Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Babak Penentuan


__ADS_3

"Cekit!!!"


Desmon menghentikan motor yang dikendarai lalu membuka helm dan melemparnya begitu saja. Dia berbalik ke belakang menatap Lucas dengan tajam.


"Kita baru saja melanggar lalu lintas, apa kau gila!" pekik Desmon kemudian.


Saat ini mereka berada di jalanan yang sepi untuk menghindari jika ada polisi yang mengejarnya.


"Namanya juga kepepet, Bos!" elak Lucas dengan memperlihatkan waktu sisa beberapa detik lagi sebelum permainan berakhir.


Desmon merebut ponselnya dan sedetik kemudian sebuah notifikasi pesan masuk.


"Rp 30.000.000,00 masuk ke akun player!"


*****


Player lainnya sudah berhasil melakukan tantangan dan sekarang adalah babak penentuan untuk bisa masuk ke permainan final.


Tersisa 4 pemain dan mereka semua mendapat petunjuk untuk naik ke sebuah atap gedung yang disana ada sebuah crane.


Seorang player dengan julukan The Tiger datang lebih awal di atas gedung itu. Dia berdiri menatap crane di depannya seakan tahu permainan yang akan dimainkan selanjutnya.


Dan satu player lagi datang, membuat The Tiger menatapnya dengan tatapan mencemooh.

__ADS_1


"Apa kau sanggup melakukan tantangan berikutnya?" tanyanya.


"Aku pasti sanggup, aku akan melakukan apapun! Aku tidak ingin kehilangan uang kemenanganku begitu saja!"


"Kalau kau mati, kau tidak akan mendapatkan uang itu! Apa kau tahu kenapa kita ada disini? Kau pikir permainan selanjutnya akan mudah?"


Player itu berjalan menuju pinggir dan menatap kebawah betapa tingginya posisinya sekarang lalu dia mendelik kearah crane disana.


"Jangan-jangan... "


Dia langsung memencet tombol berhenti di ponselnya, lebih baik dia kehilangan 30 juta daripada kehilangan nyawanya.


Sementara Desmon yang mendapat petunjuk yang sama sudah sampai di gedung tersebut. Dia kesana dengan Lucas yang menyetir mobil serta si kembar yang masih setia memantau papanya.


"Tenang, papa akan baik-baik saja!" ucap Desmon berusaha bersikap tenang.


Karena ingin mempersingkat waktu, Desmon segera masuk ke lift dan naik ke lantai paling atas di gedung tersebut.


Disana sudah ada The Tiger yang menunggunya dan pria itu melakukan hal sama pada Desmon, menghasut supaya Desmon berhenti dari permainan.


"Aku tidak akan berhenti karena aku melakukannya bukan demi uang!" ucap Desmon mantap.


"Orang yang terlahir kaya sepertimu tidak akan pernah mengerti!" cibir The Tiger kemudian.

__ADS_1


Desmon menatap pria berbadan kekar itu dengan tatapan nyalang. "Aku mengerti makanya aku kemari untuk memenangkan permainan!"


"Hahaha... kau bercanda! Kau sepertinya tidak tahu siapa aku, apa perlu aku memberitahumu siapa aku sebenarnya?"


"Stroberi mangga donat, sorry gak minat!" ucap Desmon dengan santai.


"Kau itu harus tahu siapa lawanmu!" geramnya.


"Stroberi mangga apel, sorry gak level!" lanjut Desmon lagi yang membuat pria itu tambah emosi.


"Kau!"


Saat The Tiger ingin mencengkram baju Desmon, satu player lagi muncul dan mencegah keduanya baku hantam.


"Apa yang kalian berdua lakukan! Daripada begitu lebih baik persiapkan mental kalian!" ucapnya.


Mereka bertiga akhirnya berjalan ke tepi dan tak lama sebuah drone terbang dengan sebuah kertas petunjuk yang bertuliskan...


"Bergantunglah di crane dengan satu tangan selama 15 detik!"


Yang mana membuat mereka syok tapi salah satu diantara mereka harus ada yang kalah supaya bisa masuk ke permainan final.


Dan Nano yang terus mengawasi suaminya akhirnya tidak tahan. Dia mengambil kunci mobil dan memberikannya pada Ocha.

__ADS_1


"Ayo kita susul mereka!" ucapnya.


__ADS_2