
Desmon, si kembar dan Mr. P sudah sampai di lokasi coffee shop berada. Mereka segera turun dan masuk kedalam coffee shop itu. Dan benar saja ada Bobi disana tengah duduk sendirian sambil merokok melihat kedatangan mereka.
"Apa itu orangnya?" tanya Desmon memastikan.
Mr. P mengangguk. "Iya dan hati-hati jangan terlalu dekat dengannya! Jangan sampai dia menyuntikkan racun padamu!"
Dengan kilatan amarah Desmon mendekati Bobi yang tampak santai dengan rokoknya.
"Aku menunggu kedatangan kalian!" ucap Bobi yang langsung mendapat bogem mentah dari Desmon.
Semua pengunjung coffee shop itu panik melihat ada perkelahian disana apalagi Desmon yang menodongkan senjata pada Bobi. Akhirnya mereka semua behamburan keluar coffee shop itu.
Sementara Desmon bersiap menarik pelatuknya di kepala Bobi tapi Bobi hanya terkekeh renyah mendapat perlakuan seperti itu dari Desmon.
"Dimana istriku, hah!" bentak Desmon kemudian. "Jangan sampai terjadi apa-apa pada istriku atau nyawamu taruhannya!"
"Jika aku mati, istri tercintamu juga akan mati!" sahut Bobi dengan santai.
Lalu Bobi memperlihatkan sebuah video dari ponselnya dimana di video itu tampak Nano tengah tergantung di sebuah crane yang tinggi.
"Apa yang kau lakukan pada istriku?!" pekik Desmon yang mulai panik.
"Jika kau ingin istrimu selamat, balik nama semua hartamu dengan nama Jeni!" ucap Bobi mengancam.
Mr. P yang melihat itu tidak habis pikir, setan apa yang merasuki mantan muridnya itu.
__ADS_1
"Hentikan semua ini! Ayo kita kembali ke Amerika, disini bukan tempat kita!" ajak Mr. P bersahabat.
"Pedrosa, Pedrosa.... kau sangat naif! Disinilah tempatku! Aku penyelamat manusia! Hahaha..."
Bobi berkata dengan tertawa sambil melemparkan bola gas disana karena dia akan berusaha kabur. Saat bola gas itu Bobi lemparkan, asap mengepul memenuhi coffee shop disana. Kesempatan itu dia buat untuk kabur dengan berlari keluar dan segera masuk kedalam mobilnya.
"Uhuk-uhuk!" Desmon terbatuk-batuk karena kepulan asap yang tebal tapi matanya terus mencari sosok Bobi yang menghilang.
Sampai dia juga keluar dari coffee shop itu dan melihat Bobi pergi dengan mobilnya. Tak mau kehilangan jejak Bobi, Desmon juga masuk mobil dan mengejarnya.
Terjadi aksi saling kejar mengejar mobil saat ini, dimana klakson terus berbunyi dari kendaraan lain karena Bobi dan Desmon mengemudi dengan kecepatan tinggi.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan aku!" gumam Bobi dengan menghubungi anak buahnya menyuruh untuk bersiap.
DOR! DOR! DOR!
Desmon mulai menembaki mobil Bobi yang ada di depannya. Peluru terus melesat sampai berhasil mengenai kaca spion mobil Bobi disana.
"Sial," umpat Bobi yang kesulitan melihat mobil di belakangnya karena kaca spionnya yang rusak.
Lalu dia menghubungi anak buahnya lagi. "Sekarang!" ucapnya.
Dan tak lama ada sebuah helicopter yang mendekati kedua mobil yang masih saling mengejar itu. Helicopter mendekat dan menurunkan tali pengait yang siap mengangkat mobil Bobi supaya ikut terbang.
Saat mobil itu terbang, Bobi mengeluarkan jari tengahnya membuat Desmon menghentikan mobilnya dan menembaki mobil Bobi yang terbang itu.
__ADS_1
"Jangan kabur! Hadapi aku secara jantan!" teriak Desmon disana.
Bersamaan dengan itu, beberapa mobil polisi mengepung Desmon karena pria itu membuat keonaran di tempat umum.
"Tiarap!" teriak polisi disana.
Dengan terpaksa Desmon tiarap dengan tangan di borgol dari belakang. Desmon dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Lucas yang mendapat laporan bosnya ditahan di kantor polisi segera menghubungi tim hukum keluarga Cullen. Mereka segera mendatangi Desmon disana disusul oleh si kembar dan Mr. P yang Desmon tinggal di coffee shop.
Si kembar yang baru datang ke kantor polisi langsung memeluk papa mereka setelah itu meninju papanya bergantian.
"Hei, Boys! Stop it....," protes Desmon menerima tinju dari kedua anaknya.
"Lain kali jangan tinggalkan tim!" ucap Raka kesal.
"Papa lupa kita satu tim! Kenapa selalu saja meragukan kemampuan kami?" Riki tak mau kalah.
"Sorry... Papa sangat kacau, mama kalian dalam bahaya!" sahut Desmon yang kalut.
Setelah itu Desmon mendelik kearah tim kuasa hukumnya. "Balik nama semua hartaku atas nama Jeni!"
"A-apa? Apa kami tidak salah dengar?"
Desmon menggeleng. "Istriku adalah segala-galanya. Aku rela jualan gorengan demi Nano-Nanoku!"
__ADS_1