Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Bekas Percobaan


__ADS_3

Nano terbangun dari tidurnya, saat dia membuka selimutnya ternyata dia sudah berpakaian lengkap dan dia juga sudah berpindah kamar.


Perempuan itu tersenyum pasti ini adalah ulah suaminya. Nano mengingat percintaan panasnya dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Walaupun bukan untuk pertama kalinya mereka melakukan itu tapi Nano masih saja malu apalagi Desmon benar-benar melakukannya dengan penuh kelembutan.


"Oh astaga, ini sudah malam!" pekik Nano saat melihat jam di dinding menunjukkan pukul 7 malam.


Nano segera membersihkan dirinya setelah itu mencari suaminya berada. Ternyata saat ini Desmon dan si kembar tengah memasak bersama.


Melihat itu, Nano tiba-tiba saja meneteskan airmatanya apalagi melihat bagaimana si kembar tertawa bahagia disana. Akhirnya kedua anaknya itu tidak mempertanyakan dimana papanya lagi.


"Mama....," teriak si kembar bersamaan saat melihat Nano mendekat.


"Kalian sedang memasak apa? Kenapa tidak membangunkan mama?" tanya Nano kemudian.


"Tidurmu sangat pulas, darling. Jadi kami tidak tega membangunkanmu!" sahut Desmon yang sibuk mengocok telur.


Nano memperhatikan suaminya. "Jadi, ngidam apa kali ini?"


"Aku ingin makan telur vegetarian memakai 3 macam paprika! Merah, kuning hijau!" jawab Desmon antusias.


Sementara si kembar tampak sibuk memotong-motong paprika 3 macam itu.


"Siapa yang berbelanja? bukankah rumah ini kosong?" tanya Nano lagi.


"Ada mang Asep, Ma!" jawab Raka tanpa melihat mamanya.

__ADS_1


"Aku sudah selesai memotong warna merah, Kak!" ucap Riki memperlihatkan potongan paprika berbentuk dadu.


"Sekarang warna hijau, aku masih memotong warna kuning! Ini demi adik kita, ayo cepat lakukan nanti adik kita jadi suka ngeces! Apa kau mau seperti itu?"


"Itu mitos, Kak! Anak genius tidak percaya hal seperti itu! Air liur pada bayi itu disebabkan karena kelenjar yang memang aktif sejak bayi masih berada di dalam kandungan..."


"Sudah ya, papa mau memasak dengan tenang! Jangan membuat papa pusing untuk mencerna pelajaran!" sela Desmon yang otaknya akan ON jika membahas nilai saham tapi NOL jika membahas pelajaran.


Nano tersenyum melihat interaksi ketiga pria itu, sambil menunggu mereka selesai memasak. Nano berkeliling rumah sambil bernostalgia.


Semilir angin malam itu menemani Nano yang tengah berada di pekarangan rumah. Dia melihat sekeliling rupanya sudah banyak tetangga disana. Dan ada satu rumah yang pohon mangganya sangat rimbun seketika air liur Nano langsung menetes.


Nano mendekati pohon itu dan terus memandanginya. Karena pohon itu menjulang sampai keluar pagar rumah.


"Ada apa, Nona?" tegur seorang wanita cantik yang ternyata adalah pemilik rumah itu.


"Um, mangga mudanya! Apa boleh saya meminta satu?" tanya Nano penuh harap.


"Tentu saja boleh, ambillah!" jawab wanita itu.


"Terimakasih," ucap Nano dengan meloncat untuk menggapai mangga diatas sana.


Tapi beberapa kali loncatan tangannya tidak bisa menggapainya dan bersamaan dengan itu Desmon yang mencari istrinya karena ingin mengajak makan telur vegetarian buatannya, dibuat syok melihat Nano yang meloncat-loncat.


"Darling...," panggilnya. "Kau baru saja sembuh, kenapa meloncat begitu!"

__ADS_1


Nano langsung menoleh kearah suaminya. "Aku ingin mangga muda!"


"Astaga, aku bisa membeli mangga muda yang banyak jadi tidak perlu meloncat begini!"


"Tapi aku ingin mangga muda itu!" tunjuk Nano keatas.


Desmon yang lebih tinggi dari istrinya tentu saja langsung meraih mangga dan memberikan pada istri tercintanya.


"Sekarang kita pulang, si kembar sudah menunggu!" ucap Desmon kemudian.


Tapi saat mereka berbalik akan kembali ke rumah, tiba-tiba suara wanita pemilik pohon mangga memanggil. "Desmon... kau kah itu?"


Wanita itu langsung berlari keluar pagar untuk memastikan penglihatannya.


"Ternyata ini benar kau!" ucapnya lagi.


Sementara Desmon menelan salivanya serak melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini. Wanita itu adalah salah satu wanita bekas uji cobanya.


"Jangan bilang kau melupakan aku! Kita pernah menghabiskan malam berdua kan? Kau begitu tega meninggalkanku begitu saja, saat aku terbangun aku sendirian di kamar hotel!" kesal wanita itu.


Desmon langsung melihat kearah istrinya. "Darling, ini bukan seperti yang kau pikirkan, okay! Aku hanya melihat tubuhnya tidak lebih jadi jangan salah paham!"


"Tidak apa-apa, saat ini aku Purwakarta! Pura-pura ketawa padahal menderita!" sahut Nano dengan tatapan tajamnya.


"Oh darling, jangan membuatku jadi Semarang! Sendirian menanggung rasa sayang!"

__ADS_1


Dan wanita bekas percobaan yang tersadar jika telah membuat sepasang suami istri terlibat perselisihan langsung undur diri. "Sepertinya aku menjadi Salatiga! Salah menjadi orang ketiga, kabuuuuur...."


__ADS_2