
Kimchi akan memberi kesan buruk saat pertemuannya dengan Aries supaya pria itu illfeel dengannya tapi diluar dugaan justru pria itu malah tertawa lebar saat mendengarnya memperkenalkan diri.
"Baru pertama kali ini ada seorang wanita memperkenalkan diri seperti yang kau lakukan!" ucap Aries yang masih sesekali terkikik.
"Itu adalah sifatku yang buruk, apa kau menyukai wanita seperti itu? Bukan hanya itu saja, aku itu juga sangat jorok! Kau tahu, aku kadang malas mandi. Aku bisa seminggu tidak mandi sama sekali, aku juga bermain dengan upilku sendiri dan aku selalu mengoreknya dengan tangan yang akan aku lap sembarangan!" ucap Kimchi berusaha meyakinkan.
Lalu Kimchi memperlihatkan jemari-jemarinya. "Aku tidak berbohong! Semua jariku ini jadi saksi bisu kejorokanku dan juga aku sangat bau! Jadi aku memberimu peringatan, Tuan Aries!"
Aries semakin dibuat tertawa dengan sikap Kimchi yang seperti itu. "Aku suka kejujuranmu, Nona Kimchi!"
"Dan aku penasaran dengan kejorokanmu itu!"
Aries mendekati Kimchi dan tanpa ragu meraih tangan Kimchi dan mencium telapak tangannya. "Bau upil orang cantik memang wangi ya!"
Sontak membuat Kimchi memundurkan badannya. "Jangan mendekat dan jangan mencium anak orang sembarangan!"
"Bagaimana kalau di bibirmu itu ada semacam virus berbahaya yang bisa merusak kulit manusia? Bagaimana jika aku terinfeksi? Aku harus tampil cantik di depan pacarku!"
Aries tidak tahan, dia tertawa sampai perutnya sakit. "Kau sangat lucu, Kimchi! Daya khayalmu sangat luar biasa! Sepertinya cocok untuk proyek kita!"
Dan Aries membuka laptopnya, disana sudah ada beberapa design proyek pusat perbelanjaan yang akan mereka tangani dan juga laporan rinciannya.
__ADS_1
"Pelajari ini semua, setelah semua terancang dengan baik baru kita bisa meninjau lokasinya!" jelas Aries.
Kimchi menerima laptop itu lalu dia mengeluarkan flashdisk dari tasnya kemudian dia menyalin semuanya pada flashdisk tersebut.
"Aku akan mempelajarinya terlebih dahulu!" ucap Kimchi kemudian.
Bersamaan dengan itu, beberapa pelayan resto masuk untuk mengantarkan pesanan Aries. Berbagai menu Jepang ada disana membuat Kimchi memikirkan keadaan Leo.
"Apa aku bisa meminta kotak?" tanya Kimchi pada salah satu pelayan.
"Bisa, Nona!"
Beberapa menit kemudian, pelayan itu kembali dengan membawa kotak yang diminta Kimchi.
"Aku akan membungkus jatahku!" jawab Kimchi yang sibuk memasukkan beberapa makanan dalam kotak.
Aries semakin dibuat heran dengan sikap Kimchi tapi anehnya dia menyukainya.
"Aku pamit pulang dulu, Tuan Aries. Terimaksaih untuk makanannya!" pamit Kimchi dengan tergesa. Dia segera keluar dari private room itu dan mencari Yumna.
"Yumna, aku ada urusan jadi tidak kembali ke kantor! Jika papaku mencariku bilang saja jika aku berada di kampus Chacha!" ucap Kimchi pada asistennya itu.
__ADS_1
"Baik, Nona!"
Sementara Leo saat ini sedang mempersiapkan adonan martabak yang akan dia jual. Leo sebenarnya hanya pegawai saja disana, dia bertugas di lapak itu karena ada beberapa franchise martabak manis yang disebar oleh pemiliknya.
Saat dia tengah sibuk membuat adonan, sebuah mobil mewah parkir di tempat dia berjualan. Gadis cantik keluar dari mobil itu dengan kacamata hitam, baju yang modis serta accessories yang mahal seperti tas, jam tangan bermerk.
"Kimchi," batin Leo.
Leo menyudahi kegiatannya dan segera mencuci tangannya lalu menemui Kimchi yang tampak kebingungan mencarinya.
"Kenapa kesini?" tanya Leo kemudian.
Melihat Leo mendekat tanpa malu sedikitpun, Kimchi berlari dan memeluk pacarnya itu.
"Aku merindukanmu!" ucap Kimchi mengeratkan pelukannya.
"Lepaskan! Kita di tempat umum sekarang!" Leo berusaha melepaskan pelukan Kimchi tapi gadis itu justru mengeratkan pelukannya.
"Leo__" panggil Kimchi dengan nada lirih.
Leo terdiam karena sepertinya ada sesuatu hal yang ingin dikatakan Kimchi dengan serius.
__ADS_1
"Apa?" tanya Leo.
"Hamili aku!" pinta Kimchi.