Kekasih Halal Yang Berkhianat

Kekasih Halal Yang Berkhianat
Bab 109 Memeriksa Kandungan


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah menyapa semua insan di muka bumi yang indah, Danil meraba tempat tidur di sampingnya, kosong tidak ada istrinya di sampingnya, dia langsung membuka paksa matanya, dalam pikiran nya apakah Novi meninggalkannya lagi?


"Gak.. " Danil menggelengkan kepalanya.


Danil melihat ke arah kamar mandi, berjalan ke kamar mandi dan membuka pintunya, kosong tidak ada Novi di sana.


"Jangan tinggalkan mas by... " Ucap Danil frustasi.


Danil mempercepat langkah kakinya keluar dari dalam kamarnya setelah mengambil dompet dan kunci mobil, tanpa sadar dirinya masih belum menggunakan baju nya, terpajang tubuh atletis yang tak pernah ia tunjukkan pada siapapun selain hanya pada Novi istrinya.


Beruntung juga di rumah tidak ada siapa pun karna semua yang bekerja di rumahnya bekerja pada saat di perlukan saja tapi gaji tetap dengan jumlah seperti biasanya. Danil terus melangkah cepat menuruni anak tangga rumahnya dengan hati yang gelisah.


Pada saat melewati dapur, sekilas Danil melihat ada seseorang di sana, langkah Danil langsung berbalik memasuki dapur karna dia sudah melewati ruang dapur dengan langkah cepatnya bahkan nyaris berlari.


Terdengar bunyi spatula yang sedang bergesekan dengan wajan, terlihat tubuh wanita pujaan hatinya sedang berkutat dengan alat tempur memasaknya.


"By... " Danil langsung memeluk tubuh Novi dari belakang, nyaris membuat Novi menjatuhkan spatula yang ada dalam genggamannya karna terkejut dengan sikap suaminya yang tiba - tiba datang memeluknya.


Novi ingin protes, tapi Novi merasakan tubuh Danil bergetar dan terdengar suara isakan suaminya. Di matikan kompor yang sudah menyajikan nasi goreng seafood untuk sarapan mereka. Novi berbalik menghadap suaminya, ternyata benar Danil sedang menangis.


"Ada apa mas? "


Danil memeluk tubuh istrinya lagi.


"Mas pikir baby meninggalkan mas lagi... Saat mas membuka mata kamu gak ada di samping mas, mas takut by... Mas takut kamu meninggalkan mas by... "


Novi tersenyum mendengar pernyataan suaminya, Novi tidak tau kepergiannya untuk menenangkan diri di desa air terjun membuat Danil seperti ini. Saat itu Novi tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Danil, Novi hanya ingin menjauh sesaat untuk menenangkan diri, introspeksi diri agar menjadi istri yang lebih baik lagi untuk suami yang sangat di cintainya.


"Novi gak akan meninggalkan mas, meninggalkan suami Novi yang tampan ini, gak akan mas... "


Danil mengurai pelukannya, menatap wajah cantik Novi, berakhir menatap bibir ranum Novi, dengan lembut Danil menyatukan bibirnya dan bibir istrinya lama, saling membelitkan lidah dengan menyalurkan cinta tanpa adanya nafsu di sana.


Danil menghentikan ciumannya dan menatap intens wajah Novi,


"Mas sungguh takut kehilanganmu by, mulai sekarang jangan bangun dulu sebelum mas bangun, kamu harus ada saat mas membuka mata by.. "


"Iya mas.. " Ucap Novi sambil mengangguk cepat.


"Mas mau kemana bawa kunci mobil dan dompet? "

__ADS_1


"Mas mau mencari kamu by... Mas sangat frustasi melihat kamu gak ada di ranjang, mas teringat saat kamu pergi dari mas by.. "


"Dengan tanpa menggunakan baju atasan mas? "


"Hah"


Danil langsung tersadar melihat tubuh bagian atasnya yang terekspos di depan istrinya.


"Apa mas seperti ini saat gak ada Novi? " Novi memajukan bibirnya merajuk, dan itu sangat menyenangkan bagi Danil, Danil sangat suka saat Novi seperti orang yang sedang cemburu.


