
"Apa? Coba lo ulangi pengakuan lo barusan." Nita berkata dengan nada mengejek. Pengakuan Hania bukannya mengejutkan tapi malah terdengar seperti kehaluan.
Dia yakin, pengakuan itu hanya dikarang oleh Hania untuk menutupi rasa malu. Karena yang dia tahu selama ini Gaka masih melajang, mana mungkin dia percaya begitu saja.
"Iya, saya istri sah dari Satrya Higaka," ulang Hania dengan keras dan tegas. Wajahnya mengeras tanpa keraguan sedikitpun.
Karena Hania berbicara cukup keras, sontak semua mengarah, menatap Hania. Termasuk Gaka, pria itu sangat terkejut tiba-tiba Hania membuka status pernikahan di depan semua orang. Bukan dia merasa tidak senang, tapi sedang menduga hal apa yang terjadi pada Hania sampai wanita itu berani ber-speak up.
Di tempatnya berdiri, Gea juga cukup terkejut mendengar keberanian Hania mengungkap pernikahannya di depan umum. Sial! Benar-benar sial! Atas pengakuan itu Hania pasti semakin besar kepala karena statusnya sekarang sebagai istri sah Gaka.
Niat hati ingin Hania malu dan rendah diri justru kebalikannya. Kini semua orang akan tahu pernikahan mantan kekasih dan mantan sahabatnya itu.
Kedua tangan Gea terkepal. Kebenciannya semakin besar dan seolah sudah mendarah daging.
"Eh, halu lo, ya!? Mana mungkin lo istrinya Tuan Gaka. Ngimpi!" sahut Nita sambil tertawa sumbang.
"Iya nih, hari gini ngimpi lo ketinggian. Gak mungkin kesampaian, malah kesannya permaluin diri sendiri," sambung teman Nita.
"Idih, ngaku-ngaku, gak mungkinlah model lo gini jadi istrinya Tuan Gaka."
"Harusnya lo sadar diri, lo tuh siapa dan Tuan Gaka itu siapa. Seujung kuku lo sama sekali gak pantes sama Tuan Gaka."
"Iya, sadar diri."
"Ngaca!"
"Halu lo ketinggian!"
"Huuu ... dasar gak tau malu!"
Darah Gaka seketika mendidih mendengar ucapan-ucapan yang menghina Hania.
"Cukup!" jerit Hania. Dadanya bergemuruh hebat mendengar cercaan dari mereka-mereka. "Terserah kalian percaya atau tidak, itu hak kalian. Tapi aku sudah jujur dengan statusku. Kalian bisa tanyakan itu pada Mas Gaka langsung." Hania terlihat penuh keyakinan.
__ADS_1
"Alah bohong aja. Dasar cewek halu!" Mereka sama sekali tidak ada yang percaya.
Nita yang geram melihat perlawanan Hania hingga tiba-tiba ide jahat muncul di otaknya. Dia mendorong Hania ke kolam renang bertujuan untuk membuat Hania malu.
Byur ....
Tubuh Hania masuk ke kolam renang dam menyita perhatian semua orang. Termasuk Gaka dan petinggi lainnya.
"Tolong ...." Suara Hania nyaris tak terdengar. Ternyata Hania tidak bisa berenang. Kedua tangannya menggapai-gapai di udara.
Gea yang sempat kesal, kini berubah tersenyum lagi. 'Mampus lo, Han. Bagus lo tenggelem dan mati aja. Wanita kek lo pantasnya musnah dari bumi.' Dia tersenyum puas. Seolah ambang kematian Hania sangat ditunggu. Hatinya sudah tertutup dengan kebencian, tidak ingat sedikitpun bila mereka berdua sempat seperti saudara.
"Han ... Hania ...." Bunga dan Andira berteriak memanggil nama Hania. Tentu saja mereka sangat panik melihat temannya tenggelam. Kedalaman kolam yang mencapai dua setengah meter membuat mereka berpikir panjang untuk menyelamatkan Hania. Salah-salah mereka ikut tenggelam karena tidak terlalu mahir berenang.
"Hania ...!" Bunga kembali memanggil nama Hania dengan keras.
Gaka yang sangat terkejut melihat Hania tenggelam segera membuka jas dan melemparnya asal. Secepat kilat berlari ke kolam dan menceburkan diri. Berenang mendekati Hania, lalu menarik tubuh itu untuk dibawa ke pinggiran. Di bantu Bunga dan Andira, tubuh Hania sudah dinaikan ke pinggiran kolam.
