
Di mansion, Malika menangis sejadi-jadinya di pelukan Robert setelah mendengar berita jika anaknya terkena tembakan dan dinyatakan sudah tiada.
"Bagaimana ini bisa terjadi, Dad!" isaknya pilu.
Robert tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa mengelus punggung istrinya. Dia memikirkan Nano dan si kembar nantinya seperti apa. Tapi pikiran itu buyar saat mendengar teriakan si kembar yang pulang ke mansion.
"Opa.... Oma.... kami jadi Boboiboy lagi!"
Malika langsung mendatangi kedua cucunya yang tampak kesenangan bukannya bersedih.
"Apa kalian tahu berita tentang papa kalian?" tanya Malika memastikan.
"Berita apa, Oma?"
Dan sedetik kemudian, Desmon yang merangkul Nano masuk kedalam yang mana membuat Malika kaget.
"Nano, apa kau ketempelan arwah Desmon?"
Keduanya terkekeh melihat ekspresi Malika disana, sampai Desmon menyalakan televisi supaya mommy-nya itu tidak berpikiran jika dirinya hantu.
Di salah satu berita menyiarkan tentang beberapa orang yang ditangkap polisi yang diduga dalang dibalik permainan berbahaya. Dan juga ada wawancara eksklusif Lucas mengenai Desmon karena memang Desmon tidak mau diwawancarai jadi dia meminta Lucas untuk menggantikannya.
"Bos Desmon masih hidup dan baik-baik saja, dia sebelumnya memang mati tapi bo'ong!" ucap Lucas di berita itu.
Desmon langsung masuk ke ruang kerjanya, dia menyalakan laptopnya dan memeriksa bagaimana keadaan nilai sahamnya atas berita yang menimpanya. Dan beruntung nilai sahamnya tidak turun justru naik beberapa persen.
"Thanks God!" gumam Desmon. "Nano dan si kembar memang pembawa keberuntungan!"
__ADS_1
"Aku harus memberi mamanya bonus!"
Sesuai dengan perkataan Desmon, pria itu diam-diam membawa Nano pergi tanpa berpamitan dengan orangtua dan si kembar supaya tidak ada yang mengganggu.
"Kita mau kemana? Apa kau tidak lelah?" tanya Nano keheranan.
"Justru sekarang, aku ingin kelelahan, darling!" jawab Desmon yang sedang fokus menyetir mobil membawa istrinya itu ke villa yang ada di puncak Bandung.
Nano yang kelelahan tertidur di perjalanan, dia tidak menyadari jika Desmon membawanya ke Bandung saat ini.
Saat sampai, seorang penjaga villa mendatangi mobil Desmon yang baru saja sampai.
"Tuan...," panggilnya.
"Apa kamar sudah siap?" tanya Desmon memastikan.
Sebelumnya memang Desmon sudah menghubungi penjaga villa untuk mempersiapkan kamar karena dia ingin menghabiskan beberapa hari bersama Nano disana. Karena Lucas akan cuti jadi Desmon tidak bisa membawa istrinya ke luar negeri. Sebelum Desmon sibuk di kantor, dia ingin melakukan babymoon dulu dan juga sebelum Nano melahirkan anak ketiga mereka.
Desmon menggendong istrinya untuk masuk kedalam villa. Di sebuah kamar yang sudah dihias dengan mawar merah, disanalah Desmon membaringkan istrinya.
"Tengah malam begini dapat darimana penjaga villa itu bunga mawar?" gumam Desmon. "Untung aku tidak pesan bunga kamboja!"
Desmon segera membersihkan badannya supaya segar setelah seharian melakukan permainan gila. Saat dia selesai dan keluar kamar mandi ternyata Nano sudah terbangun.
"Kita ada dimana?" tanya Nano keheranan.
Bukannya menjawab, Desmon justru mendekati istrinya dan langsung menciumnya dengan buas tanpa memberikan celah Nano untuk protes.
__ADS_1
Desmon membuka helai demi helai pakaian yang melekat pada tubuh Nano, setelah itu dia melepas handuk yang melilit pinggangnya.
Ciuman mereka semakin liar sedangkan tangan Desmon sudah meremas dada Nano hingga membuat Nano mengerang pelan.
Erangan penuh kenikmatan terus terdengar dari bibir Nano tatkala Desmon menyesap dadanya sedangkan jarinya sudah bermain dibawah sana.
Dia hanya bisa meremas rambut Desmon saat suaminya itu terus menyelusuri tubuhnya dengan bibirnya.
Desmon menatap wajah istrinya yang sudah merona lalu membuka kedua kaki istrinya. Desmon menancapkan senjata perangnya yang sudah menantang dibawah sana.
Nano mengerang dan memeluk leher Desmon dengan erat sedangkan Desmon menggerakkan tubuhnya.
Permainan mereka semakin panas dan gerakan Desmon semakin cepat, nafas mereka berdua memburu dan memenuhi kamar yang sunyi.
Desmon memacu tubuhnya semakin cepat dan cepat sedangkan Nano terus mengerang nikmat.
"Darling, kau sangat... " erang Desmon. "Sebentar lagi!"
Nano mengangguk sedangkan Desmon semakin mempercepat gerakannya. Sampai mereka berdua mengerang nikmat saat mencapai puncak kenikmatan.
Dari wajah Desmon terpancar kepuasan begitu juga dengan wajah Nano. Mereka berdua berciuman sejenak dan setelah itu Desmon melepaskan dirinya dan tidur di samping Nano.
Mereka berdua berpelukan dan mengatur nafas mereka berdua yang masih terasa berat.
"Ternyata benar kata orang, darling!" ucap Desmon kemudian.
"Kata orang apa?"
__ADS_1
"Bercinta setelah berkelahi ternyata nikmatnya berlapis-lapis ratusan!"