
Hujan semakin deras membuat Kimchi mendekati Leo dan duduk disampingnya, gadis itu lalu memeluk Leo tanpa peringatan membuat Leo membuka matanya.
"Ada apa ini?" tanya Leo berusaha menjauh.
"Dingin! Aku kira kau butuh kehangatan!" jawab Kimchi tanpa beban.
"Butuh kehangatan bagaimana?" Leo semakin gusar melihat tingkah Kimchi yang seperti ini.
Leo akhirnya memutuskan untuk menerjang hujan daripada harus berduaan dengan Kimchi yang menurutnya begitu agresif.
"Aku mau menembus hujan! Kau bisa menghubungi keluargamu kan, supaya menjemputmu disini!" ucap Leo kemudian.
"Woah, kau mau meninggalkan seorang gadis di teras ruko tengah malam? Bagaimana kalau aku diculik, diperkosa atau parahnya aku hipotermia disini karena kedinginan?"
"Kan gak lucu, ada berita 'ditemukan gadis cantik bak barbie begitu mengenaskan di teras ruko'!"
Kimchi mulai berbicara tidak jelas yang membuat Leo menjadi pusing dibuatnya, apalagi Kimchi saat ini sengaja keluar dari teras ruko supaya dirinya basah terkena air hujan.
"Apa yang kau lakukan!" teriak Leo.
Dengan terpaksa akhirnya Leo membawa Kimchi menerjang hujan bersamanya. Beruntung jarak antara kos dan lapak dia berjualan martabak tidak terlalu jauh jadi dalam hitungan menit dia sudah sampai.
__ADS_1
Leo dengan cepat menarik Kimchi ke kamar kostnya sebelum penghuni kost atau ibu kost tahu jika dia memasukkan seorang gadis ke kamarnya.
"Bersihkan badanmu dan pakai ini!" ucap Leo dengan memberikan satu set bajunya.
Kamar kost itu mempunyai kamar mandi pribadi jadi Kimchi masuk kesana untuk mengganti bajunya yang basah.
Sebuah kaos oblong dan celana training diberikan Leo padanya. Karena Kimchi tidak suka dengan celana training, dia memakai kaos oblong yang otomatis menampilkan paha mulusnya.
"Kenapa tidak memakai celananya?" tanya Leo saat Kimchi keluar dari kamar mandi.
"Aku tidak suka memakainya!" jawab Kimchi santai.
Leo yang masih basah, akhirnya bergantian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya meninggalkan Kimchi yang tampak memindai kamar kost itu.
"Mereka sedang apa?" gumam Kimchi sampai sedetik kemudian dia mengerti. "Oh, astaga! Apa mereka sedang kawin!"
"Woah, keren! Ini pertama kalinya aku melihat kodok kawin!"
Kimchi meraih ponselnya dan memotret dua kodok itu sampai dia menyadari sesuatu. Kimchi sangat mengenal wadah kaca yang ditempati kodok itu karena wadah itu satu-satunya di dunia. Karena khusus dibuat oleh kedua kakaknya 15 tahun lalu.
"Ini kan___"
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, Leo keluar dari kamar mandi yang sudah berpakaian lengkap.
"Jangan dekat-dekat dengan kodokku!" ucap Leo yang melihat Kimchi berdiri di depan kodok yang selama ini dia pelihara.
"Kau peternak kodok? Atau kau seorang pangeran kodok?" tanya Kimchi memastikan.
"Kenapa bicaramu selalu tidak jelas begitu!"
"Maksudku darimana kau dapatkan wadah kodok ini?"
"Kenapa kau begitu tertarik?"
"Karena itu punyaku!"
Keadaan langsung hening seketika, keduanya saling bertatapan sambil terbayang kejadian 15 tahun lalu di Paris.
"Kak__ singa? kau kak singa kan? Singa dari Paris?" tanya Kimchi kemudian.
"Dan kau__ Kimchi?" tanya Leo balik.
Kimchi langsung berlari menghambur memeluk Leo disana. "Kau berubah jadi singa jantan yang tampan!"
__ADS_1
"Aku kembali ke Paris setahun kemudian untuk liburan kembali, aku mencarimu tapi tidak ada! Kau kemana saja?"