"Mas gak pernah memperlihatkan tubuh mas dengan siapapun, kecuali kamu by... Bahkan kamu sudah melihat keseluruhan tubuh mas tanpa sehelai benangpun, dan merasakan semuanya tanpa terkecuali" Ucap Danil menggoda Novi.


"Mas.. " Pipi Novi merona akibat godaan dari suaminya sendiri.


"Mas tadi reflek mencari kamu, dan gak sadar kalau mas belum memakai baju by"


"Iya mas.. Ya udah mas mandi dulu, Novi siapkan sarapannya dulu"


"Kita jadi memeriksa kan kandungan mu kan by.. "


"Iya mas... Apa mas gak berangkat kerja? "


"Iya mas, Novi juga udah janjian sama dokter Sofia jam 10 nanti mas"


"Dokter Sofia.. "


"Iya mas dokter Sofia itu dokter kandungan Novi juga teman mamah mas" Danil mengangguk mengerti.


"Ya udah, mas mandi dulu ya by" Novi mengangguk dan tersenyum manis.


Danil mengecup kening Novi dan mengecup bibir Novi, setelah itu dia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya, ternyata pakaian yang akan di kenakan sudah di siapkan oleh Novi di atas ranjangnya.


"Ternyata sudah di siapkan, karna panik takut Novi pergi, aku sampai gak pakai baju atasan, untungnya masih gak ada orang disini, kalau ada sudah ternoda tubuhku di lihat orang lain, aku gak mau itu terjadi, hanya istri ku Novi yang boleh melihat tubuhku, hufff"


Setelah sarapan Danil dan Novi bersiap pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Novi.


"Udah siap by? "


"Sudah mas, ayok" Ajak Novi menggandeng tangan Danil keluar dari dalam kamar mereka.

__ADS_1


Asisten rumah tangga yang Danil suruh libur saat Danil dan Novi tidak ada di rumah sudah di panggil kembali, mereka sangat senang ketika mendengar bahwa majikannya sedang mengandung, semua yang ada di rumah Danil dan Novi sudah mengetahui tentang Linda yang berlaku jahat pada majikannya.


Mereka sangat senang mendengar kabar kalau rekannya Linda tidak bekerja di rumah Novi lagi, ternyata selama ini sikap Linda sangat tidak baik pada rekannya yang ada di rumah Novi, mereka akan baik hanya pada Danil dan Novi saja.


"Mas belum bisa mendapat kan pengganti Linda by.. Karna mas ingin menemukan asisten rumah tangga yang tepat untuk mu, Karna mereka yang selalu ada bersamamu di rumah by" Ucap Danil lembut.


Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil menuju ke rumah sakit.


"Gak apa - apa mas, Novi masih bisa memasak untuk mas"


"Gak by... Kamu gak boleh capek - capek, kamu udah capek bawa anak kita ke mana - mana by" Novi menahan senyum nya mendengar perkataan Danil.


"Ya iya lah mas Novi bawa kemana - mana, anak kita kan ada dalam perut Novi..." Novi Memanyunkan bibir nya, membuat Danil gemes.


Akhirnya merekapun sampai ke rumah sakit, dan berada di ruangan dokter Sofia.


"Assalamu'alaikum buk Sofia"


"Waalaikumsalam... Ehh... Novi... Apa kabar nak"


"Alhamdulillah sehat Buk"


"Ini... " Tunjuk dokter Sofia pada Danil.


"Ini mas Danil suami saya dok"


"Danil Putra Anandira"


"Iya.. Buk Sofia kenal sama mas Danil? "


"Ibu kenal sama Anan dan Dira, kami berteman sama seperti mamah dan papah kamu sayang" Ucap Dokter Sofia seperti mengenang sesuatu.


"Ayo kita lihat anak kalian" Danil dan Novi pun mengangguk setuju.


Novi berbaring di ranjang untuk melakukan USG, sedangkan Danil tepat di samping Novi, menggenggam erat tangan Novi sambil melihat layar monitor.


"Alhamdulillah anak - anak kalian sehat, coba kita dengar detak jantungnya ya.. " Danil semakin menggenggam erat tangan Novi, jantungnya pun ikut berdebar kencang mendengarkan detak jantung anak - anaknya, buah hatinya bersama wanita yang sangat di cintainya.


"Anak - anakku" Gumam Danil.

__ADS_1


__ADS_2