Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 90 Bertemu Toni 2


__ADS_3

"Abang mengambil sel telur mu selama tiga malam berturut - turut agar proses pembuahan dengan ****** abang berhasil, dan benih yang tumbuh di masukkan ke dalam rahim wanita lain, wanita itu adalah adik dari bunda dek, tapi ibu kandung Noni tetap kamu, mungkin karna itu wajah Noni sangat mirip denganmu, abang sangat bersyukur karna Noni bisa menggantikan mu berada di sisi abang" Toni tersenyum mengingat wajah anaknya.


"Abang melakukan itu karna abang sangat yakin, kalau tekat kamu sudah bulat untuk berpisah dari abang" Toni mendengar isakan Novi.


"Lalu di mana Noni bang" Ucap Novi dengan nada bergetar.


"Maafkan abang dek, sebulan yang lalu kami mengalami kecelakaan dan... Noni kita tidak dapat di selamatkan karna kepalanya terbentur aspal" Ucap Toni dengan suara terbata menahan sesak di dada, mengingat peristiwa di mana gadis kecilnya menghembuskan nafas terakhirnya.


"Kenapa kamu jahat sama Novi bang, Novi bahkan gak bisa merasakan menggendong anak Novi sendiri hiks hiks hiks"


"Apa salah Novi sama abang hiks hiks hiks" Danil memeluk tubuh rapuh Novi erat, mengelus punggungnya agar merasa tenang.


"Aku ibunya bang, aku juga berhak atasnya, bahkan Noni tidak mengenal aku sebagai ibunya bang hiks hiks hiks"


"Kamu sudah tidak membutuhkan yang lain dek, kamu sudah bahagia bersama dengan suami mu" Toni melihat Novi dan Danil bergantian.


"Itu sebabnya abang tidak ingin kamu mengetahui tentang Noni, kalau kamu mengetahuinya kamu pasti akan mengambil Noni anak kita dari abang, itu yang abang pikirkan, tapi abang gak sekejam yang kamu pikirkan dek, abang tetap memperkenalkan kamu sebagai ibunya, karna memang kamulah ibunya" Ucap Toni menatap sendu Novi yang ada dalam dekapan Danil.


"Abang selalu memperlihatkan foto kamu, dan abang selalu menceritakan tentang kamu, ibu yang sangat menyayanginya, kalau Noni bertanya dimana ibunya, abang selalu menjawab pergi bekerja, karna abang yakin suatu saat kalian pasti akan bertemu"


"Noni gadis kecil abang yang sangat mirip denganmu, bukan hanya wajah tapi kepribadiannya juga sangat mirip denganmu, cerdas, baik, cantik, penyayang, abang sangat bersyukur memilikinya, Noni penyemangat hidup abang, tapi sayang keberadaan Noni di sisi abang sangat cepat, bahkan di saat Noni meninggalkan kita wajahnya tersenyum sangat manis" Suara Toni bergetar menahan tangis.


"Masih sangat lekat di ingatan abang sewaktu Noni baru pertama kali melihat dunia, tangisannya sangat keras dengan bobot tubuh tiga kilo, bayi merah yang abang beri nama Noni Handoko, dimana Noni adalah nama gabungan dari kita, Handoko adalah nama belakang abang karna Noni adalah putri dari Toni Handoko" Ucap Toni penuh penekanan.


"Saat abang melantunkan azan di telinganya, Noni dengan patuhnya mendengarkan, Noni gadis kecil abang yang sangat abang rindukan setiap abang bekerja, abang akan selalu menghubunginya setiap jam, kasih sayang dan cinta abang pada Noni jauh lebih besar dan bisa membuat pikiran abang yang selalu memikirkan ibu kandungnya bisa sepenuhnya beralih ke Noni putri kecilku"


"Tapi Tuhan menitipkannya sangat cepat, Noni pergi meninggalkan abang saat abang mulai menemukan kembali tujuan hidup abang, menata kehidupan abang yang hancur karna kesalahan abang pada ibu kandung dari putri kecil yang sangat abang cintai" Nafas Toni sudah mulai tidak teratur.


"Sudah nak kamu harus istirahat sudah cukup penjelasannya, kamu baru saja keluar dari rumah sakit harus banyak istirahat nak" Tegur bunda Sarah pada Toni.


"Toni gak apa - apa bun... Toni sangat merindukan Noni bun hiks hiks hiks" Toni terisak pilu di pelukan bunda Sarah.


