
Si kembar senang akhirnya di Ibukota dia mempunyai teman-teman baru, bahkan langsung 15 sekaligus. Walaupun mereka semua berwarna-warni seperti pelangi-pelangi alangkah indahmu tapi si kembar menyukai mereka.
"Jadi kalian senang tinggal di Ibukota sekarang?" tanya Nano yang menemani kedua anaknya yang akan tidur malam.
Si kembar mengangguk bersama. "Tapi lebih bahagia lagi karena kami mempunyai papa sekarang!"
Nano mengelus rambut kedua anaknya bergantian. "Sekarang waktunya tidur, sleep tight boys!"
Setelah itu Nano keluar dari kamar si kembar dan mencari suaminya yang masih sibuk di ruangan gym untuk berolahraga.
"Sudah malam, ayo istirahat," ajak Nano saat masuk ke ruang gym itu dan melihat Desmon masih berlari di treadmill.
Desmon menghentikan laju treadmillnya. Dia turun dan meraih handuk karena ingin menyeka keringatnya tapi tangannya dihentikan oleh Nano.
"Kenapa, darling?" tanya Desmon heran.
"Kau sangat seksi saat berkeringat jadi jangan dilap," pinta Nano manja dengan meraba dada telanjang suaminya.
Rasanya akhir-akhir ini, dia ingin selalu disentuh oleh suaminya. Gairah Nano bertambah berkali-kali lipat melihat Desmon tanpa baju. Apalagi perut buncit Desmon mulai mengecil.
__ADS_1
Dengan nakal tangan Nano mulai meraba yang dibawah sana dan meremasnya pelan membuat Desmon mengerang karenanya.
"Apa kau menginginkanku, darling?" tanya Desmon dengan meraih tengkuk istrinya.
Nano mengangguk malu-malu dan berkata. "Aku sangat menginginkanmu jadi buat permainan yang berbeda malam ini!"
Tanpa babibu Desmon langsung mendaratkan ciumannya pada bibir istrinya. Mereka saling membalas ciuman dengan Desmon yang membimbing Nano untuk berbaring diatas matras ruangan gym disana.
Punggung Nano sudah merasakan empuknya matras tapi suaminya justru semakin liar dengan ciumannya yang belum terlepas. Tangan Desmon sibuk melepas kain yang menghalangi tubuh istrinya hingga kini Nano sudah tanpa penghalang apapun.
"Akhh...," Nano mengerang saat Desmon bermain dengan buah dadanya secara bergantian.
Desmon mengerang nikmat dengan permainan istrinya sampai akhirnya dia bangkit dan mengangkat tubuh istrinya dengan berdiri.
"Ini mau apa?" tanya Nano dengan nafas memburu.
"Memberimu permainan yang berbeda, darling!" jawab Desmon mulai menghujam istrinya dengan kuat.
Keduanya bermain dengan panas malam itu hingga berjam-jam lamanya.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya, seperti biasa Nano menyiapkan baju suaminya yang akan Desmon kenakan ke kantor. Mengingat percintaan panasnya semalam, Nano mengulum senyumnya sendiri.
Sampai fokus Nano teralihkan oleh kalender yang berada di nakas kamarnya. Nano meraih kalender itu dan mengingat-ngingat kapan terakhir dirinya datang bulan.
"Astaga, sepertinya bulan ini aku telat datang bulan," gumam Nano. "Aku akan memeriksakan diri nanti!"
Nano akan diam-diam memeriksakan diri karena jika dugaannya benar, dia akan memberi surprise pada suaminya.
"Darling....," panggil Desmon yang ada di kamar mandi.
Nano segera mendatangi suaminya disana, setelah pintu kamar mandi terbuka Nano begitu kaget melihat suaminya yang tergeletak di lantai.
"Oh, ya ampun... Ada apa ini?" Nano panik dengan berlari untuk membantu suaminya bangun.
Desmon akhirnya duduk dengan memberikan istrinya itu pasta gigi yang sedari tadi dia pegang. "Aku tidak mau memakai odol warnanya putih, darling. Aku ingin yang warnanya biru safir, warna putih membuatku muntah!"
Mendengar itu, Nano menghela nafasnya dan membatin. "Sepertinya ada papa hamil disini!"
__ADS_1