Gaka sangat panik melihat Hania lemas dan tak sadarkan diri. Dia menekan bagian atas dada Hania, supaya air yang menyumbat pernapasan bisa keluar. Tapi tidak berhasil.
"Han, bangun! Jangan bikin gue panik." Gaka menyentuh kedua pipi Hania. Siapapun yang menyaksikan, mereka pasti tahu ketakutan seperti apa yang Gaka tunjukan. "Gue akan bunuh orang yang bikin lo kek gini!"
Deg ....
Nita mematung, dadanya berdebar ketakutan, bahkan nyalinya langsung menciut.
Gaka terus berusaha menekan-nekan dada Hania, tak ada reaksi. Akhirnya dia membuka mulut Hania dan memberikan napas buatan.
Semua karyawan seperti manekin-manekin hidup. Belum lepas dari keterkejutan atas pengakuan Hania tadi, kini mereka lebih dikejutkan lagi dengan tindakan Gaka yang memberi napas buatan untuk Hania.
"Bangun, Han! Bangun, sayang!" ucap Gaka. Tangannya sampai bergetar melihat wajah pucat Hania.
Selang beberapa detik ... "Uhuk uhuk ...." Hania terbatuk dan memuntahkan air yang menyumbat pernapasannya. "Mas ...," panggilnya lirih.
__ADS_1
Gaka bernapas lega. Dia melemaskan tubuh dan memeluk Hania dengan erat. "Tuhan, bersyukur banget lo masih hidup. Gua tadi takut banget." Bahkan mereka berdua sudah tidak memikirkan keadaan sekitar.
"Tuan." Pak Arya datang memberikan dua handuk di depan Gaka.
Gaka melepas pelukan dan menerima handuk itu. Memakaikannya pada Hania. Dia membantu Hania untuk berdiri. Netranya tajam menatap Nita dan teman-teman wanita itu.
"Ku pastikan kalian mendekam di penjara!"
Deg ... Nita dan teman-temannya yang tadi ikut menghina Hania seketika ketakutan.
"Semuanya, dengar baik-baik! Apa yang dikatakan Hania bukan sekedar halu atau mimpi, kebenarannya Hania memang istriku. Hania adalah istri sah ku. Kami menikah sudah beberapa bulan yang lalu.
Status pernikahan kami disembunyikan, karna Hania terlalu baik pada seseorang. Dia ingin menjaga perasaan seseorang. Padahal aku sendiri ingin memperlakukan dia seperti ratu di depan kalian, tapi dia selalu menolak. Aku tekankan sekali lagi, itu demi perasaan seseorang."
"Mas!" Hania sudah sesenggukan di pelukan Gaka.
Gaka menunduk. "Kamu berani mengatakan di depan semua orang, sekarang biar aku yang bicara."
Gaka kembali mendongak. Lalu melanjutkan kalimatnya yang sempat terhenti. "Penilaian kalian salah besar! Bukan Hania yang tidak pantas untukku, tapi akulah yang setitik pun tidak pantas memiliki Hania. Dia wanita sangat baik. Sangat baik. Berkali-kali aku melakukan kesalahan besar, tapi dia selalu memaafkan. Aku lah yang sebenarnya tidak pantas untuk dia."
"Mas, cukup! Jangan lanjutkan bicaramu."
"Biar semua orang tau, dan mereka tidak akan berani menghinamu lagi."
"Untuk kalian dan kalian ...." Gaka menunjuk Nita dan beberapa orang lainnya. "Jangan harap kalian bisa lolos dengan mudah! Ini kasus besar, selain mencemarkan nama baik, tindakan kalian hampir membahayakan nyawa orang, kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian!" tegas Gaka dengan raut menakutkan. Setelahnya dia membawa Hania masuk ke hotel.
Riuh karyawan kembali terdengar. Mereka jelas tercenang bukan main atas pengakuan bos mereka yang ternyata sudah memiliki istri. Bahkan lebih mencengangkan lagi istri seorang Satrya Higaka hanyalah menjabat cleaning servis, mereka sangat bingung dengan kebenaran itu.
"Ra, tampar gue! Ini nyata gak sih?" Bunga masih belum percaya dengan apa yang disaksikan.
Plak ...
"Ya nyata lah."
__ADS_1