Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Cerca Trova


__ADS_3

"Duar! Duar!"


Tak lama terdengar ledakan dari bangunan itu tapi semuanya sudah berada di dalam mobil.


"Cepat!" pekik Desmon pada Lucas dibalik setir kemudi.


"I-iya Bos!" jawab Lucas dengan menaikkan kecepatan mobil yang mereka kendarai.


Desmon terus memeluk tubuh Nano yang tak sadarkan diri dengan luka tusuk di perutnya. Dia mendekap dan terus menciumi istrinya.


"Sorry, sorry... " kata itu yang terus keluar dari mulut Desmon. Pria itu tampak begitu rapuh.


Sesampai di rumah sakit, Desmon segera keluar dari mobil dan menggendong istrinya ke UGD.


Disana, Nano langsung mendapat penanganan cepat dan dibawa ke ruang operasi.


Waktu menunjukkan sudah dini hari, Malika dan Robert datang ke rumah sakit untuk menyusul anak dan menantunya karena mendapat kabar dari Lucas.


Mereka melihat Desmon di ruang tunggu dengan tertunduk frustasi bahkan luka di lengannya, dia enggan mengobati dan darah segar terus keluar dari luka tembak tersebut.


"Semua akan baik-baik saja!" bujuk Malika dengan memeluk putranya.


"Aku gagal melindunginya, Mom!" lirih Desmon.


Sementara Robert tampak kebingungan mencari kedua cucunya. "Dimana si kembar?"

__ADS_1


Si kembar saat ini bersama Tira di kantor polisi untuk mengurus anak buah Bobi yang tertangkap. Dan juga mengurus mayat Jeni sementara Bobi mayatnya pasti sudah tertimbun reruntuhan bangunan.


Setelah laporannya dia serahkan ke kuasa hukumnya. Dia kembali ke mobil dimana pasukan bocil sudah terlelap karena kelelahan. Untuk itu Tira menghubungi saudaranya jika semua keponakannya akan tidur di mansionnya karena tidak sempat untuk membawa mereka pulang ke mansion mereka masing-masing.


Tapi si kembar tampak gelisah dan terus terjaga karena memikirkan keadaan mama mereka.


"Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan mama, Kak?" tanya Riki mulai berkaca-kaca.


"Kita berdoa supaya mama dan adik selamat!" bujuk Raka.


Mr. P yang melihat keduanya dari kaca mobil hanya bisa menghela nafasnya, dia membuka gulungan kertas yang dia ambil dari Bobi sebelumnya. Dahinya mengernyit karena saat dibuka ada gambar-gambar manusia yang tampak tersiksa seperti di neraka.


"Apa itu?" tanya Tira yang penasaran.


Lalu Mr. P menjelaskan jika Bobi telah menyembunyikan sebuah virus yang berbahanya jika virus itu menyebar pasti akan terjadi bencana dan wabah dimana-dimana.


"Kita harus membangunkan, A I U E O!"


Karena kelima anak itu menurun darah seni kedua orangtuanya. Jadi Tira pikir mereka akan bisa membantu.


Saat mereka terbangun, mereka mengamati gambar itu dengan seksama.


"Ini seperti simbol-simbol!"


"Apa ini sebuah Anagram?"

__ADS_1


Mereka saling berbicara pada saudaranya satu sama lain. "Kita harus menemukan huruf-hurufnya!"


"A, untuk orang yang terbakar!"


"C, untuk orang yang berteriak!"


Dan begitu seterusnya sampai membentuk sebuah Anagram dengan huruf acak.


"T A C E O V R"


Mereka memberikan Anagram itu pada Mr. P dan si kembar juga melihatnya.


"Bukankah Botticelli berasal dari Italia?" tanya Riki.


Raka mengangguk. "Kemungkinan ini bahasa Italia!"


Lalu mereka tampak berpikir untuk merangkai kata dengan Anagram yang ada.


"Cerca Trova!" ucap si kembar kompak. "Cerca Trova artinya TEMUKAN di bahasa Italia!"


"Jadi, Bobi bermain teka-teki untuk bisa menemukan virus itu!" timpal Mr. P disana. "Pasti ada clue lagi, kita harus cepat mencarinya!"


*****


D.C itu CEO bukan mafia ya kak jadi jangan di bully kok begini begitu karena emang fokusnya ke anak geniusnya, bagaimana mereka dengan kejeniusannya bisa membantu masalah kedua orangtuanya... Next chapter akan lebih rumit lagi soalnya mainnya udah teka teki...

__ADS_1


Terimakasih yang udah support cerita ini, udah masuk ke ranking karya anak genius🥰



__ADS_2