
Sebelumnya, Nano yang sudah turun bersama pasukan bocil mendatangi Lucas yang berjaga di bawah.
"Jagalah anak-anak, aku akan menyusul suamiku!" ucap Nano kemudian.
"Tapi bos Desmon berpesan jika Nyonya sudah selamat, kita harus pergi dari sini!" sahut Lucas.
Nano menggeleng. "Ada yang mau aku selesaikan!"
Melihat senjata yang ada ditangan Lucas, dengan cepat Nano langsung merebutnya. Dia juga mengambil dua senjata lagi untuk berjaga-jaga. Sebelum pergi, Nano berpesan pada pasukan bocil jangan ada yang sampai menyusulnya.
"Tapi, Ma...," protes si kembar.
"Tidak ada kata tapi, kalian sudah cukup membantu!" sahut Nano dengan berlari mencari suaminya berada.
Saat Nano sudah mendekat, tiba-tiba dia mendengar suara tembakan dan suara tembakan itu berasal dari Jeni yang menembak lengan Desmon sebelumnya.
Setelah itu, terdengar suara tawa Jeni disana dan tak lama suara Desmon membaca pantun juga terdengar nyaring.
Nano mengulum senyumnya. "Dasar D.C gila!" gumamnya.
Tak mau menunggu lama, Nano segera keluar dari tempat persembunyiannya dan tanpa ragu Nano langsung menembak lengan Jeni seperti wanita itu menembak suaminya.
__ADS_1
"Akhhh.....," pekik Jeni.
Lalu dia menatap siapa yang berani menembaknya dan matanya membulat melihat Nano berdiri disana dengan senjata ditangannya.
"Kenapa kau selalu saja selamat dari maut!" geram Jeni dengan menatap Nano dengan tajam.
Nano terkekeh mendengarnya. "Karena belum saatnya aku pergi walaupun kau berniat mencelakaiku seratus kali pun, aku pasti akan selamat jika Tuhan tidak berkehendak!"
"Cih, kita lihat saja takdirmu hari ini!" desis Jeni dengan menyunggingkan senyumnya.
Bersamaan dengan itu, segerombolan anak buah Bobi yang sudah Jeni kumpulkan mengepung mereka.
Yang mana membuat Desmon langsung mendekati istrinya. "Kau tidak apa-apa, darling?"
"Aku pikir demikian, kau memang pembuat susu kental manis terbaik! Setiap cetak langsung jadi," sahut Nano terkekeh.
Tira langsung berdehem melihat interaksi suami istri itu. "Pembahasan susu kental manis lebih baik di pending dulu, ada yang jauh lebih penting!"
Nano langsung melempar senjata pada Tira dan suaminya.
"Aku berada disisi kiri," ucap Tira yang melihat 4 orang disana.
__ADS_1
Sementara Desmon mendelik kearah istrinya. "Apa kau siap bermain, Mrs. Cullen?"
"Aku siap Mr. Cullen!" jawab Nano dengan bersiap dengan senjatanya.
"Dor! Dor! Dor!" anak buah Bobi sudah menembak membuat ketiganya langsung mencari tempat berlindung.
Dengan menahan sakit dilengannya, Desmon mulai menyerang balik. Dia harus terlihat keren kali ini, apalagi ada Nano yang menyaksikan dia bertarung.
"Dor! Dor!" dua timah panas melesat mengenai kedua musuh.
Nano juga tak mau kalah, dia membidik tepat mengenai sasaran. "Dor! Dor!"
Yang mana membuat Desmon meraih pinggang istrinya dan langsung me****** bibir Nano saat itu juga. "Ternyata kau begitu hebat menggunakan senjata, darling. Aku semakin jatuh cinta padamu!"
"Aku bukan babi dan aku tidak buta tapi cintaku padamu membabi buta, anjay seleboy...."
Desmon kembali mencium istrinya dan pada saat itu ada salah satu anak buah Bobi yang mendekat, Desmon meliriknya sejenak. Dengan santai dia mengarahkan senjatanya dan menembak tanpa melepas ciumannya.
"Dor!"
"Bagaimana, darling? apa suamimu tampak keren sekarang?" tanya Desmon saat melepas ciumannya.
__ADS_1
Nano mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. "Kau memang keren, Mr. Cullen!"