Kembalikan Bahagiaku

Kembalikan Bahagiaku
Saya Istri Sah Satrya Higaka


__ADS_3

Setelah melihat sunset yang indah, Bunga dan Andira memutuskan untuk segera kembali ke kamar hotel. Mereka teringat dengan Hania yang sendirian di kamar.


Keduanya beriringan, sampai Andira menarik tangan Bunga. "I-itu ... bukannya Tuan Gaka?" Matanya fokus melihat pria yang baru keluar dari kamar mereka.


"Eh, iya," sahut Bunga juga melihat obyek yang sama. "Tuh 'kan, beneran deh, mereka pasti ada apa-apa."


Langkah mereka mendekati Gaka, namun pria itu nampak acuh dan melewati mereka begitu saja. Meski keduanya telah menyapa.


Ceklek ....


Ketika membuka pintu, Hania menyengir kaku dengan raut wajah terlihat tegang. Benar-benar mencurigakan.


"Kenapa kaku gitu?" tanya Bunga.


"Enggak, gak pa-pa. Ku kira siapa," jawab Hania. "Kalian mau mandi, ya. Sebentar, aku tak ambil wudhu dulu." Dia berbalik dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Nga, lo gak tanya soal Tuan Gaka?" Andira bertanya pada Bunga.


"Nanti aja, waktunya dah mepet. Inget, jam tujuh kita harus kumpul untuk acara makan malam bersama. Nanti aja kita tanya-tanyanya."


"Oh iya ya." Andira mengangguk-angguk kecil.


Pukul 19.00. Mereka bertiga sudah siap dengan penampilan terbaik mereka. Hania memakai gamis ungu pekat, berpadu dengan jilbab putih besar yang terdapat motif garis-garis kecil. Wajah ayunya hanya dipoles dengan make-up tipis, tapi penampilan sederhana itu membuatnya terlihat elegan dengan daya tarik sendiri.


Bunga memakai celana levis biru, kaos hitam yang dibungkus dengan cardigan denim. Riasan ala korea dan memakai penjepit rambut kecil. Wajahnya yang chubby terlihat imut.


Andira, segi wajah terlihat lebih berumur. Wanita itu memilih berias dengan style cassual namun tetap terlihat elegan. Rambut bob layer dibiarkan begitu saja tanpa aksesoris yang menempel.


Bertempat di bagian outdoor, dengan taman dan kolam renang besar di tengahnya. Kini tempat itu mulai di padati oleh karyawan SAG Grup.


Hania, Bunga dan Andira memilih menikmati suasana sekitar kolam. Air jernih dan tenang menjadi pemandangan indah mereka sambil bercengkrama.

__ADS_1


Di sudut berlawanan arah, Gea juga terlihat cantik dengan gaun hitam sexy nya. Rambut sebahu dikepang dan dibentuk sedemikian rupa, hingga leher jenjangnya terekspose, menggairahkan. Sudut bibirnya tersenyum manis, namun dimenit berikutnya berubah sinis ketika netranya menemukan obyek tak menyenangkan. Hania tampak berbincang akrab dengan dua temannya.


"Tunggu sebentar lagi, apa lo masih bisa ketawa-ketawa seperti itu," gumam Gea.


Di sini, hingga makan malam di mulai, tapi batang hidung Gaka masih belum terlihat. Hania sempat beberapa kali mengirim pesan, tapi belum dibuka oleh Gaka.


Sampai, suara riuh karyawan terdengar, saat itulah Gaka baru datang dan ada Lili mengikuti dibelakangnya. Gaka memberi sapaan sebentar dan menyuruh mereka melanjutkan makan malam.


Gaka terlihat bermain ponsel, ternyata dia sedang membalas pesan Hania.


'Gue baru pegang hp. Tadi ada metting online, jadi gue terlambat. Kenapa baju yang tadi gak dipakek?'


Tring .... Pesan terkirim.


Hania yang terkejut dengan getaran ponsel tak sengaja mengeluarkan ponselnya dari balik tas selempang. Tanpa sadar dia membalas pesan Gaka.


Bunga menyadari sesuatu dan menyenggol bahu Andira. "Liat ponsel Hania," bisiknya sangat lirih di dekat telinga Andira.


Andira seketika melotot. "Gila ... Bukannya itu ponsel sultan?"


"Han, boleh liat hp lo?" Bunga menyahut ponsel Hania dan mengamati benda pipih itu memang asli atau barang tiruan. Logo yang tertera di casing belakang menjadi penanda keaslian barang itu.


"Wuih, keren lo, Han, ini ponsel asli. Harganya bisa mencapai puluhan juta, bahkan yang buka kotak harganya lebih dari seratus juta. Lo anak orang kaya yang lagi nyamar, ya?" celetuk Bunga sambil menelisik wajah Hania.


