
BRAKKK!!!
Desmon menggebrak meja dimana seorang gadis cantik sampai terlonjak kaget karenanya. Dia menelan salivanya susah payah karena melihat sorot mata papanya yang menatap tajam padanya.
"Bagaimana bisa nilai saham langsung turun drastis begini! Kalau begini caranya perusahaan bisa bangkrut!" ucap Desmon penuh penekanan.
Gadis itu masih diam karena memang ini salahnya yang gagal melakukan proyek pembangunan sampai perusahaan rugi besar ditambah nilai saham yang menurun.
"Kimchi!!!" pekik Desmon yang melihat putrinya itu tidak merespon perkataannya.
Kimchi memberanikan diri menatap Desmon disana. Saat ini keduanya berada di kantor Cullen inc, Kimchi yang sudah berusia 19 tahun belajar menjalankan perusahaan setelah lulus SMA. Tapi saat Desmon memberinya sebuah proyek justru kegagalan yang dia dapatkan.
"Sepertinya aku tidak bisa menjalankan perusahaan, Pa! Kalau diteruskan, perusahaan pasti akan bangkrut!" ucap Kimchi kemudian.
"Lantas fungsinya belajar apa? Papa sudah sering bilang kan, belajar, belajar!" sahut Desmon yang masih gusar.
"Aku juga berusaha belajar, Pa! Tapi gak bisa-bisa, terus gimana dong? Bahkan saat ujian saja, aku nyontek! Mana mungkin bisa aku menjalankan perusahaan begini!"
"A_apa? Nyontek?"
"Itu rahasia umum, Pa! Oma, opa, kakak dan mama juga tahu jika aku nyontek saat ujian!"
__ADS_1
Desmon hanya bisa geleng kepala, bagaimana putrinya justru merasa bangga karena menyontek.
"Lebih baik panggil para kakak saja supaya kembali ke Indonesia!" saran Kimchi.
"Kedua kakakmu dunianya berbeda dengan kita, papa sudah berjanji tidak akan mencampuri urusan mereka!" sahut Desmon.
Mendengar itu, Kimchi merasa dibedakan. Setelah lulus SMP memang si kembar pergi ke Amerika dan bergabung bersama Mr. P disana. Mereka mengembangkan bakat mereka disana sementara Kimchi harus berjuang hari demi hari dengan otaknya yang minimalis dan dituntut untuk jadi penerus perusahaan.
"Papa tidak mau mencampuri urusan kakak tapi papa mencampuri urusanku! Ini namanya tidak adil," protes Kimchi dengan kesal.
Kimchi berdiri dari tempatnya dan langsung pergi dari ruangan papanya. Dia ingin menyendiri dulu, karena ini bukan pertama kali dia berdebat dengan Desmon.
Saat sampai di parkiran mobil, Kimchi melepas high heels yang dia pakai. Kimchi berjalan tanpa alas kaki dan membuka kunci mobil dengan memencet tombol yang ada pada kunci mobilnya.
"Cekit!"
Kimchi mengerem mobil dan kembali turun dari mobilnya untuk kembali mengambil uang seratus ribu sebelumnya.
Saat dia akan mengambilnya ternyata uang itu sudah diambil duluan oleh seseorang yang menunggu mobil Kimchi bergerak sedari tadi.
"Hei, itu uangku!" teriak Kimchi saat melihat ada seorang pria mengambilnya.
__ADS_1
Pria itu menoleh kearah Kimchi. "Siapa cepat dia dapat!"
Kimchi diam di tempatnya melihat pria itu dan seolah pernah melihatnya. "Apa kita pernah bertemu?"
Pria itu menaikkan kedua bahunya dan tidak menjawab. Dia berlalu meninggalkan Kimchi begitu saja.
"Hei, kita belum selesai bicara!" teriak Kimchi lagi.
Kimchi berusaha mengejar pria itu tapi karena dia tidak menggunakan alas kaki, tanpa sengaja dia menginjak serpihan besi kecil yang tajam.
"Argh!" Kimchi berteriak kesakitan membuat pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik membantu Kimchi.
Pria itu memberikan uang seratus ribu sebelumnya. "Sepertinya kau yang lebih membutuhkan uang ini!"
*****
Kimchi
Leo
__ADS_1