Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Beautiful CEO - Bujukan Maut


__ADS_3

Awalnya Leo terkejut mendengar permintaan Kimchi, tapi dia mencoba mengingat jika Kimchi memang suka bersikap labil. Leo mengurai pelukan Kimchi dan membelai wajah cantik itu.


"Kau ada masalah?" tanya Leo penuh selidik.


"Hidupku memang penuh masalah!" sahut Kimchi dengan mengerucutkan bibirnya.


Dan itu membuat wajah Kimchi semakin menggemaskan yang membuat Leo jadi luluh.


"Mau membuat adonan martabak bersamaku?" ajak Leo supaya membuat suasana hati Kimchi lebih baik dan tidak meminta hal aneh lagi padanya.


Kimchi ragu karena takut akan mengacaukan semuanya. "Um, aku tidak pernah memasak bahkan pegang pisau saja tidak pernah!"


"Membuat adonan martabak tidak perlu memakai pisau, Kimchi!" ucap Leo dengan menarik tangan Kimchi untuk masuk outlet berbentuk kotak yang ada dapur mini disana.


"Pegang ini dan aduk sambil dikocok!" Leo memberikan Kimchi sebuah centong panjang.


Dengan ragu Kimchi menerima centong itu dan mulai mengaduk adonan dengan mengocoknya tapi karena baru pertama kali, adonan tidak bisa kalis. Dan tiba-tiba Leo berdiri di belakang Kimchi dengan menggenggam tangan Kimchi untuk mempratekkan cara mengocok adonan yang tepat.


"Begini caranya!" ucap Leo dengan menggerakkan tangannya dengan cepat.

__ADS_1


Membuat Kimchi merona karena posisinya dengan Leo yang pepet maksimal dan Leo terus menggerakkan badannya membuat badannya ikut terguncang.


"Mengerti?" tanya Leo saat dia menghentikan kocokan adonannya.


Kimchi berbalik supaya bisa berhadapan dengan Leo yang masih ada dibelakangnya. "Kau benar tidak ingin menghamiliku? Sepertinya hanya cara itu yang membuat kita cepat menikah!"


"Menikah? Kau sudah memikirkan hal itu?" tanya Leo keheranan.


"Tentu saja, aku bahkan tadi malam bermimpi kita menikah dengan bahagia!" jawab Kimchi.


Leo langsung menaruh telapak tangannya di dahi Kimchi, dia pikir gadis itu sedang sakit. Bisa-bisanya Kimchi berpikir sampai sejauh itu.


"Sebaiknya kau cepat pulang, rekan kerjaku sebentar lagi akan kemari! Aku juga akan sibuk mengantar pesanan!" ucap Leo kemudian.


Akhirnya Leo menurut supaya Kimchi segera pulang. Sementara Kimchi mengambil kotak yang berisi makanan dan menyusunnya di meja yang berada di lapak Leo berjualan martabak.


"Aku ingin menyuapimu. Aaaa___" ucap Kimchi meminta Leo membuka mulutnya dengan tangannya yang sudah memegang sushi memakai sumpit.


Leo tidak mau membuka mulutnya membuat Kimchi mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Kimchi.


"Ceritakan padaku!" perintah Leo tegas.


"Ceritakan masalahmu! Tidak mungkin kau datang tiba-tiba kesini memintaku menghamilimu! Kau sepertinya punya masalah yang kau tutupi dengan sikap konyolmu itu!" jelas Leo.


Kimchi meletakkan sushinya dan menatap Leo. "Kalau aku menceritakan masalahku, apakah kau akan belajar mencintaiku sepenuh hatimu dan tidak akan pernah melepasku apapun yang terjadi?"


Leo langsung berdehem mendengarnya, dia sebenarnya masih mencerna semua ini dan belum percaya Kimchi adalah pacarnya yang menembaknya secara paksa.


"Akan aku pikirkan!" jawab Leo kemudian.


"Kok begitu? Jawabannya cuma ada dua Ya atau Tidak!" Kimchi mulai memaksa lagi.


Kimchi masih menatap Leo penuh harap, dia sangat menyukai Leo dan berharap pria itu membalas cintanya.


"Jika kau hidup bersamaku, aku akan memberikan semuanya padamu!" bujuk Kimchi.


"Aku akan memberimu HATI, harta dan properti!"

__ADS_1


"CINTA, cincin dan permata!"


"Kau juga akan TER-URUS, terima uang terus menerus!"


__ADS_2