
"Bagaimana, Kak?" tanya Riki pada kakaknya setelah selesai melakukan video zoom.
Raka tampak berpikir dan menemukan sebuah ide. "Satu-satunya jalan adalah kita ikut bermain dalam permainan itu!"
"Tapi usia kita tidak akan bisa ikut dalam permainan!"
Lalu mereka terdiam memikirkan ide lainnya sampai mereka tersenyum penuh arti dan saling pandang.
"Papa!"
*****
Desmon sudah kembali ke mansion, suasana tampak sepi membuat Desmon kebingungan.
"Pak Li, dimana semuanya?" tanya Desmon pada ketua pelayan disana.
"Sudah di kamar masing-masing, Tuan Muda," jawab Pak Li.
Dengan langkah cepat, Desmon pergi ke kamarnya dimana sang istri berada. Sebelum membuka pintu, dia menghirup udara banyak-banyak.
"Darling....," panggil Desmon saat masuk ke kamar.
Hening. Tidak ada sosok Nano disana, Desmon mencari di segala sudut kamar tapi tidak menemukan istrinya.
"Dimana istriku?" gumam Desmon berlalu keluar kamar dan menuju kamar si kembar.
Desmon mengetuk kamar kedua anaknya dan tak lama pintu itu dibuka oleh Nano.
"Si kembar baru saja tertidur," ucap Nano pelan supaya kedua anaknya tidak terganggu.
"Aku melewatkan ucapan selamat malamku," sahut Desmon dengan masuk perlahan dan mencium kedua anaknya bergantian. "Sleep tight, boys!"
Desmon berbalik tapi lagi-lagi Nano sudah tidak ada, istrinya meninggalkannya lagi disana. Desmon mendengus kasar lalu mencoba berbicara pada istrinya yang saat ini tengah membuat susu hamil sebelum tidur.
Dia memeluk Nano dari belakang tapi istrinya itu tidak ada respon sedikitpun.
__ADS_1
"Sorry.... itu masa laluku dan kau masa depanku, darling!" ucap Desmon kemudian.
"Apa permintaanku sudah ada?" tanya Nano yang seolah tidak mendengar permintaan maaf suaminya.
Desmon langsung meraih ponselnya dan memperlihatkan email dari Lucas. Nano melihat pesan itu dan sesuai dugaannya daftar wanita yang pernah dikencani Desmon sangatlah banyak.
"Jadi banyak kemungkinan kejadian seperti wanita Salatiga itu akan terulang lagi, aku harus mempersiapkan mentalku untuk itu," ucap Nano dengan meletakkan ponsel Desmon karena enggan melihatnya lagi.
Tanpa Nano duga, Desmon langsung berlutut dihadapannya dengan wajah memelas dia bernyanyi...
Karna aku mencintaimu
Dan hatiku hanya untukmu
Tak akan menyerah
Dan takkan berhenti mencintaimu
Ku berjuang dalam hidupku
Seumur hidupku, setulus hatiku
Hanya untukmu
Karna aku mencintaimu
Dan hatiku hanya untukmu
Tak akan menyerah
Dan takkan berhenti mencintaimu
Seumur hidupku, setulus hatiku
Ooohhhh
__ADS_1
Desmon mengulurkan tangannya berharap istrinya menerima uluran tangan itu dan memaafkannya.
"Aku tidak bisa mengubah masa laluku tapi aku bisa mengubah masa depanku bersamamu, darling!" ucap Desmon penuh harap.
Nano tidak ingin memaafkan suaminya itu dengan mudah, dia ingin Desmon benar-benar berubah karena sekarang ada dirinya dan anak-anaknya. Dia ingin memberi sedikit pelajaran pada Desmon.
"Laki-laki memang kepala rumah tangga tapi jangan lupakan jika perempuan adalah leher rumah tangga! Yang mengatur kepala menghadap ke kanan ke kiri ke atas dan ke bawah!"
Setelah berkata seperti itu, Nano pergi meninggalkan suaminya yang mematung mendengar ucapannya.
"Darling.... tapi aku tidak menoleh kemana-kemana!" protes Desmon kemudian.
Tapi Nano tetap berlalu membuat Desmon membatin. "Aku baru tahu jika istri itu adalah leher rumah tangga!"
Untuk itu, Desmon meraih ponselnya dan menghubungi Tira yang lebih berpengalaman dalam rumah tangga.
"Hallo," ucap Desmon saat panggilan tersambung.
"Ada apa?" jawab Tira disana.
"Apa istrimu adalah leher rumah tangga?" tanya Desmon tanpa basa-basi.
Tira tampak berpikir mengingat istrinya yang simetris. "Sepertinya begitu!"
"Benarkah?"
"Iya, istriku bahkan secara detail membuat jadwal hidup kami! Maka dari itu, aku tidak ingin menambah anak lagi karena hal itu akan menambah aturan hidupku!"
Desmon tidak mengerti sampai dia bertanya lagi. "Contohnya?"
"Contohnya 2 menit lagi adalah jadwalku bercinta dengan istriku! Aku harus melakukan pemanasan 5 menit setelah itu harus ******* di menit ke 15!"
Mendengar itu, Desmon langsung menutup panggilannya dan mengejar istrinya sambil berteriak. "Darling, aku tidak mau kau jadi leher rumah tangga!"
"Jadi sayap rumah tangga, mau? Nanti kita terbang sama-sama!"
__ADS_1