Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Anaknya Papa


__ADS_3

Nano masih berada di rumah sakit dan menginap disana untuk masa pemulihan. Baby Kimchi juga masih dalam pantauan karena masih berada di ruangan bayi untuk melakukan serangkaian pemeriksaan.


Setelah pemeriksaan selesai, Baby Kimchi dibawa ke ruangan Nano berada dimana si kembar sudah tidak sabar melihat adik mereka.


"Wah, adik kita seperti Snow White!" ucap Raka yang melihat adiknya tidur dengan lelap.


"Kimchi... Kimchi... ini kakak kedua, jangan sampai salah karena wajah kita sama!" timpal Riki.


Desmon terkekeh melihat kedua anak kembarnya itu. "Jadi kakak pertama, kakak kedua? Seperti film Sun Go Kong!"


Lalu dia beralih pada istrinya yang makan untuk memulihkan tenaganya dan supaya ASI-nya mau keluar.


"Jadi bagaimana kau mengurus si kembar saat bayi dulu, darling?" tanya Desmon kemudian.


"Aku mengurus mereka seorang diri, waktu itu aku belum cukup punya uang untuk membayar suster!" jawab Nano mengingat masa lalu.


Mendengar itu, timbul rasa bersalah Desmon pada istrinya. Dia duduk mendekati Nano lalu meraih tangan istrinya dan mengecupnya.


"Kali ini kau tidak sendirian!" ucapnya.


"Aku tahu! Kau akan selalu ada untukku!" sahut Nano dengan senyuman haru.

__ADS_1


Karena Nano melahirkan secara normal, dia tidak perlu dirawat lama. Jadi keesokan harinya, Nano sudah diperbolehkan pulang.


Selama masa pemulihan, Malika dan Robert menginap di rumah mereka karena ingin membantu Namo dan tidak ingin berjauhan dengan cucu-cucu mereka.


Baby Kimchi jadi rebutan banyak orang. Dari papa, kakak, dan oma opanya. Nano sampai geleng kepala karena dia diberi kesempatan dengan bayinya saat memberi ASI saja setelah itu bayi itu akan menjadi rebutan.


"Istirahatlah, darling. Aku akan menjaga Kimchi!" ucap Desmon meraih bayi perempuannya setelah diberi ASI oleh ibunya.


Well, Desmon setiap harinya pulang cepat dari kantor karena ingin cepat-cepat mengurus bayinya. Dia tidak ingin melewatkan momen-momen seperti dia melewatkan momen si kembar.


"Kimchi, mau dibawa kemana? Disini saja, istirahatku sudah cukup!" ucap Nano supaya suaminya tidak keluar dari kamar.


Setelah bisa move on dari BTS kini Malika begitu terobsesi mendadani Kimchi dengan berbagai model pakaian bahkan kemarin Malika membelikan baju duyung.


"Kali ini wonder woman?" tanya Nano terkekeh.


"Ada sesi pemotretan juga, apa kau mau ikut kebawah saja darling?"


"Boleh!"


Akhirnya keduanya turun kebawah dimana disana Malika sudah menyewa jasa fotografer untuk memotret cucu-cucunya. Ternyata si kembar juga sudah di dandani disana.

__ADS_1


"Papa... Mama... kami jadi Superman!" ucap si kembar memamerkan kostum mereka.


"Temanya adalah superhero!" Malika tampak antusias.


Nano tersenyum bahagia melihat ketiga anaknya yang dipotret disana sampai sebuah rangkulan suaminya dia rasakan dan Nano menyenderkan kepalanya di dada bidang Desmon.


"Bukankah mereka sangat lucu dan menggemaskan?" tanya Nano yang matanya terus tertuju pada ketiga anaknya.


"Yah, aku bangga susu kental manisku bisa jadi seperti mereka!"


PUK!


"Jangan selalu bicara seperti itu!" protes Nano.


Dan saat malam hari tiba, seperti biasa Desmon akan menimang-nimang Baby Kimchi terlebih dahulu sebelum tidur.


"Anaknya papa! Kimchi, anak papa!" ucap Desmon karena dia ingin kata pertama yang keluar dari mulut anaknya nanti adalah papa.


"Kok gitu, Kimchi kan juga anakku! Kok papa doang yang disebutin!" protes Nano.


Dan Desmon mulai menimang baby Kimchi lagi. "Kimchi cantik, anak istrinya papa!"

__ADS_1


__ADS_2