"Iya nak, Noni pasti juga sangat merindukanmu sayang, ayah yang selalu dia banggakan, ayah yang selalu menyayanginya, sudah nak istirahat dulu ya" Bunda Sarah berusaha menenangkan Toni yang sangat terpukul atas kepergian putri kecilnya.

__ADS_1


"Uhuk uhuk uhuk" Toni terbatuk sampai mengeluarkan darah segar.


"Toni.... " Teriak bunda Sarah.


"Bun ayo kita bawa Toni ke rumah sakit" Ucap ayah Ridho cepat.


"Pakai mobil saya aja pak" Ucap Danil.


"Iya Terima kasih banyak nak" Ucap Ayah Ridho sambil menepuk bahu Danil.


Ayah Ridho menjalankan kursi roda yang di duduki Toni keluar rumah.


"Ayah Toni gak apa - apa, Toni mohon antarkan Toni ke tempat Noni yah uhuk uhuk uhuk"


"Ayah akan antar kamu ke tempat Noni setelah kamu pulih nak" Ucap ayah Ridho sambil memapah Toni masuk ke dalam mobil Danil.


Toni Pun memejamkan matanya sambil terus menyebut nama Noni.


"Noni..."


"Noni... "


"Noni... " Racauan Toni membuat semua yang ada di dalam mobil mengeluarkan air mata.


Novi hanya bisa diam, melihat juga mendengarkan racauan Toni, Novi tidak mau sampai Danil salah faham. Walau pun sebenarnya Novi merasa sangat iba pada mantan suaminya, ayah dari putri kandung yang tidak pernah di tau.


Butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai ke rumah sakit dan Toni langsung di masukkan ke ruang UGD.


"Dok" Ucap ayah Ridho setelah melihat dokter memeriksa anaknya Toni.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, tolong doanya pak buk" Dokter menepuk bahu ayah Ridho.


Toni terus saja meracau menyebut nama anaknya. Tak lama Toni terbatuk dan mengeluarkan banyak darah, dokter langsung menempatkannya ke ruang ICU.

__ADS_1


"Bunda... Maafkan Novi" Ucap Novi sambil memegang erat tangan bunda Sarah.


"Kamu gak salah nak, tapi bunda mohon maafkan Toni yang sudah menyakitimu nak" Bunda Sarah membalas genggaman tangan Novi, bunda Sarah sudah pasrah dengan apa yang akan menimpa anak laki - lakinya.


"Novi sudah memaafkan bang Toni bun, Novi sudah ikhlas dengan semua kenyataan ini bun, ini adalah kehidupan yang memang harus Novi jalani" Ucap Novi sambil tersenyum.


"Terima kasih nak kamu memang sangat baik"


"Minum dulu by" Danil menyodorkan satu botol mineral ke hadapan Novi.


"Makasih mas" Danil mengangguk dan duduk di samping Novi.


"Nak Danil maafkan Toni ya, bunda... "


"Gak apa - apa bun Danil sangat mengerti bagaimana perasaan Toni, jujur Danil sangat cemburu tapi sekarang ini Novi adalah istri Danil, dan Toni hanya masa lalu dari Novi" Ucap Danil tegas.


"Iya nak sekali lagi maafkan anak bunda, hidup Toni selalu di hantui dengan rasa bersalah dan tidak ingin kehilangan orang yang di cintainya, karna itu bunda juga mendukung apa yang di lakukan Toni untuk melahirkan Noni"


"Sudah bun, semuanya udah terjadi sekarang kita doakan saja bang Toni" Bunda Sarah mengangguk.


Pintu ruang ICU terbuka dan terlihat dokter keluar dari sana.


"Bagaimana dengan anak saya Toni dok" Tanya bunda Sarah.


"Apa di sini ada yang bernama Novi? "


"Saya dokter" Novi menunjuk dadanya sendiri.


"Toni ingin bertemu dengan kamu" Novi melihat Danil.


"Saya juga akan ikut masuk karna Novi adalah istri saya sedangkan Toni mantan suaminya" Ucap Danil dan dokter paruh baya itu mengangguk tanda setuju.


Danil dan Novi bersama masuk ke dalam ruang ICU.

__ADS_1


"Dokter" Ucap bunda Sarah melihat dokter.


"Berdoalah Sarah pasrahkan semuanya pada Allah" Dokter menepuk bahu bunda Sarah berkali - kali.


__ADS_2