
"Ck ada apa Jon? " Danil melihat Novi dengan wajah yang memerah menahan malu.
"Saya permisi jemput istri saya Sasa bos, Sasa sudah sibuk ingin ke sini bertemu nyonya bos" Jonathan melirik Novi yang sedang menunduk.
"Ya sudah sana" Danil mengibaskan tangannya mengusir Jonathan, karna Danil tau kalau Novi pasti sangat malu.
"Iya bos" Jonathan keluar dari kamar.
"By... Kalau kamu mau bawa album dan hpnya, bawa aja by" Ucap Danil.
"Gak mas... Novi bawa dua foto ini aja, boleh kan mas?" Novi memperlihatkan foto saat Noni masih bayi dan foto yang di edit Toni, ada gambar Novi dan Noni yang selalu di bawa oleh Toni.
Danil tersenyum sambil mengangguk, Novi tersenyum dan memeluk tubuh kekar Danil erat.
"Makasih mas" Danil mengangguk.
Acara tahlilan Toni berjalan dengan khidmat, bunda Sarah dan ayah Ridho nampak ikhlas melepas kepergian anaknya. Selesai acara tahlilan, bunda Sarah dan ayah Ridho minta Danil dan Novi untuk menginap di sana bahkan papah Rafa dan mamah Rani juga ikut menginap. Sedangkan Sasa dan Dila tidak bisa menginap karna meninggalkan anaknya di rumah.
"Nak... Bunda mau kasih ini sama kamu" Ucap bunda Sarah sambil memberikan amplop coklat besar di hadapan Novi. Karna saat ini mereka sedang berkumpul di ruang tamu.
"Apa ini bun? " Tanya Novi.
"Itu sertifikat tanah dan rumah, niat Toni ingin memberikan semua itu untuk Noni, saat Noni besar, tapi Noni sudah pergi dan Toni juga, jadi semua itu adalah hak kamu nak" Ucap bunda Sarah.
Novi membuka dan mengeluarkan semua kertas yang ada di dalam amplop.
"Maaf bun Novi gak bisa menerima ini" Novi memasukkan lagi semua kertas di dalam amplop dan meletakkannya di atas meja.
"Selama ini Toni mengumpulkan itu semua untuk Noni, karna itu bunda memberikannya sama kamu nak" Ucap bunda Sarah seperti memohon.
"Saat Noni tiada, Toni pernah bilang sama bunda kalau semua yang ingin Toni berikan pada Noni akan dia berikan padamu nak" Bunda Sarah melihat Novi tersenyum.
"Baik Novi akan Terima ini" Novi mengambil kembali amplop itu.
"Dan Novi hibahkan ke ayah dan bunda" Novi menyodorkan amplop itu ke hadapan bunda Sarah.
"Bunda olah tanah itu dan kalau ada hasilnya berikan sebagian hasilnya untuk anak yatim dan orang yang tidak mampu" Ucap Novi sambil tersenyum.
"Ternyata ini yang membuat anak bunda susah melupakanmu nak" Bunda Sarah memeluk tubuh Novi sayang.
"Bun... Malam ini Novi ijin tidur di kamar Noni ya? " Ijin Novi pada bunda Sarah.
"Boleh sayang" Ucap Bunda Sarah.
"Ya udah Novi sama mas Danil ke kamar duluan ya bun"
"Iya sayang, kamu harus istirahat pasti kamu capek" Ucap Mamah Rani.
"Iya mah" Novi dan Danil masuk ke kamar Toni dan merebahkan tubuh mereka di atas ambal berbulu putih.
__ADS_1
"Kamu yakin by kita tidur di sini? " Ucap Danil pada Novi yang menganggukkan kepalanya.
Mereka saling berpelukan dan memejamkan matanya menjemput alam mimpi.
Novi seperti berada di tempat yang sangat indah, penuh bunga yang sedang bermekaran, banyak juga kupu - kupu yang indah berterbangan, terdengar suara air yang membuat suasana menjadi sejuk. Novi sangat menikmati suasana yang membuat hati nya nyaman dan damai.
"Mamah... " Teriak gadis cantik mirip dirinya, usianya sekitar dua tahun setengah tengah berlari ke arahnya.
"Mah... " Gadis kecil itu berhenti berlari ketika sampai di hadapan Novi.
"Mah.. Noni pengen peluk" Ucapnya sangat jelas di pendengaran Novi.
Novi hanya mengangguk dan berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Noni.
Novi merentangkan kedua tangannya dan di sambut pelukan hangat Noni, di peluknya erat tubuh kecil Noni dengan rasa yang sangat bahagia. Hingga tanpa sadar air matanya jatuh membasahi pipinya.
"Ini mamah sayang"
"Anak mamah Noni"
"Ini mamah nak... " Novi merasakan Kepala Noni mengangguk. Di uraikan pelukannya melihat Noni intens dan menciumi seluruh wajah mungil Noni bertubi - tubi.
