Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Beautiful CEO - Martabak Manis


__ADS_3

Kimchi terus memandangi uang seratus ribu di meja sambil mengingat kejadian sebelumnya saat seorang pria memberikannya uang itu dan pergi begitu saja tanpa membantunya yang terluka.


"Ish, cowok aneh!" gerutu Kimchi kemudian.


Saat ini dia berasa di Kafe langganannya sambil menunggu Chacha yang tak lain adalah anak Lucas dan Ocha yang lahir berbeda bulan saja dengannya. Mereka sebaya, tetangga dan juga teman sekolah. Bedanya saat ini Chacha kuliah, sementara Kimchi sudah bekerja di perusahaan papanya.


"Kenapa lagi? pasti berantem lagi kan!" ucap Chacha yang baru saja sampai dan langsung duduk di samping Kimchi.


"Aku gagal menjalankan proyek dan perusahaan rugi ratusan M! Aku sepertinya tidak berbakat di bidang ini dan aku tidak tahu bakatku itu apa!" gerutu Kimchi disana.


"Semua orang pasti punya bakat! Kau saja yang terlambat menemukan bakatmu!" bujuk Chacha dengan meminum es kopi yang dipesankan Kimchi sebelumnya.


"Usiaku tahun ini sudah genap 19 tahun, bukan terlambat lagi namanya tapi kadaluarsa!" sahut Kimchi dengan kesal.


"Ibaratnya masa depanku itu seperti Oma tanpa memakai kacamata! BLURRR...."


Chacha terkekeh mendengarnya karena menurutnya Kimchi itu gadis yang lucu. "Sepertinya aku tahu bakat terpendammu!"


"Apa itu?"


"Jadi pelawak atau komedian!"

__ADS_1


Kimchi malas menanggapi lagi karena fokusnya buyar sebab sedari tadi ada cowok yang caper terus kearahnya dan Kimchi risih akan hal itu.


"Ayo kita pergi aja dari sini!" ajak Kimchi.


"Kenapa?" tanya Chacha yang pandangannya mengarah pada cowok yang terus mengerlingkan mata pada Kimchi.


"Kayanya naksir tuh!"


"Apaan sih, ogah banget deh sama cowok begituan! Cowok yang harus dekat denganku itu harus tampan, dingin pada cewek, baik dan tidak sombong! Yang paling penting namanya harus LEO!"


"Sudah puluhan nama Leo yang mendekatimu tapi kau tolak juga!"


"Itu karena mereka tidak STRONGG! Aku suka cowok yang kuat!"


Kimchi langsung memukul pelan lengan Chacha. "Jangan berpikiran aneh! Aku memang belum memikirkan pacaran! Hidupku aja sudah susah jadi aku gak mau ribet sama urusan cowok!"


Sampai fokus Kimchi kembali pada uang seratus ribuan di meja lagi.


"Sebenarnya aku baru bertemu cowok aneh hari ini!" ucap Kimchi lagi.


"Cowok aneh?"

__ADS_1


Kimchi mengangguk. "Aku terus memikirkannya karena dia memberiku uang seratus ribu ini!"


"Kok dia bisa tahu ya, kalau aku jarang pegang uang cash!"


Chacha memutar bola matanya malas. "Sepertinya yang aneh bukan itu cowok deh! Tapi kau saja yang selama ini hidup serba ada!"


Akhirnya kedua gadis itu pergi meninggalkan Kafe dengan Kimchi yang menyetir mobilnya.


"Malam ini aku nginap di rumahmu, Cha!" ucap Kimchi saat mobilnya berhenti karena lampu jalan yang berwarna merah.


"Beli martabak manis dulu, buat kita begadang nanti! Ada martabak yang lagi viral loh belakangan ini karena penjualnya yang tampan!" sahut Chacha dengan menunjukkan lokasi lapak martabak itu.


Kimchi melihat alamatnya dan segera menuju kesana. Dan benar saja, saat sampai disana antrian panjang memenuhi tempat martabak sampai Kimchi tidak bisa memakirkan mobilnya.


"Yakin gak cari tempat lain? antri banget ini!" ucap Kimchi kemudian.


"Aku saja yang turun!" sahut Chacha turun dari mobil dan segera memesan martabak manis disana.


Kimchi menunggu di mobil dengan bermain ponselnya sampai beberapa menit kemudian Chacha mengirimkan sebuah foto padanya.


Chacha : Tampan kan?

__ADS_1



Chacha : Namanya Leo


__ADS_2