Hania langsung gugup, dan terlihat kebingungan untuk menjawab. Bahkan sebelum dia beralasan, sudah datang Nita dan dua orang temannya.


"Ini nih, pegawai rendah gak tau malu," ujar Nita lirih namun sinis.


"Tampang alim dan sok baik, tapi licik dan penuh tipu muslihat," sambung temannya.


"Sok yes, tapi munafik." Satu lagi menimpali.

__ADS_1


Awalnya Hania tak mau meladeni, ingin acuh seperti biasanya. Tapi ketiga wanita itu terus berbicara yang membuat hatinya memanas. Biasanya dia penuh kesabaran, tapi kali ini cukup marah karena ucapan mereka sangat keterlaluan.


"Pakaian boleh ketutup dari ujung kaki sampek kepala, tapi harga diri gak ada sama sekali. Ck ck ck ...." Nita berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepala. Bersedekap dan terus melayangkan tatapan tidak suka.


"Mbak, tolong berhenti. Jangan bicara menjelek-jelekan saya kalau Mbak gak tahu saya. Apa yang Mbak katakan bisa mengarah pada sebuah fitnah." Akhirnya Hania mulai bersuara.


"Gue gak fitnah. Eh, yang kenal deket sama lo aja jijik liat kelakuan lo, apalagi kita-kita ini. Gayanya semua ketutup, gak tahunya barang obralan juga. Tapi lumayan elit, karna lo ngangkang sama yang berduit."


"Astagfirullah ... Mbak, jangan keterlaluan. Saya gak tau maksud Mbak." Jiwa Hania mendidih mendengar ucapan Nita yang sangat tidak sopan.


Nita membuka tasnya dan mengambil beberapa lembar foto ketika Hania dan Pak Arya masuk ke ruang VVIP. Di mana itu adalah kamar Gaka. Bahkan foto saat dia memeluk Gaka di dalam ruangan kantor juga ada. Entah siapa yang mengambil foto itu.


"Di kantor lo anak baru, tapi tiba-tiba dipindah ke ruangan Tuan Gaka. Lo juga selalu lama berada di ruangan itu, ngapain aja kalau gak ngerayu si bos. Bahkan di sini juga lo berani samperin ke kamarnya. Ck, lo pasti ngerendahin diri buat ngerayu Tuan Gaka 'kan?" tuding Nita.


Beberapa saat Nita menyodorkan satu foto lagi ketika Hania masuk ke mobil mewah yang setiap hari memang sering menjemput Hania. "Tuh, pasti salah satu langganan elo 'kan? Mau ngelak gimana lo!? Entah berapa pria yang elo rayu. Jangan-jangan lo jadi cleaning servis cuma buat modus. Aslinya mau gaet pria berduit 'kan!?" Nita terus saja bicara.


Sebagian tidak mendengar keributan yang ditimbulkan Nita, karena posisi mereka terbagi mengelilingi kolam. Namun sebagian lagi tentu terusik dan sangat penasaran.


Hania menatap sekitar, sebagian yang dekat dengannya mulai berbisik dan ikut merendahkannya. Tapi bukan itu yang menjadi fokus Hania, dia menatap ke arah Gea yang sedang menyaksikan dengan senyum senang. Bahkan Gea sempat mengedipkan mata ke arahnya.


'Gak puas kamu permaluin aku waktu itu, Ge? Sekarang kamu lempar tangan ke orang lain. Aku gak akan peduli lagi dengan perasaanmu,' batinnya.


Hania beralih kembali pada Nita. "Kata-katamu sangat keterlaluan, Mbak. Saya tidak merayu atau merendahkan diri pada pria siapapun. Insya Allah, saya selalu menjaga marwah saya sebagai wanita dan sebagai seorang istri.


Memang benar posisi pekerjaan saya pindah karna ada campur tangan Tuan Gaka. Saya juga sering menemui Tuan Gaka ke ruangannya. Bahkan memang benar saya tadi datang ke ruangan Tuan Gaka. Tapi semua itu wajar, karna saya istri sah dari Satrya Higaka."


.


.


Maaf, maafkan Akak Mei semalam mau up malah ketiduran. 😅 Suer, gak tau ini mata merem sendiri.✌🏻

__ADS_1


Udah saya tepati nih, buat bongkar pernikahan Hania dan Gaka. Malah Hania sendiri yang ngaku 'kan? Keren gak tuh Hania berani ber-spek up di depan mereka. 😉


Jangan lupa, like, komen, bunga dan kopi juga biar Akak Mei semangat up lagi. 🥰😘


__ADS_2