Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Penolong Cilik


__ADS_3

"Saya permisi sebentar!" pamit Susi saat mendapat bungkusan pastanya.


Dengan cepat dia keluar dari hotel untuk mencari anak laki-lakinya yang berumur 8 tahun. Hal ini sudah biasa dia lakukan karena tidak mungkin membawa anaknya saat bekerja jadi anaknya selalu menunggunya di dekat dia bekerja.


"Leo! Leo!" panggil Susi tapi anak itu tidak ada di tempat dia meninggalkannya sebelumnya.


Sementara Kimchi yang telah selesai makan pasta, mengeluarkan kodok dari dalam tas ransel yang memang dia bawa.


"Jangan dibuka disini, jika petugas hotel tahu nanti kodoknya bisa disuruh buang!" ucap Raka memperingati.


"Di hotel ini dilarang membawa hewan!" timpal Riki dengan melirik kanan kiri melihat keadaan.


"Tapi kak, aku takut kodoknya mati! Kodoknya sudah terlalu lama di dalam tas!" sahut Kimchi memikirkan nasib kodoknya.


Si kembar memikirkan cara supaya kodok Kimchi mendapat udara lalu mereka melihat ada sebuah taman di hotel itu.


"Kita bawa ke taman saja!" usul Riki kemudian.


Raka mengangguk setuju. "Aku tunggu Bibi Susi disini, nanti kami menyusul!"


Akhirnya Kimchi dan Riki pergi ke taman itu tapi karena Riki mulas, dia pergi ke toilet sebentar.


"Kakak pergi ke toilet dulu, jangan kemana-kemana!" ucapnya.


"Aku tunggu disini, Kak!" sahut Kimchi yang duduk di sebuah kursi taman itu.


Kimchi mulai membuka tas ranselnya dan melihat kodoknya tidak bergerak. Tentu saja membuatnya panik, Kimchi membuka wadah kaca itu.

__ADS_1


Saat Kimchi membukanya, tanpa dia duga justru kodoknya melompat.


"Tidak!" teriak Kimchi dengan berlari mengejar kodok itu.


Karena tidak hati-hati, Kimchi tersandung dan terjatuh sampai lututnya berdarah.


"Huaaaa.... Huaaaa!" Kimchi menangis.


Kebetulan keadaan sepi karena rata-rata pengunjung hotel keluar untuk jalan-jalan. Sampai ada suara anak laki-laki yang membantu Kimchi untuk bangun.


"Are you okay?" tanyanya memakai bahasa Inggris karena mengira jika Kimchi seorang turis.


Kimchi melihat anak laki-laki yang wajahnya seperti orang Asia. "Aku tidak bisa bahasa Inggris!"


"Oh, ternyata kau orang Indonesia ya!" ucap anak laki-laki itu lagi dengan membantu Kimchi berdiri.


Sebelumnya dia melihat Kimchi mengejar kodok dari kejauhan.


"Iya ini kodokku!" sahut Kimchi meraih kodoknya. Lalu Kimchi kembali ke tempat duduknya dimana wadah kodok itu berada.


Kimchi memasukkan kodoknya lagi disana. "Jangan kabur lagi ya!"


Dan tatapannya beralih pada anak laki-laki yang membantunya. "Nama kakak siapa?".


"Leo!" jawabnya singkat.


"Leo? bukankah itu salah satu nama zodiak dengan lambang singa?" tanya Kimchi antusias.

__ADS_1


Leo mengangguk. "Iya benar!"


"Wah, aku menyukai singa karena dia STRONGGG!"


Leo tidak menanggapi perkataan Kimchi lagi. Tapi dia menunduk dan berusaha melihat luka di lutut Kimchi yang masih mengeluarkan darah.


"Apa sakit?" tanyanya.


"Sakit, aku akan masuk untuk mencari kakakku!" sahut Kimchi berusaha berdiri dan berjalan menuju kedalam hotel lagi.


"Hati-hati!" ucap Leo yang melihat Kimchi menjauh.


*****


Saat Kimchi masuk bersamaan dengan Riki yang keluar dari toilet. Riki terkejut melihat lutut adiknya yang berdarah karena memang Kimchi memakai dress diatas lutut.


"Kenapa, Dek?" tanyanya.


"Aku jatuh, Kak!"


"Bagaimana bisa?"


"Karena kodokku tadi berusaha kabur!"


Lalu Kimchi berdehem berusaha mengatur suaranya. Dia mengingat sebuah lagu yang sering dia dengar di ruang kerja papanya.


"Jatuh bangun aku mengejarmu___ namun dirimu tak mau mengerti!"

__ADS_1


__ADS_2