Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Sebuah Impian


__ADS_3

"Darling....," panggil Desmon dengan terus menggedor pintu kamar. "Maafkan aku, okay!"


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan! Burung elangku hanya bisa mematuk serabi lapitmu!"


Desmon terus berusaha meyakinkan istrinya yang saat ini mengurung diri di kamar karena marah padanya.


"Aku belikan mangga muda ya," bujuknya karena mangga muda sebelumnya dibuang oleh Nano begitu saja.


Tak lama pintu terbuka setelah Nano bisa menenangkan dirinya. Dia masih melihat suaminya dengan tajam lalu berlalu mencari si kembar.


"Raka... Riki... Ayo kita kembali ke mansion!" ucap Nano saat memanggil si kembar.


Si kembar yang saat itu baru selesai makan malam, mendatangi mamanya yang tidak lemah lembut seperti biasanya.


"Mama, kenapa?" tanya Raka penasaran.


"Tidak ada apa-apa, mama hanya merindukan oma Malika kalian," jawab Nano memberi alasan.


"Oma sedang kena sindrom BTS, Ma. Sampai Opa pusing karena oma ingin jadi ketua Army Indonesia," ucap Riki yang merasa akhir-akhir ini Malika semakin tidak ingat umur.


"Benarkah?" Nano terkekeh mendengarnya karena memang mama mertuanya, mama mertua gaul yang kekinian.


Tak lama suara klakson mobil taksi online yang dipesan Nano terdengar dan Nano membawa kedua anaknya untuk pulang ke mansion meninggalkan Desmon disana.


Saat Nano akan masuk ke mobil, tangannya ditarik oleh seseorang yang tak lain adalah Desmon yang mengikutinya sedari tadi.


"Kau mau meninggalkan aku, darling?" tanya Desmon kemudian.

__ADS_1


Nano yang masih kesal itu berkata. "Aku butuh waktu sendiri jadi malam ini tidurlah disini, aku dan si kembar akan pulang ke mansion!"


"Maafkan aku, darling!"


"Aku akan memaafkanmu jika kau memberikan daftar nama-nama wanita yang telah kau pandangi tubuh telanjangnya!"


"What?"


"Dan aku ingin besok sudah ada! Aku tidak ingin kejadian seperti tadi terulang lagi, aku tidak mau jika nanti kita berjalan berdua ada wanita lain yang mengaku tidur denganmu!"


Setelah berkata seperti itu, Nano masuk kedalam mobil dan meninggalkan Desmon yang mengusap wajahnya dengan kasar.


Pria itu segera meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Lucas karena selama ini asistennya itulah yang memesan para wanita untuknya.


"Hallo, bos," jawab Lucas saat panggilan dari bosnya itu tersambung.


TUT!


Seperti biasa Desmon akan mematikan panggilannya secara sepihak membuat Lucas hanya bisa menghela nafasnya panjang.


"Kenapa?" tanya Ocha.


Saat ini keduanya berada di sebuah cafe karena mereka ingin melakukan proses PDKT. Tapi selalu saja Desmon menggagalkan semuanya.


"Bos Desmon meminta sesuatu yang aneh lagi," jawab Lucas dengan memainkan ponselnya.


Lucas membuka fitur kontak di ponselnya yang berisi ratusan nomor ponsel wanita yang selama ini menjadi wanita uji coba bosnya.

__ADS_1


"Untung aku tidak menghapusnya," gumam Lucas yang membuat Ocha penasaran.


"Apa yang tidak dihapus?" tanya Ocha dengan mengintip layar ponsel Lucas yang mana membuat matanya membulat karenanya.


Ocha menutup mulutnya tidak percaya. "Kau seorang mucikari!"


"Tentu saja bukan!" ucap Lucas tegas. "Ini bersifat rahasia antara bos dan asisten!"


"Oh, jadi sekarang kita main rahasia? Bukankah kita sedang PDKT!" kesal Ocha disana.


Lucas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, tidak mungkin dia mengatakan rahasia besar bosnya.


"Ya sudah kita PDKT dulu ya sebelum aku menjalankan tugasku!" bujuk Lucas kemudian.


Lucas berdehem dan mulai bertanya pada gebetannya itu. "Apa hobimu?"


"Tidur!" jawab Ocha dengan lantang.


"Apa aktivitasmu saat hari libur?"


"Tidur!"


"Apa keterampilanmu?"


"Tidur semauku!"


Lucas langsung mengumpat dalam hatinya. "Dasar Ichi Ocha!"

__ADS_1


Dan Ocha kembali berkata. "Aku ingin menjadi kaum rebahan yang sukses!"


__ADS_2