Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Tantangan Pertama


__ADS_3

Keesokan harinya, si kembar terbangun dari tidurnya dan mendapati jika Desmon tidur diantara mereka.


"Kenapa papa ada disini?" tanya Raka dengan menguap lebar.


Riki mengucek matanya dan mencoba membangunkan Desmon disana. "Papa! Papa! Kenapa papa tidur disini?"


Merasa ada yang menepuk-nepuk pipinya, Desmon terbangun dan melihat kedua anaknya sudah terbangun.


"Morning....," ucapnya dengan suara khas bangun tidur.


Lalu Desmon mendudukkan badannya dan mengingat tadi malam saat Nano mengunci kamar mereka sampai dia tidak bisa masuk kamar.


"Ternyata marahnya wanita begitu awet," gumam Desmon.


Si kembar mendengar itu dan timbul niat mereka untuk menjalankan rencananya dengan bantuan papanya. Sambil menyelam minum air, pikir mereka.


"Jadi papa lagi mengejar maaf dari mama?" tanya Raka memancing.


"Ya, begitulah!" jawab Desmon malas.


"Kami ada permainan yang bisa membuat mama memaafkan papa!" tambah Riki.


"Benarkah?"


Si kembar mengangguk bersama, sebelum mereka menjalankan misi mereka, ketiganya membersihkan diri mereka masing-masing. Kebetulan hari ini adalah hari minggu jadi si kembar libur sekolah dan bisa menjalankan misi permainan berbahaya dengan memanfaatkan papa mereka.


Walaupun sedang mode marah tapi Nano tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Dia saat ini tengah memasak dibantu oleh pelayan untuk mempersiapkan sarapan.

__ADS_1


"Mommy dan daddy kenapa tidak kelihatan, Pak Li?" tanya Nano sambil sibuk mengiris bumbu.


"Tuan dan nyonya besar pergi pagi-pagi buta untuk kegiatan amal bersama komunitas manula!" jawab Pak Li.


Nano mengangguk paham sampai tak lama suami dan kedua anaknya turun. Nano dan Desmon saling beradu tatap tapi buru-buru Nano mengalihkan perhatiannya mengingat dia sedang mode marah.


"Good morning, Mama....," sapa si kembar bersamaan.


"Morning! Sebentar lagi sarapan siap! Tunggulah di meja makan!" sahut Nano.


Di meja makan, Desmon terus menatap istrinya yang tengah memasak. Dimatanya Nano begitu seksi, rasanya dia ingin menggempur istrinya saat ini juga. Tapi keinginan itu tidak akan terwujud jika Nano masih marah padanya. Untuk itu, dia menatap si kembar dan menanyakan rencana mereka.


"Jadi apa rencananya?" tanyanya.


"Kita isi tenaga dulu, Pa!"


Desmon mengangguk tanpa curiga sedikitpun.


Setelah selesai sarapan, Desmon dan si kembar berada di garasi mobil dimana si kembar menjelaskan mengenai aplikasi permainan yang harus dimainkan papanya.


"What? Lantas apa hubungannya dengan mama kalian?" tanya Desmon tidak mengerti.


"Jika papa bermain disini pasti akan terlihat keren!" kompor Raka.


"Dan juga sekaligus menjadi penyelamat orang-orang yang melakukan permainan berbahaya!" timpal Riki.


"Otomatis mama akan memaafkan, Papa!" ucap si kembar bersamaan.

__ADS_1


Desmon terdiam sejenak dan memikirkan semuanya. Sepertinya tidak ada salahnya mencoba.


"Baiklah!" ucap Desmon kemudian.


Dia meraih ponselnya dan mulai mendaftar sebagai PLAY yang akan mendapat tantangan dari WATCH.


"Log in berhasil!"


Desmon memakai akun palsu untuk mendaftar supaya aplikasi itu tidak dapat melacak informasi pribadinya.


"Welcome player!"


Tulisan yang tertera saat tantangan pertama dimulai.


"Pergilah ke mall Taman Anggrek dalam waktu 20 menit!"


Desmon membaca tantangan pertamanya. Dan dia segera memilih salah satu mobil di garasi untuk dia kendarai ke mall Taman Anggrek dengan si kembar.


"Apa tantangannya memang semudah ini?" tanya Desmon saat di perjalanan.


"Um, sepertinya ini baru permulaan, Pa!"


Desmon masih tampak santai tapi saat dia sudah sampai di mall Taman Anggrek tantangan sebenarnya baru dimulai.


"Ambil salah satu motor yang ada di parkiran mall!"


Desmon langsung menatap si kembar dengan gusar. "Jadi papa akan mencuri motor dan disiarkan langsung?"

__ADS_1


Si kembar mengangguk bersama.


"Astaga! Papa seperti Yamet Kudasi!"


__ADS_2