mas koma setelah menjalani operasi paska kecelakaan"
" Dengan baju yang masih robek dan perban di kepala juga tangan, mas berjalan tak tentu arah dengan mengandalkan tongkat yang di berikan perawat di sana sampai mas gak sadar sudah berada di bawah pohon rindang dan bertemu dengan gadis kecil mas yang cantik"
" Kamu memberi kekuatan sama mas, mas seperti ada semangat lagi untuk menghadapi ujian hidup, melihat senyummu seperti mas mendapatkan tenaga baru yang siap melawan kerasnya hidup, setiap hari mas selalu melihatmu bermain dan belajar di bawah pohon itu, sampai mas sembuh, tidak ada perban, juga sudah berjalan dengan normal"
" Mas mendekati kamu saat seorang anak laki - laki mengganggumu hingga kamu menangis"
" Apa kedua orang tua mas saat itu masih koma? " Novi bertanya dengan mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah tampan Danil.
" Iya mereka masih dalam keadaan koma saat itu by"
" Tapi beberapa bulan ke depan mereka tersadar, dan hanya satu hari mereka sadar untuk pamit sama mas, lalu mereka menghembuskan nafas terakhirnya bersamaan, meninggalkan mas sendirian" Novi mengeratkan pelukannya untuk memberikan semangat pada suaminya.
" Kamu masih ingat by saat mas menunggu mu di bawah pohon rindang? saat itu hujan turun sangat deras"
__ADS_1
" Iya mas, saat itu Novi telat datang karna mencari hadiah untuk mas, dan melihat mas duduk di bawah pohon sedang melamun" Novi sangat jelas mengingat saat melihat Danil duduk di bawah pohon tengah melamun, pancaran matanya seakan meredup tak ada gairah hidup.
" Karna saat itu mas baru saja memakamkan jasad ke dua orang tua mas by" Novi mengusap bahu Danil lembut di bawah selimutnya. Juga menyeka air matanya yang tak hentinya mengalir.
" Tapi mas yakin saat ini mereka sangat bahagia di sana"
" Kenapa mas? "
" Karna keinginan mereka sudah terpenuhi" ucap Danil ambigu.
" Memangnya apa keinginan orang tua mas? "
" Menjadikanmu menantu mereka, itu yang mereka katakan saat mereka sadar dari koma by" Danil mengecup kepala Novi sayang.
" Loh emangnya orang tua mas kenal sama Novi? " Novi sangat penasaran dengan jawaban yang akan di berikan Danil.
" Iya by kedua orang tua mas adalah sahabat dari papah Rafa dan mamah Rani by, mereka ingin kamu dan mas menjalin ikatan suci pernikahan" Ucap Danil tersenyum melihat wajah imut Novi saat sedang menatapnya heran.
" Dan akhirnya kita berjodoh by"
" Apa iya seperti itu mas? kenapa papah dan mamah gak ada cerita sama Novi ya mas? " Novi seperti tidak percaya dengan perjodohannya dengan Danil.
" Saat mas mendengar tentang perjodohan kita, mas gak langsung menerimanya by, karna hati mas sudah terpaut dengan mu, sampai mas mencari tau tentang wanita yang di jodohkan dengan mas, dan mas sangat senang wanita itu kamu by" Danil memeluk Novi sangat erat karna dia sangat bahagia.
" Tapi Novi sudah pernah menikah dengan pria lain mas" ucap Novi pelan, yang masih di dengar oleh Danil.
" baby nya mas yang cantik, mas Terima kamu apa adanya, dari dulu sampai sekarang kamu hanya milik mas, mas gak masalah kamu pernah menikah sebelumnya, karna itu semua juga salah mas yang gak mengabari kamu saat mas pergi"
" Yang mas inginkan itu hati kamu yang tulus seperti dulu, yang hanya menyukai mas, hanya melihat ke arah mas, tidak ingin jauh dari mas dan hanya mas yang bisa menyentuh mu, itu janji yang pernah kita ucapkan dulu kan by"
" Mas mau Terima Novi yang sudah pernah di sentuh pria lain? " Mata Novi berkaca - kaca mengingat janji yang pernah mereka ucapkan dulu.
__ADS_1
" Iya by "