"Noni... " Teriak seorang laki - laki yang suaranya sangat di kenali Novi.
"Ayo sayang kita pergi, Noni sudah bertemu mamah kan? sekarang kita harus pergi sayang" Toni mengulurkan tangannya di hadapan Noni. Dan di sambut hangat oleh tangan kecil Noni.
"Mah... Noni pergi sama ayah dulu ya, mamah baik - baik di sana" Ucap Noni seperti orang yang sudah dewasa.
"Noni" Teriak Novi memanggil anaknya.
"Noni.... Jangan tinggalkan mamah nak"
"By... Bangun by... " Danil menepuk pipi Novi pelan.
"By.. " Teriaknya lagi.
"Noni... " Novi melihat sekelilingnya saat dia membuka mata.
"Minum dulu by" Danil memberikan segelas air putih pada Novi dan langsung di teguk hingga habis.
"Novi mimpi bertemu dengan Noni mas" Danil tersenyum mendengar ucapan Novi.
"Novi sangat senang mas, Noni bahkan berteriak menyebut nama mamah sama Novi, Novi memeluk dan menciumnya mas" Novi terlihat sangat bahagia menceritakan mimpinya.
"Iya by mas juga sangat senang" Danil tersenyum dan mengusap rambut Novi sayang.
Novi tersadar dan melihat mata Danil, Novi takut menyinggung perasaan Danil.
"Sudah ayo kita tidur lagi, ini masih pukul empat dini hari" Ucap Danil melihat Novi mengangguk.
__ADS_1
Pagi hari saat Novi membuka mata, Danil sudah tidak ada di sampingnya, tapi Novi mendengar suara Danil di dalam kamar mandi.
"Mas... " Novi memijat tengkuk belakang Danil yang sedang mengeluarkan isi perutnya di Wastafel.
"Keluar by... Disini jorok by" Danil mendorong Novi untuk keluar karna takut Novi jijik melihatnya muntah.
Tapi Novi tetap memijit tengkuk Danil tanpa merasa jijik sedikitpun.
"Sudah enakan mas? " Tanya Novi melihat Danil sudah tidak muntah lagi.
"Iya by mungkin mas masuk angin" Danil tersenyum melihat Novi.
"Maaf ya mas, seharusnya kita tidur di atas ranjang bukannya di atas ambal" Ucap Novi merasa bersalah.
"Gak apa - apa by mas juga suka kok tidur di sana asal sama kamu by" Ucap Danil menggoda Novi.
"Apaan sih mas, ya udah Novi ambilkan air hangat dulu ya mas" Novi melihat Danil menggeleng.
"Gak usah by... Mas mau mandi aja, habis antar kamu pulang mas mau kerja by.. Ada klien yang gak bisa di undur pertemuannya, karna istrinya mau melahirkan dan dia mau cepat menyelesaikan pekerjaannya"
"Ya udah, tapi Novi masih mau pulang ke rumah papah mas" Ucap Novi dengan wajah sedih membuat Danil tersenyum gemas.
"Iya by... " Novi langsung memeluk tubuh kekar Danil senang.
"Makasih ya mas" Danil mengangguk dan mencium kening Novi.
selesai membersihkan diri mereka keluar kamar menemui papah Rafa dan mamah Rani di ruang tamu.
"Mah.. Pah... Novi pulang ke rumah papah yah... "
"Iya sayang" Jawab mamah Rani cepat.
"Nak Danil kenapa? kok mukanya pucat? " Ucap bunda Sarah.
"Iya bun mas Danil tadi muntah - muntah mungkin masuk angin" Jawab Novi.
"Ya udah bunda udah buatkan teh untuk kita, sekalian kita sarapan" semuanya mengangguk dan melangkah ke meja makan untuk sarapan.
"Nak Danil, Novi biar pulang sama papah aja, kamu langsung pergi kerja aja jadi kamu gak usah singgah - singgah lagi" Ucap papah Rafa. Danil melihat Novi yang mengangguk.
"Ya udah mas berangkat dulu ya by" Danil mengulurkan tangannya untuk di cium oleh Novi. Dan mencium kilas kening Novi.
Novi melambaikan tangan ke arah Danil yang juga melambaikan tangan ke arahnya dengan posisi Danil sudah duduk di dalam mobilnya.
"Sayang... Kita ke rumah sakit yuk" Ucap mamah Rani setelah Novi masuk ke dalam rumah bunda Sarah.
"Siapa yang sakit mah? " Tanya Novi terkejut.
"Kamu yang periksa sayang... Mamah ingin memastikan sesuatu" Ucap mamah Rani sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya nak bunda juga setuju dengan usulan mamah kamu" Timpal Bunda Sarah.