
"Maafkan saya Tuan, Nyonya," ucap Susi merasa bersalah karena lalai sampai Kimchi jatuh dan sekarang terluka.
Desmon dan Nano berusaha mengerti, mereka juga sadar jika Kimchi anak yang aktif dan kadang suka berbuat hal aneh.
"Tidak apa-apa. Bibi boleh kembali, Kimchi biar kami yang jaga!" ucap Desmon berusaha bijak.
"Sekali lagi, maafkan saya!"
Susi masih merasa bersalah, sudah berminggu-minggu dia tidak mendapat pekerjaan seperti ini. Saat dia mendapat pekerjaan justru membuat kesalahan, dia takut mendapat komplain yang nanti membuat pekerjaannya terancam.
Sementara Kimchi yang berada di kamar orangtuanya sedang di obati lukanya oleh seorang dokter yang Desmon hubungi saat melihat Kimchi terluka.
"Qu'en est-il, docteur (bagaimana, dokter)?" tanya Desmon.
"Juste une petite blessure, Monsieur (Hanya luka kecil saja, Tuan)"
"Merci, docteur (Terima kasih, dokter)"
Setelah dokter itu pergi, Desmon menatap Kimchi yang tertunduk.
"Jadi kodoknya dibawa sampai ke Paris?" tanyanya penuh penekanan.
Kimchi mulai ketakutan dengan meremas bajunya karena lagi-lagi dirinya membuat masalah.
"Maafkan aku, papa! Aku tidak tega membuangnya!" sahut Kimchi lirih.
Desmon hanya bisa menghela nafasnya panjang. "Bukankah sudah papa beritahu jika papa phobia kodok?"
"Sudahlah, biar aku yang membujuknya!" sela Nano menenangkan suaminya.
__ADS_1
Lalu dia menggendong Kimchi ke kamar mandi karena dia ingin membersihkan tubuh Kimchi yang penuh keringat.
"Malam ini, kodoknya masih boleh disini. Tapi besok harus sudah tidak ada lagi! Kita bisa melepasnya di taman!" ucap Nano dengan mengelap tubuh Kimchi dengan hati-hati supaya tidak mengenai lukanya.
"Baiklah," sahut Kimchi lirih.
Disisi lain, Susi yang keluar hotel mendapati Leo yang menunggunya di seberang jalan.
"Darimana saja? Kau melewatkan makan siangmu!" ucap Susi dengar gusar saat mendekati anaknya.
"Tadi aku mencari mama saat kelaparan di dalam hotel!" jawabnya.
Susi mendengus pelan. "Ayo cepat pulang! Mama masih menyimpan pastamu!"
"Pasta? Wah, akhirnya makan enak..."
Mereka berdua pulang ke rumah mereka, lebih tepatnya rumah yang mereka sewa.
Keesokan harinya, keluarga Desmon pergi ke Disneyland. Si kembar dan Kimchi tampak gembira disana.
Mereka melihat berbagai tokoh Disney yang biasa mereka tonton lewat video saja.
Susi juga ikut kesana dengan terus mengawasi si kembar dan Kimchi, sementara Leo terpaksa menunggu di pinggir jalan hotel seperti kemarin.
"Kimchi, mau beli bando Mickey?" tawar Nano karena dia juga membelinya. "Supaya kita couple!"
"Boleh, Ma!"
__ADS_1
Kedua ibu dan anak itu memakai bando Mickey yang sama setelah itu ikut bergabung bersama Desmon dan si kembar.
"Ayo kita berfoto bersama!" ajak Nano.
Dia memberikan sebuah kamera pada Susi. "Tolong fotokan kami ya!"
Susi menerima kamera itu dan berusaha memotret keluarga bahagia disana. Di dalam hatinya sangat iri dengan keluarga Desmon karena kehidupan keluarganya yang berbanding terbalik.
Dia berharap Leo nanti tidak akan mengalami seperti yang dia alami.
"Cekrek!"
Potret keluarga itu diabadikan dalam sebuah foto.
"Ayo kita makan dulu!" ajak Desmon yang lelah karena beberapa jam mengelilingi Disneyland.
"Bagaimana kalau kita ke Le Ciel de Paris Restaurant? Disana banyak makanan dan dessert yang enak, anak-anak pasti suka!" usul Nano.
"Baru aku mau bilang begitu, kita memang mempunyai ikatan batin yang kuat, darling!" sahut Desmon mengerlingkan matanya.
"Mulai, mulai__" batin Nano.
Suasana restaurant itu sangat nyaman karena disuguhi oleh pemandangan kota Paris. Disana Nano mulai memesan menu dan berbagai dessert, dia juga meminta Susi untuk memilih menu. Tapi lagi-lagi dia meminta jatahnya untuk dibungkus saja.
"Bibi, tidak suka makan dengan kami?" tanya Kimchi kemudian.
"Bukan begitu tapi___" perkataan Susi menggantung karena Desmon tiba-tiba menyela.
__ADS_1
"Jika kau makan disini, aku akan menaikkan upahmu 2 kali lipat!"