
Karena jaringan Mr. P masih dilumpuhkan oleh Bobi, kini si kembar yang melacak keberadaan mama mereka. Si kembar kembali melacak cctv rumah sakit dan melihat secara detail saat Nano meninggalkan rumah sakit.
"Ck, saat mama meninggalkan rumah sakit tidak terjangkau cctv lagi, Kak," lapor Riki pada kakaknya.
Raka menghela nafasnya lalu mendelik kearah Mr. P disana. "Apa yang harus kita lakukan Mr. P?"
"Jeni pasti tidak sendiri, aku yakin Bobi ada dibelakangnya! Wajah buatan itu pasti ulah Bobi, kita tidak bisa gegabah karena Bobi mempunyai banyak anak buah! Jika kita salah langkah justru kita akan jadi sasaran empuk oleh mereka," jelas Mr. P disana.
Saat ini mereka berada di markas Mr. P karena mereka tidak punya tujuan dan petunjuk.
Sementara Desmon duduk termenung sendirian dengan terus melihat gelang pasangan ditangannya.
"Kau dimana, darling? Apa benar kau membawa susu kental manisku?" lirihnya.
Si kembar yang melihat itu mendatangi papa mereka. "Pasti kita menemukan mama, Pa!"
"Apa memang tidak ada petunjuk apapun?" tanya Desmon kemudian.
"Untuk sementara belum ada!" jawab mereka.
__ADS_1
Mereka semua terdiam sampai muncul ide si kembar disana. "Plat mobil!"
Lalu dengan cepat mereka meretas cctv yang ada di parkiran rumah sakit tapi karena ada ratusan mobil yang bolak balik keluar masuk tentu saja butuh waktu dan juga butuh ketelitian.
Mereka terus mengamati berharap menemukan mobil yang Jeni pakai saat datang ke rumah sakit dan akan melacak plat mobilnya.
Hampir satu jam si kembar dan juga Mr. P terus mengamati parkiran rumah sakit dan tak lama ada sebuah mobil hitam yang parkir dan Jeni keluar dari mobil itu.
"Dapat!" ucap mereka.
*****
"Kak Jeni memang gila! Bagaimana dia melakukan ini padaku," ucapnya.
Nano menoleh ke kanan dan kiri, dirinya saat ini berada di ruangan di atas loteng yang minim cahaya. Nano mulai kebingungan pikirannya kalut, dia mengingat suami dan kedua anaknya.
Dia langsung memeluk perutnya, bagaimana jika dirinya benar-benar hamil.
"Aku harus keluar dari sini," gumam Nano. "Tapi bagaimana caranya?"
__ADS_1
Bahkan kakinya tidak bisa dia gerakkan. Nano mulai menangis dan melihat gelang pasangan ditangannya. Dia berharap suami dan si kembar mencarinya saat ini.
Sampai pintu kamar loteng itu terbuka dengan Jeni yang masuk kedalam. Jeni tertawa puas melihat Nano yang tak berdaya tengah dipasung disana.
"Itulah akibat karena berani muncul di hadapanku lagi! Kau menggagalkan semua rencanaku, aku gagal menjadi istri Desmon! Aku gagal menjadi nyonya Cullen yang kaya dan semua posisi itu telah kau rebut" ucap Jeni yang selalu merasa iri pada adik tirinya itu.
"Apa tidak salah? Bukankah ini semua berawal darimu, kau yang menjebakku dan mengambil harta keluargaku! Setelah kau bangkrut, kau mencoba menjebak keluarga Cullen dengan cara licikmu!" sahut Nano tidak mau kalah.
"Tapi kau tidak menyadari jika selama ini aku mempunyai dua orang anak yang hebat!"
Jeni terkekeh mendengarnya. "Oh iya? Aku mau melihat, apa mereka bisa menyelamatkanmu kali ini!"
Tak lama seorang pria datang mendatangi keduanya, pria itu mendelik kearah Jeni. "Jadi dia wanitanya?"
"Iya, bukankah dia begitu menggoda!" sahut Jeni.
Pria itu mengamati wajah dan tubuh Nano dengan ***** tinggi. Dia mulai mendekati Nano yang direkam oleh Jeni memakai ponselnya.
"Wanita itu milikmu," ucap Jeni dengan seringai liciknya.
__ADS_1
Nano menggelengkan kepalanya saat pria berbadan besar itu mendekatinya. "Tolooong!" teriaknya.