
Sementara Naku masih sibuk membongkar alat pemicu bom dan mempelajari komponennya. Dia yakin komponen itu sama dengan yang dipakai di bom yang terpasang.
"Jangan lupa tetap pasang chip supaya kita bisa berhubungan!" ucap Naku pada ketiga saudaranya yang ingin menyusul pasukan bocil di dalam.
Mereka mengangguk dan segera masuk kedalam menuju laguna labirin berada, disana Edward dengan perlahan menjangkau virus dan mencoba memasukkan virus itu ke tempat yang ada ditangannya.
"Klek!"
Saat virus masuk kedalam tempat kaca itu, otomatis lampu hijau menyala menandakan virus itu aman. Dia bernafas lega dan cepat naik ke permukaan, sebelumnya dia melirik kearah Triple L, Mr. P dan si kembar yang berhasil mengalahkan dua orang yang ikut masuk kedalam air.
"Aku harus cepat membawa virus ini keluar, aku harus mencari daddy!" gumam Edward saat naik ke permukaan.
Tapi langkahnya di hadang oleh dua orang lainnya. Salah satunya menangkap Edward dan satunya lagi mengambil virus dari tangan kecilnya.
"Tidak!" teriak Edward disana. Dia berusaha melawan tapi tubuhnya justru diangkat keatas dan diceburkan lagi kedalam air.
A I U E O yang melihat itu, langsung berlari berusaha menolong sepupunya. Lima anak berbadan gempal itu tanpa babibu langsung menyerang dua orang besar disana.
Tapi si pemegang virus mengangkat virus keatas dan akan membantingnya jika A I U E O tidak berhenti.
"Hahaha! Anak kecil kelebihan lemak seperti kalian bisa apa!" cibirnya.
Mendengar itu, A I U E O tentu saja meradang. Mereka membentuk formasi zig zag, badan sedikit membungkuk dan kaki mereka dihentakkan satu persatu secara bergantian.
"Jadi kalian ingin bermain sumo! Hahaha..."
"Ini pemanasan untuk jurus Kuch Kuch Tut Tut!"
"Kuch Kuch Tut Tut? Apa itu?"
Saat itu juga kelima anak itu menyerang tanpa takut dengan mendekat dan menunggingkan pantat mereka.
__ADS_1
BAAASSS
BIIIIIIISSS
BUUUSSS
BEEESSS
BOOOSSS
Kali ini kentut mereka tidak bersuara yang justru baunya lebih menyengat daripada kentut-kentut lainnya.
Si kembar yang melihat musuh akan tumbang segera mendekat untuk menangkap tempat virus yang ada ditangan musuh.
"Byur!"
Belum sempat si kembar mendekat, tempat virus itu jatuh kedalam air yang mana membuat mereka berenang dan mencari tempat virus itu.
"Ayo, cepat kita ambil! Semoga tempat virus tidak hancur!" ajak Raka mulai menyelam kebawah.
"Apa yang terjadi?" tanya Dewa yang baru datang dan menghampiri kelima anaknya yang di hadapan mereka ada dua orang pingsan.
"Kami menggunakan jurus Kuch KuCh Tut Tut, Dad!" jawab mereka.
"Wah, daddy sangat bangga pada kalian! Sebagai hadiah nanti daddy akan membuat toilet pribadi untuk kalian semua! Masing-masing anak punya satu!" ucap Dewa kemudian.
A I U E O bersorak gembira. "Hore! Akhirnya kita bisa boker dengan tenang!"
Juna dan Bima yang melihat itu saling pandang lalu menggeleng bersama. Ternyata Dewa si tukang boker menurunkan bakat bokernya pada kelima anaknya.
"Aku akan menyusul ChocoChip dan memastikan tempat ini sudah kosong!" pamit Bima ingin menyusul kedua anaknya.
__ADS_1
"Waktu kita kurang dari 10 menit! Aku dan Dewa akan mengurus disini!!" sahut Juna yang membantu pasukan bocil.
"Ayo semua keluar dari sini!"
Mr. P yang lengannya terluka mengajak Edward dan Triple L untuk naik ke permukaan. Sementara si kembar masih mencari tempat virus yang terjatuh sampai akhirnya mereka menemukannya.
"Periksa apakah virusnya aman!" perintah Raka saat menyembul ke air.
Riki memeriksa dan dia bernafas lega karena lampu peringatan masih berwarna hijau. "Aman, Kak!"
"Kita harus cepat keluar dari sini, waktu kita menipis!" teriak Dewa dengan mengulurkan tangan pada si kembar supaya naik ke permukaan. Lalu dia mendelik kearah Juna. "Bang, aku akan keluar bersama yang lainnya, tertinggal kembar 4 yang sedang menjinakkan bom!"
"Biar aku yang urus mereka! Kalian cepat keluar, Abang Bima sudah memberi laporan jika tempat ini sudah kosong!" sahut Juna dengan menghampiri keempat ponakannya yang tersebar di empat sisi dengan masing-masing menangani satu bom.
Keempatnya tengah mendapat komando dari daddy Naku mereka melalui chip, apa-apa saja yang harus mereka lakukan.
"Potong kabel warna biru dengan hati-hati!" ucap Naku dibalik chip.
Mereka semua memotongnya dengan keringat bercucuran karena waktu terus berjalan dan saat ini kurang dari 5 menit lagi.
"Dad, tersisa dua kabel lagi! Kuning atau merah?"
Naku tampak terdiam karena dia juga merasa ragu, komponen bom yang mereka jinakkan kali ini sangat langka. Bahkan dia baru pertama kali melihatnya.
"Kalian butuh insting laki-lakiku!" ucap Juna yang mengingat masa lalu. Lalu dia berbicara pada adiknya. "Aku merasa de javu, Naku!"
"Butuh berapa pujian, Bang?" tanya Naku kemudian.
"Aku butuh banyak!" jawab Juna yang gila pujian.
Mendengar itu, Naku segera mengumpulkan masa untuk memuji ketampanan Juna supaya insting laki-lakinya berguna.
__ADS_1
"Ayo cepat ucapkan tampan seratus kali!" ucap Naku.
"Tampan, tampan, tampan, tampan, tampan, tampan, tampan, tampan, tampan..... "